MANAGED BY:
JUMAT
10 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 21 Agustus 2019 12:15
BUMN Jual Sepuluh Ruas Tol

Tahun Ini untuk Tambah Cash Flow

ilustrasi jalan tol.

PROKAL.CO,

JAKARTA – Dua perusahaan pelat merah bakal menjual kepemilikannya di sejumlah ruas tol. Salah satunya PT Waskita Karya Tbk. BUMN itu akan menjual sembilan ruas tol tahun ini. Direktur Keuangan dan Strategi Waskita Karya Haris Gunawan menyebutkan, pihaknya telah mengantongi izin dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku pemegang saham untuk penjualan jalan bebas hambatan tersebut.

”Yang sekarang dalam proses due diligence (uji tuntas, Red) oleh dua investor ada lima ruas. Masih berjalan. Tapi, kami belum bisa announce karena masih dalam proses,” ujarnya saat public expose di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, kemarin (20/8).

Dia berharap lima ruas tol tersebut bisa dieksekusi pada semester kedua tahun ini. Selain itu, dia ingin dua investor tersebut segera mengajukan penawaran. ”Kami sangat berharap mereka segera mengajukan final bidding offer. Setelah itu, kami lakukan negosiasi. Kurang lebih ada tiga tahapan lagi,” imbuhnya.

Haris menambahkan, dua investor tersebut benar-benar serius. Tidak seperti investor yang mengajukan diri sebelumnya, yang mundur karena tidak cocok dengan harga yang ditawarkan. Namun, dia enggan menyebutkan lima ruas tol yang telah melalui proses due diligence. Yang jelas, tol Becakayu tidak masuk lima ruas tol tersebut. ”Saya luruskan, Becakayu belum proses. Tapi, tentu kami siapkan dari sekarang supaya transaksi bisa awal tahun depan,” tambahnya.

Nanti dana hasil divestasi itu digunakan untuk investasi di ruas tol yang baru. Hingga semester I 2019, total nilai liabilitas atau utang emiten dengan kode perdagangan WSKT tersebut mencapai Rp 103,72 triliun. Jumlah itu terdiri atas utang jangka pendek Rp 56,61 triliun dan utang jangka panjang Rp 47,1 triliun.

Menurut dia, utang tersebut tinggi karena pihaknya mengerjakan proyek dengan skema turnkey. Artinya, pembayaran dilakukan setelah proyek pembangunan rampung. ”Jakarta–Cikampek Elevated, itu pekerjaan yang dilakukan secara turnkey. Jadi, begitu proyek selesai, kami akan dibayar,” urai dia.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 24 Juni 2020 20:44

Perempuan 48 Tahun di Paser Positif Corona Meninggal Dunia

SAMARINDA - Kasus meninggal dunia positif Corona (covid-19) di Kaltim…

Rabu, 24 Juni 2020 17:37

Kaltim Tertinggi di Kalimantan, Angka Pengangguran Meroket karena Corona

SAMARINDA- Akibat penyebaran virus corona (covid-19) di Kaltim, Dinas Tenaga…

Selasa, 23 Juni 2020 20:35

Kasus Covid-19 Tambah 9 di Balikpapan dan 3 di Berau, Total 447 di Kaltim

SAMARINDA - Kasus positif virus corona (covid-19) di Kalimantan Timur…

Selasa, 23 Juni 2020 13:05

Tiga Jam Tengah Malam Bersama Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh

Minggu (21/6) malam, manajemen Kaltim Post ngobrol santai bersama Ketua…

Selasa, 23 Juni 2020 13:05

PDIP Ingatkan Peta Politik Bisa Berubah

DARI Balikpapan, sejauh ini ada dua figur yang mencuat ke…

Selasa, 23 Juni 2020 13:04

Ngos-ngosan Usung Kader Sendiri

SAMARINDA–Manuver Demokrat dan Golkar menyambut Pilkada Samarinda masih terbilang landai.…

Senin, 22 Juni 2020 13:19

Balita di Balikpapan Positif Covid-19

SEMENTARA itu, masih terlalu dini untuk menilai apakah penularan Covid-19…

Senin, 22 Juni 2020 13:17

Heri Yulianto, Sembuh dari Stroke setelah Rutin Bersepeda

Dia mengaku sebagai gila sepeda. Rela bercapek ria menempuh ratusan…

Senin, 22 Juni 2020 12:41

Pilwali Samarinda, PDIP Belum Tentukan Sikap, PAN Resmi Usung Barkati-Darlis

SAMARINDA–Duet Barkati dan Darlis Pattalongi yang sudah mengantongi restu DPP…

Senin, 22 Juni 2020 12:39

Sering “Kecolongan” Pendatang lewat Pelabuhan

BALIKPAPAN- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Balikpapan masih mencari formulasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers