MANAGED BY:
JUMAT
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 22 Agustus 2019 11:11
Cerita Si Emen, Pelajar Jangkung 2,6 Meter
Ukuran Sepatu Jumbo, Bongkar Pintu agar Bisa Lewat
Emen dan sang Ibu Miharni berdiri di depan kamar Emen yang bagian atas pintunya harus dijebol karena kepalanya sering terantuk bagian atas atau palang atas pintu. Zulfadhli/Riau Pos

PROKAL.CO, Tidak banyak orang yang memiliki tinggi di atas 2 meter di negeri ini. Kalau pun ada, itu adalah atlet basket yang memang berasal dari keturunan jangkung. Uniknya di Rokan Hilir (Rohil) ada orang seperti itu. Bukan atlet basket atau dari keturunan si jangkung. Namanya Armenda Jamel alias Emen. Umur 16 tahun. Masih duduk di bangku SMA.

Laporan ZULFADLI, Tanah Putih

SEPASANG sepatu berukuran jumbo warna hitam tersusun rapi di depan sebuah rumah yang menjurus ke dalam dari pinggir jalan Mutiara, Kelurahan Banjar XII, Tanah Putih. Hawa sejuk terasa. Rumah yang terbuat dari kayu itu seolah terlindung oleh pohon karet dan sawit di bagian kiri dan kanannya. Di sinilah Emen, tinggal bersama orangtua dan adik perempuannya.

"Emen sedang makan, dia baru pulang dari sekolah," kata Miharni pemilik rumah ketika didatangi sejumlah wartawan, Selasa (20/8).

Emen adalah anak pertama pasangan Joko Kuswoyo dan Miharni. Putranya itu adalah pelajar SMA Negeri 4 Tanah Putih. Si sulung dari dua bersaudara itu diperkirakan mengalami gigantisme, badannya terus tumbuh melebihi ukuran normal. Di usia yang relatif muda, baru sekitar 16 tahun tubuhnya sudah mencapai 2 meter 6 cm. Pertumbuhan yang tak biasa itu disadari orang tuanya sejak Emen berusia 10 tahun. Masih duduk di kelas 5 SD.

"Waktu itu dia disunat badannya sudah sebaya dengan saya dan setelahnya nampak tumbuh tinggi terus," ujar Joko Kuswoyo bercerita.

Kendati bertubuh tak biasa Joko mengaku tak risau dengan kondisi sang anak. Apalagi sejauh ini keadaannya baik-baik saja. Hanya karena ukuran tubuh yang serba wah tersebut terpaksa setiap peralatan yang digunakan Emen berukuran lebih dari biasanya.Mulai sepatu, sandal, pakaian termasuk bangku dan meja belajar. Sepasang sepatu besar yang terletak di depan rumah tadi dibuat secara khusus dan saat ini sudah tidak bisa dikenakan.

"Katanya, sudah tak nyaman lagi dipakai," tutur Joko.

Untuk ukuran sepatu atau sendal terangnya tidak diketahui berapa, yang jelas saat dibuatkan berdasarkan ukuran kaki Emen, panjang kakinya 36 cm lebih. Tak lama menunggu, Emen sudah selesai makan dan terlihat keluar. Dia masih berpakain sekolah lengkap. Langkahnya nampak pelan. Ia terpaksa merunduk begitu melewati pintu depan. Dengan tubuh yang tinggi menjulang, Emen nampak mencolok. Dari pengamatan Riau Pos, jika pintu depan biasanya masih menyisakan ruang beberapa centi bagi orang dewasa yang lewat, berbeda dengan Emen. Saat berdiri di depan, kepalanya melewati tinggi pintu puluhan cm.

Bahkan pintu kamar yang biasanya setinggi orang dewasa, terpaksa dijebol pada bagian atas karena selalu terantuk kepala Emen setiap keluar masuk kamar. Miharni mengaku sempat melarang pintu kamar dijebol karena sudah telanjur dibuat . Namun karena sering terbentur kepala Emen, Joko memutuskan membongkar bagian atas pintu.

Sejumlah ruangan lain di rumah yang menghalangi gerak Emen juga tak luput harus dibuka agar si jangkung lebih leluasa bergerak. Joko mengaku kesulitan setiap mempersiapkan pakaian Emen karena sepertinya, sejauh ini pertumbuhan sang anak tak berhenti. Belum beberapa lama pakaiannya ditempah, dalam hitungan bulan terpaksa menempah lagi pakaian baru.

