MANAGED BY:
MINGGU
23 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Rabu, 21 Agustus 2019 10:16
Ekonomi Lokal Masih Dilanda Ketidakpastian

Belum Bisa Lepas dari SDA

DORONG INVESTASI: Perluasan Kilang Minyak Balikpapan menjadi bakal menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Kaltim. Hadirnya proyek ini diharapkan bisa menggerakkan sektor lain, seperti properti dan perhotelan.

PROKAL.CO, Sepanjang semester I 2019, ketidakpastian masih menyelimuti iklim ekonomi di Bumi Etam. Faktor global dan infrastruktur yang belum memadai menjadi factor utama. Di sisi lain daya beli masih cenderung lemah. Alhasil pengusaha memilih wait and see.

 

BALIKPAPAN - Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Balikpapan Yaser Arafat mengatakan, saat ini masih banyak faktor yang belum meyakinkan pengusaha untuk menjalankan bisnis di Kaltim. Utamanya kondisi global yang masih berfluktuasi atau belum ada kepastian yang jelas.

“Bagi investor asing, tahun ini mereka pasti kurang agresif melakukan investasi khususnya di Kaltim. Faktornya pergerakan dolar masih belum stabil, ada perang dagang dunia, dan faktor eksternal lainnya. Ini membuat mereka masih belum melirik peluang investasi,” tuturnya.

Tak hanya asing, pengusaha lokal juga masih wait and see. Sama dengan asing, faktor eksternal memberi pengaruh besar. Bahkan mereka sulit membuat strategi perusahaan. Tidak bisa tahunan, namun per triwulan atau per bulan.

Kondisi sekarang memang masih tidak menentu. Apalagi selama semester I harga batu bara melemah hingga level USD 71,92 per ton. Ini titik terendah sejak kebangkitan pada 2016. Mau beralih dari batu bara, namun peran pemerintah masih belum agresif untuk lepas dari ketergantungan SDA. Terbukti peran migas dan batu bara terhadap pertumbuhan ekonomi masih tinggi.

“Komoditas utama Kaltim lainnya seperti kelapa sawit juga demikian. Mulai awal tahun Eropa melarang impor berbagai olahan CPO. Alhasil komoditas ini mengalami kejatuhan. Harganya masih berada di titik rendah,” terangnya.

Laju pertumbuhan ekonomi tahun ini diprediksi tidak jauh beda dengan tahun lalu. Faktor internal, seperti neraca perdagangan yang defisit di tambah utang yang besar membuat kondisi tidak jauh beda dengan 2018. Imbasnya ke daerah. Anggaran belanja daerah jadi tipis. Alhasil aktifitas pembangunan daerah berjalan lambat.

“Suatu daerah dapat berkembang jika belanja pemerintahnya baik dan jelas. Dan iklim investasi positif. Pengusaha membutuhkan kepastian. Tanpa kepastian jelas pasti enggan berinvestasi. Gubernur Kaltim Isran Noor kami harapkan bisa mengeluarkan kebijakan yang baik untuk iklim investasi. Sehingga baik investor lokal dan asing bisa melirik Bumi Etam,” tuturnya.

Kendati demikian, beberapa proyek besar yang ada di Kaltim tahun ini cukup mendorong kegiatan ekonomi setempat. Paling utama RDMP Kilang Minyak Balikpapan. Mega proyek ini, pada 2019 bakal mulai melakukan pembangunan. “Selain menyerap tenaga kerja cukup besar. Bakal menggerakkan ekonomi daerah mulai dari bawah. Imbasnya bakal terasa. Perputaran uang akan meningkat,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim, Slamet Brotosiswoyo mengatakan, sudah waktunya Kaltim lepas dari sumber daya alam. Sejauh ini diversifikasi ekonomi belum berjalan baik. “Ketika batu bara dan migas membaik. Ekonomi Kaltim ikut membaik. Terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang sempat anjlok hingga minus, 2017 lalu merangkak naik positif. Itu juga pengaruh batu bara dan migas yang menguat,” terangnya.

Ketika kondisi ketidakpastian kembali menghajar, perlahan laju ekonomi melambat. Tercermin dari daya beli yang jauh dari harapan. (aji/ndu)


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:47

Tambah Satu Crane, PT Pelindo IV Matangkan Rencana Pengembangan Semayang

PT Pelindo IV Balikpapan optimistis kinerja sepanjang tahun ini lebih…

Kamis, 30 Januari 2020 15:04

Jadi Favorit, Permintaan Kopi Terus Naik

SURABAYA– Permintaan kopi dalam negeri terus meningkat. Itu tidak terlepas…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

RUU Omnibus Law Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kebijakan omnibus law bisa mendorong kinerja…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

Kunjungan Bisnis Terganggu Corona

SAMARINDA – Penyebaran wabah virus corona berpotensi menghambat pengusaha dalam…

Rabu, 29 Januari 2020 13:09

Krakatau Steel Restrukturisasi Utang

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk berhasil merestrukturisasi utang senilai…

Rabu, 29 Januari 2020 12:07

Target Integrasikan Pelabuhan di Kaltim

BALIKPAPAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV siap mendukung berjalannya…

Selasa, 28 Januari 2020 13:40

Garap Mobil Listrik Hyundai Inves USD 750 Juta

JAKARTA– Grab Indonesia bekerja sama dengan PT Hyundai Motor Indonesia…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Bantu UMKM Perluas Pasar

SAMARINDA- Tak hanya mempermudah pelaku usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 28 Januari 2020 10:42

Pertahankan Resep Warisan Mertua, Terbantu Marketplace

Menjaga konsistensi rasa masakan dan memuaskan pelanggan menjadi kunci sukses…

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat

Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis

Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers