MANAGED BY:
SELASA
17 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 21 Agustus 2019 12:04
Mangku Sitepoe, Dokter Bertarif Sepuluh Ribu Rupiah

Selama Ada Umur, Selama Itu Akan Mengobati

Dokter Mangku

PROKAL.CO, Pada September nanti, Dokter Mangku genap berusia 84 tahun. Semangatnya masih sama seperti masa muda dulu. Mengabdikan diri tanpa peduli angka-angka. Menjadi dokter dengan bayaran Rp 10 ribu.

 

SAHRUL YUNIZAR, Jakarta, Jawa Pos

 

Lima hari dalam seminggu Dokter Mangku tidak bisa diganggu. Dia sudah punya jadwal tetap. Bertemu dengan ratusan pasiennya.

Setiap Rabu dan Sabtu dia praktik di Klinik Pratama Bhakti Sosial Kesehatan Santo Tarsisius yang terletak di Jalan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Pada Kamis, Jumat, dan Minggu, giliran dia bertugas di klinik Gereja Santo Yohanes Penginjil di bilangan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Saat ditemui, dokter yang bernama lengkap Mangku Sitepoe itu baru turun dari angkutan umum yang sudah jadi langganannya. Jarum jam menunjuk pukul 13.00 pada Rabu pekan lalu (14/8). Hari itu giliran dia praktik di Kebayoran Lama. Dari rumahnya di Kebon Nanas, klinik tidak terlalu jauh. Cukup berjalan kaki seperempat jam, sudah sampai. Hanya, fisik yang tidak sekuat dulu memaksa Mangku naik mikrolet.

Tahu kedatangan Jawa Pos untuk menulis kisahnya, Dokter Mangku langsung mengajak masuk klinik yang berdiri di atas lahan 7 ribu meter persegi itu. Sebuah bangunan tua, bekas pabrik tegel yang telah disulap menjadi tempat berobat. ’’Kalau pasien baru, harus periksa semua. Dari kepala sampai kaki,’’ katanya sambil meletakkan tas jinjingnya.

Tangan dokter sepuh yang mulai gemetar itu mengeluarkan jas dokter. Setelah mengenakannya dengan rapi, dia duduk. Dokter Mangku bercerita tentang klinik yang menjadi tempatnya mengabdikan diri itu. Ingatannya sangat kuat. Dari kursi di ruang kerjanya, dia menyusuri lorong memori sampai medio 1995.

Kala itu, Mangku bersama tiga koleganya menggagas klinik gratis. Dasarnya sederhana. Pertama, keyakinan bahwa setiap manusia punya sifat dengan kecenderungan ingin membantu sesama. Kedua, bakti sosial yang biasa diselenggarakan pemerintah lebih sering bersifat sementara. Padahal, banyak penyakit yang membutuhkan pengobatan terus-menerus. Misalnya, darah tinggi, jantung, dan diabetes. Tidak bisa beres dengan sekali pelayanan.

Dengan misi itu pula tempat tersebut juga dikenal dengan nama Klinik Bhakti Sosial Abadi. Selain Mangku, tiga pendiri lainnya adalah seorang lulusan farmasi Universitas Indonesia, seorang pastor, dan seorang pengusaha obat. Mereka merintis klinik itu di Gereja Santo Yohanes Penginjil.

Sampai 1999, pelayanan benar-benar gratis. Mulai pemeriksaan, konsultasi, dan obat. Semua tanpa biaya. Namun, kebaikan itu malah disalahgunakan. Banyak pasien yang menjual kembali obat-obatan yang mereka dapat. ’’Dijual di Senen,’’ ungkapnya pelan.

Masalah berbuntut. Suplai obat yang tadinya mengalir jadi tersendat. Pengusaha obat tidak lagi mau membantu. Mangku memutuskan untuk keluar dari kolaborasi sosial itu. Pengobatan yang semula gratis mau tidak mau dibikin berbayar.

Namun, Mangku tetap ingin mempertahankan identitas klinik. Ramah bagi masyarakat menengah ke bawah. Apalagi, dia tahu, tidak semua pasien menjual kembali obat yang mereka dapat. ’’Saat itu sudah ada 200-an pasien setiap hari,’’ tuturnya.

Keteguhan itulah yang membuat klinik tersebut menjadi yang paling terjangkau di ibu kota. Mangku mematok tarif murah. Dia lupa awalnya berapa. Yang pasti, sekarang biayanya hanya Rp 10 ribu. Mangku bersama rekan-rekannya tidak membatasi jumlah pasien. Semua yang datang pasti dilayani. Selain pelayanan umum, klinik membuka poliklinik anak dan gigi.

Tidak seperti kebanyakan dokter yang memilih buka praktik saat masih aktif bekerja, Mangku tidak melakukan itu. Tugas yang diberikan negara dia tuntaskan sampai pensiun pada 1992. Setelah itu, baru dia merintis klinik. Karena pasiennya semakin ramai, pada 2003 dia mendapat tempat di bekas pabrik tegel itu.