"Untuk pakaiannya yang sulit, harus ditempah semua. Kami menempah di Duri. Begitu juga sepatu dan sandal. Belakangan karena sudah tak muat lagi, bagian atas sendalnya terpaksa di gunting biar muat. Bahkan maaf, jangankan pakaian, untuk kolornya pun payah dicari," kata Joko.

Melihat perkembangan Emen, Joko merasa khawatir pertumbuhan anaknya masih terus terjadi mengingat dengan usia yang relatif muda sudah mencapai dua meter lebih. Bahkan dari informasi yang diperoleh dari orang-orang, ujarnya, untuk orang yang tertinggi di dunia saja bisa saja disusul Emen. Ini mengingat usia sang anak yang sangat muda dan terus tumbuh.

Suami istri yang sehari-hari bekerja sebagai buruh deres karet ini merasa khawatir nantinya hal-hal yang diperlukan untuk Emen tidak bisa dipenuhi mengingat pendapatan yang serba pas-pasan. "Terutama untuk perlengkapan dan pakainnya," kata Joko.

Ketika ditanya apakah di tengah keluarga ada yang bertubuh bongsor, Joko menyebutkan tidak ada. Hanya saja di sebelah pihak istrinya pernah diceritakan mengenai eyang-eyang mereka yang bertubuh tinggi besar. Namun hal itu tidak bisa dibuktikan karena berdasarkan cerita di tengah keluarga saja.

Dalam kesehariannya Emen adalah anak yang rajin salat berjamaah ke masjid. Remaja kelahiran 22 Oktober 2003 itu juga anak yang pendiam. Dia mengaku tidak kesulitan dengan kondisi tubuh tinggi tegapnya tersebut.

"Tidak ada kesulitan, cuma kalau mau main susah karena tak ada kawan yang pas," katanya.

Beruntung perbedaan fisik Emen tidak membuatnya risih atau dikucilkan dari pergaulan. Di sekolah pun dia berbaur dengan teman-teman seperti anak sekolah biasanya. Keberadaan Emen saat ini menjadi perhatian public. Sejumlah pihak menurut Joko terutama dari media terus berdatangan meminta dilakukan wawancara. Sebagian ada yang datang hanya untuk bertemu atau minta berfoto bersama Emen.(***)

 

 


BACA JUGA

Kamis, 19 September 2019 11:46

Agar Para Korban Kabut Asap Tetap Bisa Hirup Udara Segar

Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret tergerak membantu para korban kabut…

Kamis, 19 September 2019 11:16

ALHAMDULILLAH...BMKG Bilang, 3 Hari Kedepan Ada Potensi Hujan di Kalimantan dan Sumatera

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi…

Kamis, 19 September 2019 11:12

Kunjungan Presiden Tidak Membuahkan Hasil

PANGKALANKERINCI  - Kunjungan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke Kabupaten…

Kamis, 19 September 2019 11:09

Kontak Tembak di Ilaga, Warga Sipil Jadi Korban

JAYAPURA-Kontak tembak dilaporkan terjadi di Kampung Olenki Muara, Distrik Ilaga,…

Rabu, 18 September 2019 14:20

Berjuang Masuk Tim di Periode Baru

BALIKPAPAN-Setelah dibentuk Senin (16/9) lalu, tim Panitia Khusus (Pansus) DPR…

Rabu, 18 September 2019 14:19

Polisi Sudah Tetapkan 9 Tersangka

SAMARINDA–Kabut asap telah menyebar dan menyelimuti langit Kaltim sepekan terakhir.…

Rabu, 18 September 2019 14:15

Bandara Buka, Penerbangan Tutup

DAMPAK kabut asap membuat seluruh penerbangan di Bandara APT Pranoto…

Rabu, 18 September 2019 14:08
OTT Balikpapan Bergulir di Samarinda

Kasus Hakim PN Balikpapan yang Terima Suap Mulai Diadili

SAMARINDA – Operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang menyeret Kayat,…

Rabu, 18 September 2019 14:00

Bunuh Pacar, Kodok Divonis 14 Tahun Penjara

SINGARAJA- Kadek Indra Jaya alias Kodok, 21 akhirnya divonis hukuman…

Rabu, 18 September 2019 13:38
Polemik Revisi UU nomor 30/2002 tentang KPK

Pemberantasan Korupsi Lumpuh, Publik Berancang-Ancang Judicial Review

JAKARTA– Polemik revisi UU nomor 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*