MANAGED BY:
MINGGU
22 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 20 Agustus 2019 13:03
Sektor Tambang Turun, Penerimaan Baru 52,69 Persen
Jenis pajak utama mengalami tekanan pada semester I. Apalagi sektor batu bara juga mengalami penurunan.

PROKAL.CO, Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jendral Pajak (DJP) Kaltimra tampaknya harus bekerja ekstra untuk merealisasikan target penerimaan tahun ini. Sebab, meski ada pertumbuhan secara volume, namun penerimaan pajak masih jauh dari target Rp 23,2 triliun. Hingga Agustus, mereka mencatatkan pajak sebesar Rp 13,1 triliun.

 

BALIKPAPAN – Kepala Kanwil DJP Kaltimra Samon Jaya mengatakan jumlah tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 2,66 persen dibanding periode yang sama pada 2018. Jumlah tersebut harusnya bisa lebih besar. Namun sukar terwujud karena jenis pajak utama mengalami tekanan pada semester I. Apalagi sektor batu bara juga mengalami penurunan.

Turunnya harga komoditas di pasar global diyakini menjadi salah satu pendorong menyusutnya penerimaan. Sebagian dari para korporasi juga sudah minta penyesuaian. “Realisasi kami baru 52,69 persen. Target memang masih jauh, tapi kami terus melakukan optimalisasi penerimaan. Khususnya kepada wajib pajak yang sudah terdeteksi belum melapor, kami akan lakukan konseling,” terangnya, Senin (19/8).

Ia menjelaskan, pihaknya melakukan konseling kepada wajib (WP) pajak yang terbukti tidak melapor dan bayar pajak. Pihaknya berencana melakukan komunikasi dahulu. Jika masih membantah atau masih tidak menaati, pihaknya akan melakukan proses penyitaan sebelum penindakan.

Dari total penerimaan, untuk WP perorangan paling tinggi dari Samarinda. Terbagi menjadi dua Kantor Pelayanan Pajak (KPP), Samarinda Ilir membukukan penerimaan sebesar Rp 1,6 triliun. KPP Samarinda Ulu Rp 1,4 triliun. Penerimaan terbanyak Balikpapan. KPP Balikpapan Barat Rp 1,2 triliun, KPP Balikpapan Timur Rp 1,5 triliun.

Berdasarkan sektornya, penyumbang paling besar dari sektor pertambangan sekitar 36,79 persen. Pertumbuhannya hanya 6,40 persen. Adapun secara nilai dari pertambangan dan penggalian sebesar Rp 4,09 triliun dengan jumlah 481 WP.

Pertumbuhan paling tinggi terjadi pada sektor transportasi dan perdagangan. Dibanding periode 2018, tumbuh 33,38 persen. Tapi sayang, kontribusinya hanya 7,49 persen. Industri pengolahan tumbuh 12,99 persen, kontribusinya 7,82 persen.

Namun, penurunan juga tercatat cukup tinggi. Secara nasional, penerimaan pajak dari sektor pertambangan dan industri pengolahan terkoreksi paling dalam. Sektor pertambangan tumbuh minus 14 persen, jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama di tahun lalu yang tumbuh 80,3 persen. Sedangkan industri pengolahan terkoreksi 2,6 persen.

"Faktor utama yang menyebabkan kontraksi sektoral adalah penurunan harga komoditas tambang di pasar global. Tekanan terbesar dihadapi oleh dua subsektor utama yaitu pertambangan batu bara dan bijih logam," imbuhnya.

Perlambatan ekonomi global memang masih menjadi beban yang tak mampu dibendung pasar komoditas batu bara internasional. Tren merosotnya harga batu bara pun berlanjut tahun ini. Pada Januari 2019, harga batu bara acuan (HBA) dipatok USD 92,41 per ton, Februari USD 91,80 per ton, Maret USD 90,57 per ton, April USD 88,5 per ton, dan Mei USD 81,86 per ton. (aji/ndu/k18)


BACA JUGA

Jumat, 20 September 2019 11:36

Harga CPO Mulai Membaik

SAMARINDA- Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit diharapkan segera…

Jumat, 20 September 2019 11:33
Buruan Datangi Mitsubishi Motors Auto Show

Banyak Promo Menarik dan Harga Spesial

BALIKPAPAN- PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (PT MMKSI)…

Jumat, 20 September 2019 11:04

Uang Muka Rumah dan Kendaraan Kian Rendah

JAKARTA – Ketegangan hubungan dagang AS dan Tiongkok yang diikuti…

Jumat, 20 September 2019 10:01

Porang Bisa Dibudidayakan di Kaltim, Punya Nilai Ekspor ke Jepang, Tiongkok, dan Vietnam

BALIKPAPAN – Kalimantan Timur diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap sumber…

Jumat, 20 September 2019 09:59

BI Bisa Turunkan Suku Bunga Acuan

JAKARTA– Setelah dua kali memangkas 7-day reverse repo rate (7DRRR)…

Jumat, 20 September 2019 09:54

Pajak Lahan Progresif Bikin Resah

JAKARTA– Tahun ini diakui sebagai periode yang menantang bagi dunia…

Rabu, 18 September 2019 14:17
PT Taspen Ajak ASN Berwirausaha

Gandeng Pegawai Lingkungan Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda

SAMARINDA-PT TASPEN Persero Cabang Samarinda Kaltim menyelenggarakan acara Program Wirausaha…

Rabu, 18 September 2019 13:07

Banyak Diserap Industri Rumahan, Daging Kerbau Laris di Kaltim

BALIKPAPAN- Sempat sulit diterima, permintaan daging kerbau di Kalimantan Timur…

Rabu, 18 September 2019 13:06

DPK Kaltim Capai Rp 94,45 Triliun

SAMARINDA-Jumlah penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) di Kaltim mengalami peningkatan…

Rabu, 18 September 2019 13:02

Semester Pertama Kinerja Kontruksi Kaltim Melambat

SAMARINDA-Kinerja lapangan usaha konstruksi Kaltim triwulan II 2019 tumbuh positif…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*