MANAGED BY:
SENIN
13 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTARA

Rabu, 21 Agustus 2019 09:23
Irianto Sampaikan 4 Tanggapan dan 7 Usulan

Terkait Rancangan Teknokratik RPJMN 2020-2024

TANGGAPAN : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat menyampaikan tanggapannya terhadap Rancangan Teknokraktik RPJMN 2020-2024 di ballroom Novotel Balikpapan, Selasa (20/8).

PROKAL.CO,

BALIKPAPAN – Ada 4 tanggapan yang disampaikan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie terhadap Rancangan Teknokraktik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang disusun Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).

Tanggapan pertama, perlunya kesinambungan yang kuat antara RPJMN 2015-2019 dengan RPJMN 2020-2024. Ini bertujuan agar setiap rencana pembangunan dapat berlanjut, holistik dan terintegratif. “Saya yakin pula rancangan Bappenas ini sudah bagus. Namun, tetap harus disadari bahwa tak ada karya manusia yang sempurna. Dari itu, butuh masukan,” kata Gubernur saat menyampaikan tanggapannya pada Konsultasi Regional Pulau Kalimantan Penyusunan Rancangan Awal RPJMN 2020-2024 di ballroom Novotel Balikpapan, Selasa (20/8).

Tanggapan kedua, Gubernur menilai bahwa perencanaan pembangunan antar pulau yang termuat didalam rancangan teknokratik saat ini, belum detail. “Masih sangat makro. Saya khawatir, pada pembahasan perencanaan tahunan di tiap regional akan muncul fragmentasi pemikiran dan usulan lagi. Sehingga terjadi perdebatan,” jelas Irianto.

Gubernur juga menilai perlunya mem-booming-kan tema pembangunan yang dipampang pada RPJMN 2020-2024. “Tema pembangunan yang diangkat untuk 5 tahun kedepan, adalah Indonesia berpenghasilan menengah-tinggi yang sejahtera, adil dan berkesinambungan. Tema ini harus diselaraskan di seluruh wilayah Indonesia, dan harus benar-benar dapat ditindaklanjuti bukan mengambang,” ulas Irianto.

Tanggapan selanjutnya, adalah belum tergambarkannya kebhinekaan dalam rancanan teknokratik RPJMN 2020-2024. “Indonesia tak bisa dibangun secara seragam. Jangan lagi kita berpikir untuk membangun di wilayah yang banyak penduduknya, tapi harus berpikir bagaimana membangun untuk mendatangkan penduduk dan peningkatan perekonomiannya. Dengan kata lain, pembangunan harus disesuaikan dengan kultur daerah masing-masing,” jelas Gubernur.

Selain 4 tanggapan tersebut, Gubernur juga menyampaikan 7 usulan. Usulan pertama, yakni Pemerintah Indonesia harus memiliki kemauan yang kuat untuk menjadikan Kalimantan sebagai pusat energi listrik nasional. “Kaltara sendiri, terus berusaha keras untuk mewujudkan pembangunan kelistrikan. Dalam hal ini, pembangunan PLTA diharapkan dalam beberapa tahun kedepan sudah dapat terbangun. Meski memang investasi PLTA jauh lebih mahal dibandingkan PLTU,” papar Irianto.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Senin, 22 Juni 2020 18:00

Peminat Minim, Lima Sekolah Terpaksa Offline

PPDB untuk jenjang SD dan SMP tahun ini sebagian besar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers