MANAGED BY:
SABTU
05 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Rabu, 21 Agustus 2019 10:20
Investor Harus Dibuat Nyaman
Tutuk SH Cahyono

PROKAL.CO,

SAMARINDA- Kaltim sudah lama menikmati pertumbuhan ekonomi dari komoditas tidak terbarukan. Namun sengan potensi kekayaan alam tersebut, Bumi Etam memiliki banyak pekerjaan rumah. Salah satunya membuat investor mau menanamkan investasinya untuk produk-produk turunan dari berbagai komoditas yang sudah melimpah di Kaltim. Tantangan ini belum terpecahkan dan membuat Kaltim sulit bersaing.

Pada triwulan kedua 2019, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Kaltim tumbuh 5,43 persen, sedikit melambat dibanding pertumbuhan triwulan I yang mencapai 5,46 persen. Perlambatan ini diprediksi berlanjut pada triwulan ketiga dan keempat. Hingga akhir tahun, pertumbuhan ekonomi Kaltim diprediksi hanya sebesar 2,9 persen.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Tutuk SH Cahyono mengatakan, perlambatan pertumbuhan tersebut dilihat dari struktur ekonomi yang masih berasal dari ekspor. Saat ini ekspor sedang melambat seiring pelemahan harga-harga komoditas Kaltim, seperti batu bara dan crude palm oil (CPO).

“Perilaku ekspor Kaltim yang masih sebatas mentah membuat daerah ini sulit bersaing. Padahal, Kaltim punya potensi luar biasa dalam pertumbuhan ekonominya,” katanya kepada Kaltim Post.

Bumi Etam memang sudah lama menikmati kekayaan alam, seperti kayu, minyak dan gas, batu bara, serta hasil perkebunan kelapa sawit dan lainnya. Tapi yang selalu menjadi kendala adalah investasi yang masuk Kaltim hanya mengolah sesuatu dengan nilai tambah yang rendah. “Investasi yang masuk hanya sebatas mentah, itu perlu kita pelajari,” ujarnya.

Karena negara lain yang saat ini masih berkembang seperti Vietnam, Tiongkok, dan lainnya mereka mengundang dan membuat investor nyaman untuk masuk ke negaranya. “Prospek kita banyak, semua kekayaan alam kita tidak semua orang punya. Hanya saja, Kaltim belum punya daya saing untuk hilirisasi tadi,” ungkapnya.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 01 Desember 2020 22:52

Kondisi Ekonomi Membaik, Inflasi Kaltim Terkendali 0,37% November

SAMARINDA - Provinsi Kaltim November 2020 tercatat mengalami inflasi 0,37%…

Selasa, 01 Desember 2020 12:27

Sempat Dihantam Pandemi, Kontribusi UMKM Perlahan Alami Perbaikan

Sempat mengalami penurunan penjualan hingga 90,10 persen pada April lalu,…

Selasa, 01 Desember 2020 12:26

Lirik Potensi Kaltim, Biznet Investasi Rp 30 Miliar

BALIKPAPAN- Perusahaan infrastruktur digital, Biznet berencana memperluas jaringannya ke Kaltim.…

Selasa, 01 Desember 2020 12:25

Aktivitas Bisnis Bergeliat, Kinerja Perhotelan Pulih

BALIKPAPAN- Kondisi perhotelan di Kota Minyak mulai bergairah. Berbeda dengan…

Selasa, 01 Desember 2020 12:23

Saat Ini, Momen Tepat Beli Rumah

SAMARINDA- Meski turut mendapat tekanan dari virus corona, para pengembang…

Selasa, 01 Desember 2020 12:20

Pengangguran Melonjak, Kritisi Dampak Politik Upah Murah

JAKARTA- Angka pengangguran yang terus bertambah berkorelasi pada banyak faktor.…

Selasa, 01 Desember 2020 09:32

Yamaha Gear 125, Skutik Multifungsi buat Anak Muda

BALIKPAPAN – PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) baru saja…

Minggu, 29 November 2020 12:47

Tiongkok Sepakat Beli 200 Juta Ton Batubara RI Tahun Depan

JAKARTA - Realisasi penjualan batubara Indonesia dipastikan bakal mendapatkan rapor…

Sabtu, 28 November 2020 13:03

Genjot Ekspor Ikan Tuna ke Korsel

JAKARTA–Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan…

Sabtu, 28 November 2020 13:01

Eni Jadi Tumpuan Proyek IDD

Perusahaan minyak asal Italia, Eni, diharapkan bisa menjadi suksesor proyek…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers