MANAGED BY:
KAMIS
27 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Selasa, 20 Agustus 2019 13:03
Sektor Tambang Turun, Penerimaan Baru 52,69 Persen
Jenis pajak utama mengalami tekanan pada semester I. Apalagi sektor batu bara juga mengalami penurunan.

PROKAL.CO, Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jendral Pajak (DJP) Kaltimra tampaknya harus bekerja ekstra untuk merealisasikan target penerimaan tahun ini. Sebab, meski ada pertumbuhan secara volume, namun penerimaan pajak masih jauh dari target Rp 23,2 triliun. Hingga Agustus, mereka mencatatkan pajak sebesar Rp 13,1 triliun.

 

BALIKPAPAN – Kepala Kanwil DJP Kaltimra Samon Jaya mengatakan jumlah tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 2,66 persen dibanding periode yang sama pada 2018. Jumlah tersebut harusnya bisa lebih besar. Namun sukar terwujud karena jenis pajak utama mengalami tekanan pada semester I. Apalagi sektor batu bara juga mengalami penurunan.

Turunnya harga komoditas di pasar global diyakini menjadi salah satu pendorong menyusutnya penerimaan. Sebagian dari para korporasi juga sudah minta penyesuaian. “Realisasi kami baru 52,69 persen. Target memang masih jauh, tapi kami terus melakukan optimalisasi penerimaan. Khususnya kepada wajib pajak yang sudah terdeteksi belum melapor, kami akan lakukan konseling,” terangnya, Senin (19/8).

Ia menjelaskan, pihaknya melakukan konseling kepada wajib (WP) pajak yang terbukti tidak melapor dan bayar pajak. Pihaknya berencana melakukan komunikasi dahulu. Jika masih membantah atau masih tidak menaati, pihaknya akan melakukan proses penyitaan sebelum penindakan.

Dari total penerimaan, untuk WP perorangan paling tinggi dari Samarinda. Terbagi menjadi dua Kantor Pelayanan Pajak (KPP), Samarinda Ilir membukukan penerimaan sebesar Rp 1,6 triliun. KPP Samarinda Ulu Rp 1,4 triliun. Penerimaan terbanyak Balikpapan. KPP Balikpapan Barat Rp 1,2 triliun, KPP Balikpapan Timur Rp 1,5 triliun.

Berdasarkan sektornya, penyumbang paling besar dari sektor pertambangan sekitar 36,79 persen. Pertumbuhannya hanya 6,40 persen. Adapun secara nilai dari pertambangan dan penggalian sebesar Rp 4,09 triliun dengan jumlah 481 WP.

Pertumbuhan paling tinggi terjadi pada sektor transportasi dan perdagangan. Dibanding periode 2018, tumbuh 33,38 persen. Tapi sayang, kontribusinya hanya 7,49 persen. Industri pengolahan tumbuh 12,99 persen, kontribusinya 7,82 persen.

Namun, penurunan juga tercatat cukup tinggi. Secara nasional, penerimaan pajak dari sektor pertambangan dan industri pengolahan terkoreksi paling dalam. Sektor pertambangan tumbuh minus 14 persen, jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama di tahun lalu yang tumbuh 80,3 persen. Sedangkan industri pengolahan terkoreksi 2,6 persen.

"Faktor utama yang menyebabkan kontraksi sektoral adalah penurunan harga komoditas tambang di pasar global. Tekanan terbesar dihadapi oleh dua subsektor utama yaitu pertambangan batu bara dan bijih logam," imbuhnya.

Perlambatan ekonomi global memang masih menjadi beban yang tak mampu dibendung pasar komoditas batu bara internasional. Tren merosotnya harga batu bara pun berlanjut tahun ini. Pada Januari 2019, harga batu bara acuan (HBA) dipatok USD 92,41 per ton, Februari USD 91,80 per ton, Maret USD 90,57 per ton, April USD 88,5 per ton, dan Mei USD 81,86 per ton. (aji/ndu/k18)


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:47

Tambah Satu Crane, PT Pelindo IV Matangkan Rencana Pengembangan Semayang

PT Pelindo IV Balikpapan optimistis kinerja sepanjang tahun ini lebih…

Kamis, 30 Januari 2020 15:04

Jadi Favorit, Permintaan Kopi Terus Naik

SURABAYA– Permintaan kopi dalam negeri terus meningkat. Itu tidak terlepas…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

RUU Omnibus Law Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kebijakan omnibus law bisa mendorong kinerja…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

Kunjungan Bisnis Terganggu Corona

SAMARINDA – Penyebaran wabah virus corona berpotensi menghambat pengusaha dalam…

Rabu, 29 Januari 2020 13:09

Krakatau Steel Restrukturisasi Utang

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk berhasil merestrukturisasi utang senilai…

Rabu, 29 Januari 2020 12:07

Target Integrasikan Pelabuhan di Kaltim

BALIKPAPAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV siap mendukung berjalannya…

Selasa, 28 Januari 2020 13:40

Garap Mobil Listrik Hyundai Inves USD 750 Juta

JAKARTA– Grab Indonesia bekerja sama dengan PT Hyundai Motor Indonesia…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Bantu UMKM Perluas Pasar

SAMARINDA- Tak hanya mempermudah pelaku usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 28 Januari 2020 10:42

Pertahankan Resep Warisan Mertua, Terbantu Marketplace

Menjaga konsistensi rasa masakan dan memuaskan pelanggan menjadi kunci sukses…

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat

Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis

Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers