MANAGED BY:
JUMAT
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 21 Agustus 2019 22:15
Jika Jadi Ibukota, Lahan PPU Siap, Bupati Siap Menggratiskan
Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud

PROKAL.CO, DICORETNYA Tahura Bukit Soeharto dari lokasi ibu kota negara membawa angin segar bagi Penajam Paser Utara (PPU). Meski sebagian wilayah tahura berada di PPU, namun harus berbagi dengan Samboja, Kutai Kartanegara.

Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud (AGM) menyebut peluang Kaltim menjadi ibu kota negara cukup besar. Dengan kriteria dan syarat yang ditentukan Bappenas telah dipenuhi Bumi Mulawarman, maka tinggal kesabaran dan doa dari masyarakat yang diperlukan.

“Infrastruktur memadai. Bandara dan pelabuhan sudah internasional. Lahan juga luas. Bebas gempa. Saya yakin Kaltim akan dipilih karena kajian Bappenas. Bahkan, BIN (Badan Intelijen Negara) bilang cocoknya di Kaltim. Dan khususnya di Penajam Paser Utara,” kata AGM

Ditemui di Hotel Novotel kemarin, AGM percaya diri menyebut PPU paling siap. Bahkan jika Presiden Jokowi menyebut PPU-lah yang jadi ibu kota negara, maka keesokan harinya dia akan menyiapkan lahan yang bakal jadi lokasi.  

Dengan luas PPU 3.333 kilometer persegi atau 333.300 hektare, tak sulit baginya untuk memenuhi keperluan lahan. Empat kecamatan disiapkan. Yakni di Kecamatan Penajam, Kecamatan Babulu, Kecamatan Waru, dan Kecamatan Sepaku.

“Dari segiempat kecamatan ini, di mana saja baik, bahkan di seluruh PPU baik. Tanahnya luas dan datar. Bahkan bisa gratis,” yakinnya. Namun, AGM enggan merinci lebih jauh di mana lokasi pertama yang akan disorongnya sebagai lokasi awal ibu kota negara. Yang disebut memerlukan luas 40 ribu hektare hingga 80 ribu hektare itu.

Dia tak ingin ini dijadikan kesempatan spekulan tanah untuk mengacaukan rencana pemindahan ibu kota baru ke PPU. “Kalau saya sebutkan nanti banyak makelar,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana Wilayah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim, Yusliando menyatakan pihaknya masih konsisten mengusung Tahura Bukit Soeharto sebagai lokasi ibu kota baru.

“Sesuai kriteria Bappenas. Bahwa lahan harus dimiliki negara,” ujarnya. Kalau bicara tanah milik negara, maka yang paling berpeluang memang yang berada di dalam kawasan hutan lindung. Namun, Pemprov Kaltim dalam hal ini akan menyesuaikan diri jika ada perkembangan terbaru dari Bappenas.

“Kalau luasan kan sudah ada. Pastinya di Kalimantan juga. Tinggal di mana lokasinya itu kan belum tahu,” katanya. Terkait niat Bupati PPU AGM yang menyorong penuh daerahnya jadi lokasi, dia menyebut hal tersebut sah-sah saja. Selama memenuhi kriteria yang diminta Bappenas dipenuhi, maka usulan dari PPU maupun daerah lain bisa jadi pertimbangan.

“Apakah yang diusulkan sesuai kriteria seperti infrastruktur dan dekat dengan kota-kota yang sudah berkembang. Yang jelas kami sudah menyampaikan usulan dari daerah. Analisanya ada di Bappenas,” sebutnya.

 

JARINGAN LISTRIK

Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam paparan singkat soal pemindahan ibu kota baru menyebut, dalam tahap awal, pembangunan jaringan listrik dan penyediaan perumahan menjadi prioritas utama.

“Listrik ini jaringannya enggak di atas. Harus bawah tanah,” sebut Bambang.

Menanggapi hal ini, Direktur PLN Regional Sulawesi, merangkap wilayah Kalimantan, Syamsul Huda sepakat jika jaringan di ibu kota negara harus berada di bawah tanah. Pihaknya menyatakan kesiapan untuk membangun jaringan. “Tinggal sebut di mana informasi lokasinya, pihak kami akan mendukung dari sisi infrastruktur kelistrikan,” kata Syamsul.

Untuk memenuhi jaringan ini memang diperlukan pembangunan kanal. Diharapnya pemerintah bisa membangun. Kerja sama dalam bentuk sewa dengan perusahaan telekomunikasi pun terbuka bagi PLN. “Pemerintah yang bangun, kami tinggal sewa dengan perusahaan telekomunikasi. Jangan di atas lebih baik jaringan di bawah, sangat rapi,” ungkapnya.

Tambah dia, saat ini total listrik di sistem Kalimantan memiliki daya mampu mencapai 2.052 megawatt (MW). Beban puncak ada di angka 1.446,5 MW. Artinya masih ada cadangan daya yang belum terpakai sebanyak 605,5 MW. Dari roadmap pembangunan pembangkit listrik dari 2019 hingga 2028, maka listrik di Kalimantan nantinya berjumlah 4.324,9 MW. (rdh/aji/riz/k15)


BACA JUGA

Kamis, 19 September 2019 13:20
Perkara OTT KPK di PN Balikpapan

Kayat Empat Kali Tagih Suap Vonis Bebas

SAMARINDA–Hiruk pikuk yang menggelayuti KPK akhir-akhir ini tak mengendurkan pemberantasan…

Kamis, 19 September 2019 11:46

Agar Para Korban Kabut Asap Tetap Bisa Hirup Udara Segar

Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret tergerak membantu para korban kabut…

Kamis, 19 September 2019 11:16

ALHAMDULILLAH...BMKG Bilang, 3 Hari Kedepan Ada Potensi Hujan di Kalimantan dan Sumatera

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi…

Kamis, 19 September 2019 11:12

Kunjungan Presiden Tidak Membuahkan Hasil

PANGKALANKERINCI  - Kunjungan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke Kabupaten…

Kamis, 19 September 2019 11:09

Kontak Tembak di Ilaga, Warga Sipil Jadi Korban

JAYAPURA-Kontak tembak dilaporkan terjadi di Kampung Olenki Muara, Distrik Ilaga,…

Rabu, 18 September 2019 14:20

Berjuang Masuk Tim di Periode Baru

BALIKPAPAN-Setelah dibentuk Senin (16/9) lalu, tim Panitia Khusus (Pansus) DPR…

Rabu, 18 September 2019 14:19

Polisi Sudah Tetapkan 9 Tersangka

SAMARINDA–Kabut asap telah menyebar dan menyelimuti langit Kaltim sepekan terakhir.…

Rabu, 18 September 2019 14:15

Bandara Buka, Penerbangan Tutup

DAMPAK kabut asap membuat seluruh penerbangan di Bandara APT Pranoto…

Rabu, 18 September 2019 14:08
OTT Balikpapan Bergulir di Samarinda

Kasus Hakim PN Balikpapan yang Terima Suap Mulai Diadili

SAMARINDA – Operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang menyeret Kayat,…

Rabu, 18 September 2019 14:00

Bunuh Pacar, Kodok Divonis 14 Tahun Penjara

SINGARAJA- Kadek Indra Jaya alias Kodok, 21 akhirnya divonis hukuman…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*