MANAGED BY:
MINGGU
22 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 21 Agustus 2019 12:19
Manokwari Sudah Kondusif, Dominggus Ikut Minta Maaf
Aksi pembakaran oleh warga Papua Senin (19/8). Kini kondisi di Papua dan Papua Barat sudah kondusif. Pelayanan publik telah beroperasi normal. (Axel Refo/Radar Papua/Jawa Pos)

PROKAL.CO, MANOKWARI—Pasca aksi demonstrasi, Senin (19/8) lalu, Kota Manokwari kini berangsur kondusif. Sejak pagi kemarin (20/8), petugas gabungan TNI-Polri dan masyarakat dari berbagai lapisan suku adat turun ke jalan melakukan pembukaan jalan yang dipalang kala aksi berlangsung. Material berupa dahan pohon hingga tiang listrik diangkat menggunakan mobil sampah milik Kodam XVIII/Kasuari dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari.

Meski belum sepenuhnya normal, aktivitas masyarakat sudah mulai berjalan seperti biasa. Hanya sebagian kantor yang terdampak aksi massa terlihat masih ditutup. Sementara aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik juga sudah berlangsung sebagaimana biasa. Meskipun, para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diizinkan pulang lebih awal. Pun dengan pusat perbelanjaan yang sudah kembali dibuka dan melayani pelangaan.

Sejumlah fasilitas pelayanan publik yang semula dirusak tampak sudah diperbaiki. Isu adanya aksi susulan tak sedikitpun nampak. Hujan deras sejak dinihari disinyalir ikut memberi dampak. Beberapa anggota dewan adat turun langsung memantau situasi terkini. Meski begitu, beberapa masyarakat mengaku masih menyimpan trauma.

“Sebenarnya masih mau dirumah dulu tapi karena tidak ada libur jadi harus tetap harus ke kantor. Padahal masih ada rasa takut-takut sedikit,” tutur Anugrah, salah seorang pegawai BUMN di Manokwari.

Saat diwawancarai, Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Herry R Nahak mengatakan saat ini kondisi di Manokwari sudah aman dan kondusif. "Insiden yang kita tahu bersama di Papua Barat khususnya Manokwari sudah kondusif dan aman terkendali. Ini berkat kerjasama semua pihak yang turut serta dalam mendinginkan situasi yang sempat memanas. Dan saya meminta kepada masyarakat agar tetap tenang, jangan terprovokasi kembali. Kita junjung tinggi tali kasih persaudaraan kita di Kota Injil ini," kata dia.

Lanjutnya, Manokwari sudah kondusif, tapi di Sorong keadaan belum terkendali. "Untuk kondisi di Sorong, hingga saat ini (kemarin, red) belum kondusif. Namun, kami sudah mengirim bantuan personil dari beberapa daerah, berupa dari Bali, Sulut, Maluku, Sumatera Utara, dan Makasar. Jumlahnya 956 personil, yang dibagi menjadi dua, yakni Sorong 389 personil dan Manokwari 567 personil. Bantuan ini untuk menjaga keamanan di Sorong dan Manokwari. Dan jika dibutuhkan lagi personil untuk Sorong, maka personil yang ada di Manokwari sebagian akan digeser kesana," terang dia. 

Terpisah, Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau mengatakan keadaan di Manokwari berangsur pulih. "Mulai dari pagi sampai sekarang, kondisi Manokwari sudah kondusif. Kegiatan masyarakat sudah membaik, sudah kembali seperti biasa. Kita harapkan hari ini (kemarin, red) pembersihan selesai dan masyarakat bisa beraktivitas secara normal kembali," jelas dia.

Menurutnya, pihaknya mendapat bantuan prajurit dari Markas Besar TNI. "Kami mendapat bantuan prajurit sebanyak satu SSY Armed Jajaran Divif-1/K. Untuk Sorong dua SSK atau 225 prajurit, sedangkan Manokwari 100 prajurit. Dengan bantuan ini, diharapkan keadaan di Papua Barat bisa kondusif kembali seperti biasa," tegas Wayangkau.

Senada, Gubernur Dominggus Mandacan, yang pada waktu kejadian sedang berada di luar daerah memberikan pernyataan resmi kepada awak media usai melakukan pertemuan tertutup dengan Forkopimda dan perwakilan Mabes Polri di Aston Niu Hotel.

Dominggus menjelaskan, Manokwari adalah rumah kita bersama, sehingga wajib bagi seluruh warga untuk bersama menjaga keamanan. "Seharusnya kita sebagai warga Manokwari bertanggungjawab untuk menjaga keamanan kota Manokwari," tutur Kepala Suku Besar Arfak itu.

