MANAGED BY:
SELASA
04 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Rabu, 21 Agustus 2019 10:20
Investor Harus Dibuat Nyaman
Tutuk SH Cahyono

PROKAL.CO,

SAMARINDA- Kaltim sudah lama menikmati pertumbuhan ekonomi dari komoditas tidak terbarukan. Namun sengan potensi kekayaan alam tersebut, Bumi Etam memiliki banyak pekerjaan rumah. Salah satunya membuat investor mau menanamkan investasinya untuk produk-produk turunan dari berbagai komoditas yang sudah melimpah di Kaltim. Tantangan ini belum terpecahkan dan membuat Kaltim sulit bersaing.

Pada triwulan kedua 2019, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Kaltim tumbuh 5,43 persen, sedikit melambat dibanding pertumbuhan triwulan I yang mencapai 5,46 persen. Perlambatan ini diprediksi berlanjut pada triwulan ketiga dan keempat. Hingga akhir tahun, pertumbuhan ekonomi Kaltim diprediksi hanya sebesar 2,9 persen.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Tutuk SH Cahyono mengatakan, perlambatan pertumbuhan tersebut dilihat dari struktur ekonomi yang masih berasal dari ekspor. Saat ini ekspor sedang melambat seiring pelemahan harga-harga komoditas Kaltim, seperti batu bara dan crude palm oil (CPO).

“Perilaku ekspor Kaltim yang masih sebatas mentah membuat daerah ini sulit bersaing. Padahal, Kaltim punya potensi luar biasa dalam pertumbuhan ekonominya,” katanya kepada Kaltim Post.

Bumi Etam memang sudah lama menikmati kekayaan alam, seperti kayu, minyak dan gas, batu bara, serta hasil perkebunan kelapa sawit dan lainnya. Tapi yang selalu menjadi kendala adalah investasi yang masuk Kaltim hanya mengolah sesuatu dengan nilai tambah yang rendah. “Investasi yang masuk hanya sebatas mentah, itu perlu kita pelajari,” ujarnya.

Karena negara lain yang saat ini masih berkembang seperti Vietnam, Tiongkok, dan lainnya mereka mengundang dan membuat investor nyaman untuk masuk ke negaranya. “Prospek kita banyak, semua kekayaan alam kita tidak semua orang punya. Hanya saja, Kaltim belum punya daya saing untuk hilirisasi tadi,” ungkapnya.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:47

Tambah Satu Crane, PT Pelindo IV Matangkan Rencana Pengembangan Semayang

PT Pelindo IV Balikpapan optimistis kinerja sepanjang tahun ini lebih…

Kamis, 30 Januari 2020 15:04

Jadi Favorit, Permintaan Kopi Terus Naik

SURABAYA– Permintaan kopi dalam negeri terus meningkat. Itu tidak terlepas…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

RUU Omnibus Law Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kebijakan omnibus law bisa mendorong kinerja…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

Kunjungan Bisnis Terganggu Corona

SAMARINDA – Penyebaran wabah virus corona berpotensi menghambat pengusaha dalam…

Rabu, 29 Januari 2020 13:09

Krakatau Steel Restrukturisasi Utang

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk berhasil merestrukturisasi utang senilai…

Rabu, 29 Januari 2020 12:07

Target Integrasikan Pelabuhan di Kaltim

BALIKPAPAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV siap mendukung berjalannya…

Selasa, 28 Januari 2020 13:40

Garap Mobil Listrik Hyundai Inves USD 750 Juta

JAKARTA– Grab Indonesia bekerja sama dengan PT Hyundai Motor Indonesia…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Bantu UMKM Perluas Pasar

SAMARINDA- Tak hanya mempermudah pelaku usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 28 Januari 2020 10:42

Pertahankan Resep Warisan Mertua, Terbantu Marketplace

Menjaga konsistensi rasa masakan dan memuaskan pelanggan menjadi kunci sukses…

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat

Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis

Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers