MANAGED BY:
JUMAT
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 21 Agustus 2019 10:16
Ekonomi Lokal Masih Dilanda Ketidakpastian

Belum Bisa Lepas dari SDA

DORONG INVESTASI: Perluasan Kilang Minyak Balikpapan menjadi bakal menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Kaltim. Hadirnya proyek ini diharapkan bisa menggerakkan sektor lain, seperti properti dan perhotelan.

PROKAL.CO, Sepanjang semester I 2019, ketidakpastian masih menyelimuti iklim ekonomi di Bumi Etam. Faktor global dan infrastruktur yang belum memadai menjadi factor utama. Di sisi lain daya beli masih cenderung lemah. Alhasil pengusaha memilih wait and see.

 

BALIKPAPAN - Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Balikpapan Yaser Arafat mengatakan, saat ini masih banyak faktor yang belum meyakinkan pengusaha untuk menjalankan bisnis di Kaltim. Utamanya kondisi global yang masih berfluktuasi atau belum ada kepastian yang jelas.

“Bagi investor asing, tahun ini mereka pasti kurang agresif melakukan investasi khususnya di Kaltim. Faktornya pergerakan dolar masih belum stabil, ada perang dagang dunia, dan faktor eksternal lainnya. Ini membuat mereka masih belum melirik peluang investasi,” tuturnya.

Tak hanya asing, pengusaha lokal juga masih wait and see. Sama dengan asing, faktor eksternal memberi pengaruh besar. Bahkan mereka sulit membuat strategi perusahaan. Tidak bisa tahunan, namun per triwulan atau per bulan.

Kondisi sekarang memang masih tidak menentu. Apalagi selama semester I harga batu bara melemah hingga level USD 71,92 per ton. Ini titik terendah sejak kebangkitan pada 2016. Mau beralih dari batu bara, namun peran pemerintah masih belum agresif untuk lepas dari ketergantungan SDA. Terbukti peran migas dan batu bara terhadap pertumbuhan ekonomi masih tinggi.

“Komoditas utama Kaltim lainnya seperti kelapa sawit juga demikian. Mulai awal tahun Eropa melarang impor berbagai olahan CPO. Alhasil komoditas ini mengalami kejatuhan. Harganya masih berada di titik rendah,” terangnya.

Laju pertumbuhan ekonomi tahun ini diprediksi tidak jauh beda dengan tahun lalu. Faktor internal, seperti neraca perdagangan yang defisit di tambah utang yang besar membuat kondisi tidak jauh beda dengan 2018. Imbasnya ke daerah. Anggaran belanja daerah jadi tipis. Alhasil aktifitas pembangunan daerah berjalan lambat.

“Suatu daerah dapat berkembang jika belanja pemerintahnya baik dan jelas. Dan iklim investasi positif. Pengusaha membutuhkan kepastian. Tanpa kepastian jelas pasti enggan berinvestasi. Gubernur Kaltim Isran Noor kami harapkan bisa mengeluarkan kebijakan yang baik untuk iklim investasi. Sehingga baik investor lokal dan asing bisa melirik Bumi Etam,” tuturnya.

Kendati demikian, beberapa proyek besar yang ada di Kaltim tahun ini cukup mendorong kegiatan ekonomi setempat. Paling utama RDMP Kilang Minyak Balikpapan. Mega proyek ini, pada 2019 bakal mulai melakukan pembangunan. “Selain menyerap tenaga kerja cukup besar. Bakal menggerakkan ekonomi daerah mulai dari bawah. Imbasnya bakal terasa. Perputaran uang akan meningkat,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim, Slamet Brotosiswoyo mengatakan, sudah waktunya Kaltim lepas dari sumber daya alam. Sejauh ini diversifikasi ekonomi belum berjalan baik. “Ketika batu bara dan migas membaik. Ekonomi Kaltim ikut membaik. Terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang sempat anjlok hingga minus, 2017 lalu merangkak naik positif. Itu juga pengaruh batu bara dan migas yang menguat,” terangnya.

Ketika kondisi ketidakpastian kembali menghajar, perlahan laju ekonomi melambat. Tercermin dari daya beli yang jauh dari harapan. (aji/ndu)


BACA JUGA

Rabu, 18 September 2019 13:07

Banyak Diserap Industri Rumahan, Daging Kerbau Laris di Kaltim

BALIKPAPAN- Sempat sulit diterima, permintaan daging kerbau di Kalimantan Timur…

Rabu, 18 September 2019 13:06

DPK Kaltim Capai Rp 94,45 Triliun

SAMARINDA-Jumlah penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) di Kaltim mengalami peningkatan…

Rabu, 18 September 2019 13:02

Semester Pertama Kinerja Kontruksi Kaltim Melambat

SAMARINDA-Kinerja lapangan usaha konstruksi Kaltim triwulan II 2019 tumbuh positif…

Rabu, 18 September 2019 13:01

Kinerja CPO Sedikit Membaik

SAMARINDA-Meskipun harga minyak kelapa sawit terus melemah, namun industri pengolahan…

Rabu, 18 September 2019 12:59

Secara Nasional Juga Surplus

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan RI pada Agustus…

Rabu, 18 September 2019 12:18

Optimistis Okupansi Terus Terakselerasi

SAMARINDA-Pada Juli okupansi hotel di Kaltim meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.…

Selasa, 17 September 2019 16:40

Aliran Uang Kartal Kaltim Lebih Banyak Keluar

SAMARINDA-Pada triwulan II 2019, nilai uang kartal yang diedarkan Bank…

Selasa, 17 September 2019 16:37

Triwulan Kedua NPF Syariah Membaik

SAMARINDA- Tingkat risiko pembiayaan syariah Kaltim lebih tinggi, jika dibandingkan…

Selasa, 17 September 2019 16:35

Fokus Tingkatkan Neraca Perdagangan

SAMARINDA-Kaltim merupakan salah satu daerah yang neraca perdagangannya selalu positif.…

Senin, 16 September 2019 11:38

Kenaikan Harga Jual Eceran Rokok 35 Persen Diminta Dievaluasi

JAKARTA - Keputusan pemerintah menaikkan tarif cukai rokok sebesar 23…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*