Terkait dengan aksi pembakaran dan adanya penjarahan, bagi Dominggus, seharusnya tidak terjadi. Pasalnya, persoalan yang terjadi di Surabaya maupun Kota Malang, tidak ada hubungan dengan Manokwari.

"Sebagai gubernur tentu kita sayangkan bisa terjadi pembakaran maupun penjarahan, namun hal itu sudah terjadi. Saya sebagai gubernur meminta maaf kepada seluruh masyarakat Papua Barat atas apa yang sudah terjadi," katanya.

 

Diakui Dominggus, pada saat adanya laporan demo damai dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unipa, beliau telah berkomunikasi melalui telepon seluler kepada ketua BEM agar dalam melaksanakan aksi demo damai, harus menjaga situasi agar tetap aman.

"Sebelum mereka bergerak, masih kumpul di Unipa, saya telepon ketua Bem Unipa termasuk Kapolda. Waktu tiba di perampatan Lampu Merah Makalo, saya telepon lagi ketua BEM, saya katakan, anak, mau demo damai silakan, tapi harus bertanggungjawab terhadap situasi keamanan. Dan dia katakan, siap bapak, saya pastikan demo akan jalan dengan aman," ujar Dominggus mengutip pernyataan Ketua BEM Unipa.

Lanjut Dominggus, pada saat demo damai berlangsung, waktu bersamaan terjadi pembakaran kantor DPR Papua Barat dan kantor Majelis Rakyat Papua (MRP) eks Kantor Gubernur Papua Barat.

"Jadi pembakaran kantor DPR dan MRP bukan dari kelompok mahasiswa, tetapi ada oknum-oknum tertentu yang sengaja memanfaatkan situasi tersebut," ujarnya.

Bagi Dominggus, apa yang telah terjadi, harus dimaknai lebih dalam sehingga tidak terulang kembali. "Manokwari kita sebut juga sebagai kota Injil, seharusnya hidup kita selalu berpadukan pada Injil yang kita imani dan kita yakini, tidak perlu terprovokasi dengan hal-hal yang justru merugikan diri kita sendiri," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Mohamad Lakotani mengatakan, permintaan pendemo terkait ucapan berbau rasis terhadap orang Papua, telah di koordinasikan dengan gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

"Saya sudah berkoordinasi langsung dengan gubernur Jawa Timur, dan kita bisa lihat melalui berbagai media, terutama televisi, bahwa gubernur Khofifah telah membuat pernyataan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Papua dan Papua Barat," tukasnya. (nof)


BACA JUGA

Sabtu, 21 September 2019 11:45

Dilumpuhkan setelah Kejar-kejaran

SAMARINDA–Penyelundupan narkoba di Samarinda masuk radar Badan Narkotika Nasional (BNN)…

Sabtu, 21 September 2019 11:40

Ketika Ribuan Mahasiswa Menyuarakan Penolakan RUU KUHP dan UU KPK

Keprihatinan yang sama terhadap isu RUU KUHP dan UU KPK…

Sabtu, 21 September 2019 11:28

Jalan Ibu Kota Negara Dibagi Lima Zona

Ada banyak alasan mengapa kereta dipilih dibanding moda transportasi lain.…

Sabtu, 21 September 2019 11:27

Ancam Kebebasan Berekspresi, Banyak Masalah di RKUHP

BALIKPAPAN- Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) masih menjadi sorotan.…

Sabtu, 21 September 2019 11:26
RUU KUHP Hanya Ditunda, Bukan Dibatalkan

Jokowi Minta 14 Pasal RUU KUHP Dikaji Ulang

JAKARTA– Makin tingginya gelombang penolakan pada Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang…

Jumat, 20 September 2019 12:13

Walhi Yakin Korporasi Terlibat Karhutla

SAMARINDA–Dugaan lahan dibakar untuk kepentingan perkebunan menguat. Kebun sawit diindikasikan…

Jumat, 20 September 2019 11:39

Pembangunan Jalan Perbatasan Kaltim-Kaltara Sudah Tembus..!! Tapi...

BALIKPAPAN- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) secara bertahap…

Jumat, 20 September 2019 11:11

YESSS..!! Transportasi IKN: Kereta Tanpa Awak dan Rel

Semenjak penetapan ibu kota negara (IKN) di Kaltim, kementerian satu…

Jumat, 20 September 2019 11:10

Beri Tenggat hingga Akhir Bulan

BALIKPAPAN–Rencana pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kaltim tampaknya hanya…

Jumat, 20 September 2019 11:09

19 Hari, 36 Kasus Karhutla di PPU

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) masih mengancam Kabupaten Penajam Paser…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*