Sebelum menjadi dokter umum, Mangku adalah dokter hewan. Kakek asal Langkat itu memutuskan untuk mengambil pendidikan dokter umum setelah diberi amanat untuk bertugas di kampung halamannya. Banyak warga setempat yang meminta tolong ketika sakit. Mereka tidak peduli Mangku adalah dokter hewan. Karena belum ada pilihan lain, mau tidak mau Mangku pun melayani mereka.

Lama-kelamaan, dia merasa perlu mengambil pendidikan dokter umum. Universitas Sumatera Utara (USU) jadi pilihannya. Sampai tuntas menjalani studi dokter umum, Mangku juga sempat mengenyam pendidikan di Filipina dan Denmark. Jadilah dia kini dokter ganda. Selama berkiprah di dunia kedokteran, Mangku melahirkan hampir 26 buku. Selain itu, dia aktif menulis di berbagai media massa.

Tidak seperti soal klinik yang bisa diceritakannya dengan panjang, Mangku hanya menyampaikan beberapa hal saat ditanya tentang pilihannya: Mengapa pada usia tua masih mau capek-capek berhadapan dengan pasien? ’’Di sini saya sudah puas,’’ katanya.

’’Tidak ada cita-cita saya mau jadi apa lagi, mau beli mobil, mau istri dua, tidak ada,’’ tambahnya. Tekadnya juga sangat bulat. Selama masih hidup, dia hanya ingin mengobati.

Ketulusan Mangku turut dirasakan pasien-pasiennya. Mereka yang sudah biasa ditangani mantan kepala Dinas Peternakan Bojonegoro itu dengan sabar mengantre. Marsiningsih, misalnya. Sudah tujuh tahun dia berobat di Dokter Mangku karena cocok.

’’Dokter Mangku bisa banyak bahasa. Saya dari Jawa, diajak ngobrol bahasa Jawa juga enak,’’ ungkap nenek kelahiran 1958 tersebut.

Tentu bukan hanya itu. Ningsih mengaku Mangku juga bisa melenyapkan bermacam-macam keluhan kesehatannya. Mulai sakit kepala, demam, sampai sakit kaki. Sepanjang berobat ke Dokter Mangku, kata dia, setiap kali sakit selalu bisa sembuh. Yang lebih penting, biayanya benar-benar terjangkau. ’’Dulu malah nggak sampai sepuluh ribu. Baru sekarang-sekarang ini aja sepuluh ribu,’’ lanjutnya.

Keinginan Dokter Mangku saat ini hanya dua. Terus bisa mengobati pasien dan kliniknya bisa terus buka untuk membantu masyarakat. ’’Semoga dokter-dokter yang pernah magang di sini atau yang pernah membantu di sini nanti mau meneruskan klinik ini,’’ katanya berharap. (*/c5/ayi)


BACA JUGA

Senin, 16 September 2019 20:53

Laksanakan Salat Istisqa, Staff dan Komunitas Bandara APT Pranoto Juga Ajak Masyarakat Tak Bakar Lahan

PROKAL.CO, SAMARINDA - Pimpinan dan staff serta Anggota Komunitas Bandara…

Senin, 16 September 2019 20:51

Gubernur Isran Luncurkan Beasiswa Kaltim Tuntas, yang Dapat Ribuan....

PROKAL.CO, SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur luncurkan program Beasiswa…

Senin, 16 September 2019 13:39

CELAKA WAL..!!! Angin Mengarah ke Kaltim, BMKG Prediksi Kabut Asap Makin Tebal

PROKAL.CO, SAMARINDA - Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi menghimbau masyarakat…

Senin, 16 September 2019 13:27

Ada Agenda Terselubung di Balik Revisi UU KPK

BALIKPAPAN–Rancangan Undang-undang (RUU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dianggap mengancam…

Senin, 16 September 2019 13:26
Cegah Spekulan Tanah di Lokasi Ibu Kota Negara

Moratorium Sementara Penerbitan SKT

PENAJAM- Ibu kota negara pindah ke Kaltim. Pemkab Penajam Paser…

Senin, 16 September 2019 13:24

333 Hektare Lahan Gambut Terbakar di Paser dan PPU

KABUT asap yang mengepung langit Kaltim tidak hanya berasal dari…

Senin, 16 September 2019 13:21

Belum Ada Jaminan Penerbangan Kembali Normal

BALIKPAPAN–Lalu lintas penerbangan di Kaltim nyaris lumpuh. Gempuran kabut asap…

Senin, 16 September 2019 13:11
Thareq Kemal Habibie Tak Mau Berkarir di Bawah Bayangan Bapak

Dikira Pebisnis, padahal PNS Merangkap Chef Lulusan Jerman

Penampilan serbahitam dengan penutup mata membuat sosoknya terlihat misterius. Mirip…

Senin, 16 September 2019 11:46

MENCURIGAKENNN..!! Pembahasan Revisi UU KPK Masih Tertutup

JAKARTA– Keputusan tiga pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan mandat…

Senin, 16 September 2019 01:19

Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Kemenhub Minta Pengguna Jasa Transportasi Udara Sabarrrr.....

JAKARTA- Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengimbau seluruh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*