MANAGED BY:
SELASA
12 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Rabu, 21 Agustus 2019 10:20
Investor Harus Dibuat Nyaman
Tutuk SH Cahyono

PROKAL.CO, SAMARINDA- Kaltim sudah lama menikmati pertumbuhan ekonomi dari komoditas tidak terbarukan. Namun sengan potensi kekayaan alam tersebut, Bumi Etam memiliki banyak pekerjaan rumah. Salah satunya membuat investor mau menanamkan investasinya untuk produk-produk turunan dari berbagai komoditas yang sudah melimpah di Kaltim. Tantangan ini belum terpecahkan dan membuat Kaltim sulit bersaing.

Pada triwulan kedua 2019, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Kaltim tumbuh 5,43 persen, sedikit melambat dibanding pertumbuhan triwulan I yang mencapai 5,46 persen. Perlambatan ini diprediksi berlanjut pada triwulan ketiga dan keempat. Hingga akhir tahun, pertumbuhan ekonomi Kaltim diprediksi hanya sebesar 2,9 persen.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Tutuk SH Cahyono mengatakan, perlambatan pertumbuhan tersebut dilihat dari struktur ekonomi yang masih berasal dari ekspor. Saat ini ekspor sedang melambat seiring pelemahan harga-harga komoditas Kaltim, seperti batu bara dan crude palm oil (CPO).

“Perilaku ekspor Kaltim yang masih sebatas mentah membuat daerah ini sulit bersaing. Padahal, Kaltim punya potensi luar biasa dalam pertumbuhan ekonominya,” katanya kepada Kaltim Post.

Bumi Etam memang sudah lama menikmati kekayaan alam, seperti kayu, minyak dan gas, batu bara, serta hasil perkebunan kelapa sawit dan lainnya. Tapi yang selalu menjadi kendala adalah investasi yang masuk Kaltim hanya mengolah sesuatu dengan nilai tambah yang rendah. “Investasi yang masuk hanya sebatas mentah, itu perlu kita pelajari,” ujarnya.

Karena negara lain yang saat ini masih berkembang seperti Vietnam, Tiongkok, dan lainnya mereka mengundang dan membuat investor nyaman untuk masuk ke negaranya. “Prospek kita banyak, semua kekayaan alam kita tidak semua orang punya. Hanya saja, Kaltim belum punya daya saing untuk hilirisasi tadi,” ungkapnya.

Contohnya minyak kelapa sawit atau CPO yang memiliki produksi mencapai 2,2 juta ton per tahun atau menempati urutan ke-6 nasional dengan kontribusi sebesar 5,85 persen. Perkembangan perkebunan Kaltim didukung oleh kondisi agroklimat dan ketersediaan lahan yang memadai. Alokasi luas areal perkebunan mencapai 3,3 juta hektare.

“Kita punya lahan yang luas, tapi belum masuk investor yang mengelola CPO menjadi produk yang bernilai tinggi,” katanya.

Dia menjelaskan, Kaltim punya banyak prospek ekonomi. Hal itu menandakan daerah ini memiliki kelebihan yang sangat baik dari sisi komoditas, tinggal bagaimana daerah ini bisa membuat investor nyaman untuk investasi di Kaltim. Itu merupakan tantangan Kaltim.

Bumi Etam juga sudah banyak membangun kawasan ekonomi, seperti Maloy, Buluminung, Kariangau dan lainnya. “Kalau investor dibuat nyaman ke sana maka akan menjadi motor penggerak ekonomi daerah ini. Dengan orientasi ekspor maka daya saing daerah ini lebih kuat. Kuncinya adalah meningkatkan daya saing produk barang maupun jasa,” tutupnya. (*/ctr/ndu)


BACA JUGA

Senin, 11 November 2019 13:16

Rekening di Atas Rp 2 M Naik, Sinyal Konsumen Tahan Belanja

JAKARTA– Jumlah rekening simpanan dengan nilai saldo sampai Rp 2…

Jumat, 08 November 2019 20:53

Ekonomi Kreatif Makin Dominan Sumbang Rp 1.211 T ke PDB 2019

JAKARTA– Ekonomi kreatif masih menyimpan potensi besar di Indonesia. Kamar…

Jumat, 08 November 2019 11:44

Provider Gencar Tawarkan Promo Internet

BALIKPAPAN – Pengguna ponsel pintar di Bumi Etam semakin haus…

Jumat, 08 November 2019 11:43

Otomotif Lesu, Kinerja Asuransi Astra Stagnan

BALIKPAPAN – Kurang bergairahnya pasar otomotif di Bumi Etam akibat…

Kamis, 07 November 2019 10:42

Tekanan Inflasi Bakal Lebih Berat

Laju inflasi di Kaltim tahun depan diproyeksi bakal lebih tinggi.…

Kamis, 07 November 2019 10:39

Harga CPO Terus Melesat, Pengusaha Harus Manfaatkan Peluang

SAMARINDA- Tampak suram pada awal tahun, harga minyak kelapa sawit…

Rabu, 06 November 2019 14:03

Perang Dagang Tekan Pertumbuhan, Iklim Bisnis Terdampak

JAKARTA– Ketidakpastian global memukul perekonomian negara-negara di dunia. Tidak terkecuali…

Rabu, 06 November 2019 12:30

Akhir Tahun, Dua Hotel di Samarinda Beroperasi

SAMARINDA masih dianggap menjadi salah satu market perhotelan yang cukup…

Rabu, 06 November 2019 11:56

Pengembangan KIK Jalan di Tempat, Investor Belum Melirik

BALIKPAPAN – Pengembangan Kawasan Industri Kariangau (KIK) masih belum menarik…

Selasa, 05 November 2019 14:04

Kebutuhan Minyak Terus Membengkak, Capai 2 Juta Barel pada 2025

JAKARTA– Proyeksi kebutuhan minyak pada 2025 sesuai data IPA (Indonesian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*