MANAGED BY:
KAMIS
27 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Rabu, 21 Agustus 2019 14:42
Selamatkan Rp 2 Miliar Kerugian Negara
AKSI: Kejari Samarinda menyetorkan kerugian negara Rp 2,1 miliar dari kasus Anggaran Pengawasan Pilpres 2014 ke kas negara. KEJARI SAMARINDA UNTUK KALTIM POST

PROKAL.CO, SAMARINDA–Kasus korupsi anggaran pengawasan Pilpres 2014 dari Bawaslu RI di Kaltim berakhir di dipan Mahkamah Agung (MA) pada 16 Mei 2019. M Rusydi, ASN Kemendagri sekaligus terpidana kasus ini harus menerima hasil akhir upaya hukum tertinggi yang ditempuhnya dengan vonis lima tahun pidana penjara.

Kemarin (20/8), berbekal kasasi, Korps Adhyaksa Kota Tepian menjalankan putusan itu, khususnya menyita kerugian negara dari dana pengawasan elektoral, 2014 lalu.

“Hari ini, kami eksekusi kerugian negaranya Rp 2.139.319.500. Langsung kami setorkan ke kas negara,” ucap Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Samarinda Zainal Effendi yang ditemui media ini di ruang kerjanya.

Total kerugian dari perkara itu, dalam kasasi MA bernomor 1177 K/Pid.Sus/2019 itu, sebesar Rp 3.108.430.500 dari anggaran sekitar Rp 5,2 miliar yang ditujukan untuk persekot panitia pengawas lapangan (PPL) di panitia pengawas pemilu (panwaslu) se-Kaltim. Terpidana kasus ini sudah lebih dulu menjalani hukuman sembari proses hukum bergulir.

Untuk diketahui, kasus ini bermula dari anggaran pengawasan Pilpres 2014 di Kaltim. Bawaslu RI menggelontorkan dana sekitar Rp 5,2 miliar pada Januari 2014 ke Bawaslu Kaltim dengan menunjuk M Rusydi, ASN Kemendagri yang ditugaskan di Bawaslu RI untuk mengurus guyuran bantuan tersebut.

Namun, terpidana ini justru menyiasati alokasi dana tersebut. PPL yang semula 1 orang per desa/kelurahan bertambah jadi 3 orang per desa/kelurahan lewat instruksinya ke panitia pengawas kecamatan (panwascam) di delapan kabupaten/kota yakni, Kukar, Kutim, Kubar, Berau, Bulungan, Tana Tidung, Tarakan, dan Penajam Paser Utara.

Karena tahu dana bakal cair jelang akhir 2013, sementara perekrutan PPL tambahan itu belum ditempuh, terpidana M Rusydi menyiasati dengan menarik mundur surat keputusan (SK) penambahan PPL tersebut seolah-olah terbit medio Agustus 2013. “Bahkan, honorarium itu tidak pernah diterima total 4.037 PPL dan tersangka membuat seolah dana itu sudah diterima para PPL,” ulas Zainal.

Di Pengadilan Tipikor Samarinda, M Rusydi divonis bersalah selama 5 tahun pidana penjara dengan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan pidana kurungan. Tak luput, kerugian negara Rp 3,1 miliar subsider 1 tahun.

Tak terima putusan itu, dia pun mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Kaltim, namun para hakim tinggi menilai putusan hakim tipikor Samarinda sudah tepat dan menguatkan putusan bernomor 14/Pid.Sus-TPK/2018/PN Smr itu.

Langkah hukum tertinggi ke MA pun dipilih Rusydi. Namun nahas, MA justru kian memperkuat dua produk hukum di bawahnya. Bahkan, ganti pidana jika kerugian negara tidak bisa dilunasi justru membengkak, dari 1 tahun menjadi 3 tahun pidana penjara.

“Terpidana sudah menjalani sejak perkara ini disidang medio 2018 lalu. Fokus kami sekarang selamatkan kerugian negara,” tutur mantan beskal dari Rejang Lebong, Bengkulu itu.

Selepas menyita dan menyerahkan kerugian Rp 2.139.319.500 ke kas negara. Maka, tersisa sekitar Rp 900 juta dari kasus ini. (*/ryu/dns/k8)


BACA JUGA

Selasa, 04 Februari 2020 12:04

Kritik Kota lewat Lirik Rap, Wajah Samarinda dari Lagu “Samar Indah"

Hanya di Samarinda kita bisa hidup sama rendah Nikmati tepian…

Selasa, 04 Februari 2020 12:03

Berkas Pasar Baqa Dilimpah, Rabu, Sidang Perdana

SAMARINDA-Berkas dugaan korupsi tiga tersangka Pasar Baqa sudah digulirkan Korps…

Selasa, 04 Februari 2020 12:01

Terima Paket Ganja 2,5 Kilo, Mahasiswi Ini Mengaku Cuma Diupah Rp 300 Ribu

SAMARINDA - Tersangka inisial IT yang menerima paket 2,5 kilogram…

Selasa, 04 Februari 2020 12:00

Merasa Dipalak Ketika Berkendara di Samarinda? Dua Pria Ini Mungkin Pelakunya

SAMARINDA - Tim Macan Borneo Satreskrim Polres Samarinda akhirnya meringkus…

Selasa, 04 Februari 2020 11:59

Hanya Sakit Demam, RS AWS Bantah Merawat 1 Pasien Terkena Corona Virus

SAMARINDA - Rumah Sakit AW Sjahranie (RS AWS) Samarinda membantah…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:48

Pengedar Sabu Berbahan Tawas Ditangkap

SAMARINDA-Banyaknya pemakai narkoba jenis sabu rupanya menjadi peluang bagi Kene…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:10

Begini Kondisi Terakhir Sopir Truk yang Sebabkan 4 Nyawa Melayang di Gunung Manggah Itu...

SAMARINDA- Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Polresta Samarinda, pada Kamis…

Sabtu, 01 Februari 2020 09:05

Jalin Kerjasama dengan Rumah Sakit, Poltekkes “Nyebrang” ke Malaysia

SAMARINDA-Terus melebarkan sayap, kini Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes)…

Jumat, 31 Januari 2020 23:46

Samarinda Masih Kekurangan Pengajar

Di Samarinda, ada sekitar 2 ribu guru honorer. Mereka tengah…

Jumat, 31 Januari 2020 23:45

Perlu Waktu Realisasikan DOB Samarinda Seberang

SAMARINDA–Usul menjadikan Samarinda Seberang, Palaran, dan Loa Janan Ilir sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers