MANAGED BY:
SELASA
25 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

BALIKPAPAN

Selasa, 20 Agustus 2019 12:54
Investigasi Pertamina Wajib Transparan

Kasus Kebakaran di Areal Kilang Diminta Libatkan Pihak Ketiga

PROKAL.CO, BALIKPAPAN-Kasus kebakaran di Teluk Balikpapan akibat putusnya pipa minyak Pertamina tahun lalu masih jadi trauma bagi sejumlah warga Kota Minyak. Jadi, ketika terjadi kebakaran di areal kilang Pertamina RU V Balikpapan pada Kamis (15/8) kembali menimbulkan kekhawatiran. Terutama dampaknya terhadap warga.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (APJK3) Nasional Isradi Zainal meminta BUMN transparan terkait peristiwa kebakaran tersebut. Selain internal, proses investigasi harus melibatkan pihak ketiga. Mengingat kasus itu terjadi di kawasan yang masuk objek vital nasional.

Pria yang juga ahli keselamatan kapal dan pelayaran itu memahami dalam setiap pekerjaan yang dilakukan Pertamina akan selalu mengedepankan standard operating procedure (SOP).

Dia tahu SOP dan tenaga safety milik Pertamina termasuk yang terbaik. Namun, tetap saja, setiap pekerjaan yang berhubungan dengan perbaikan pipa akan melibatkan percikan api atau panas yang berlebihan.

“Sehingga rentan terbakar. Ingat segitiga api. Nah, patut diduga kebakaran ini terjadi karena proses pengelasan pipa atau lainnya yang menimbulkan percikan api,” bebernya, kemarin (18/8).

Yang dia sayangkan, proses memadamkan api memakan waktu cukup lama, yakni berkisar hingga tiga jam. Api yang sempat padam bisa kembali menyala. Ini yang harus dievaluasi Pertamina. Sebab, bisa saja, kebakaran berdampak lebih luas dan merugikan, termasuk dari masyarakat sekitar. “Seharusnya bisa dipadamkan sebelum api membesar seperti yang terjadi (di areal kilang Pertamina),” ujarnya.

Namun, dia harus memberikan apresiasi. Sebab, untuk menangani api dalam waktu tertentu di area kilang, termasuk salah satu kelebihan. Pasalnya, sedikit faktor kesalahan prosedur, api akan sangat sulit dipadamkan. “Saya akui termasuk hebat,” sambung Isradi.

Catatannya, ada sejumlah SOP yang harus diperbaiki. Dari dua kejadian kebakaran yang melibatkan Pertamina, dia melihat kelemahan di standar laporan ke tingkat kota. Pertamina meninggalkan Pemkot Balikpapan, dalam hal ini wali kota untuk laporan awal setiap peristiwa terjadi.

“Bisa dilihat dari komentar wali kota Balikpapan (Rizal Effendi) yang malah meminta Pertamina menjelaskan informasi terkait kebakaran itu. Seharusnya ketika ada peristiwa, bagaimana pun masyarakat harus mendapat informasi dini,” ungkapnya.

Pemkot, apakah pejabat di organisasi perangkat daerah (OPD) atau wali kota sejak awal menjadi penanggung jawab. Terlibat di dalam sebuah proses identifikasi bersama Pertamina dan membuat keputusan penanggulangan bencana dengan cepat ketika peristiwa serupa terjadi. “Saya lihat di Balikpapan lemah SOP ini. Ini pelajaran yang jadi perhatian kami bersama,” sebutnya.

Dengan posisi saat ini, Pertamina diminta semakin memperketat SOP dalam pekerjaan di dalam areal kilang. Khususnya yang menghasilkan percikan api. Sebab, dia menduga, ada ketidaksiapan dalam pemadaman ketika api pertama muncul. “Jangan lakukan pekerjaan jika tidak optimal persiapan pemadamannya. Selalu berasumsi dan peduli setiap tahapan pekerjaan yang bisa menimbulkan api penyebab kebakaran,” katanya.

Terkait proses investigasi, Isradi menyebut, Pertamina secara internal tentu akan melakukan penyelidikan penyebab kebakaran. Namun, dia menganggap itu belum cukup. Sebab, selaku BUMN dan lokasinya di objek vital nasional, harus hadir pihak ketiga atau independen yang bisa menilai kasus itu. Apakah termasuk kelalaian pekerjaan atau bukan. “Ini demi melindungi nama baik Pertamina sebagai BUMN,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan Suryanto menyatakan, pihaknya masih menunggu investigasi dari Pertamina selesai. Lantaran dari laporan resmi penyebab kebakaran itu, pihaknya baru bisa mengetahui apakah instansinya memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan terhadap kejadian ini. “Apakah yang terbakar itu pipa penyalur minyak atau limbah. Kalau itu ada hubungannya dengan limbah, baru kami bisa masuk,” kata Suryanto.

Terkait laporan awal dari Pertamina, Suryanto mengakui ada keterlambatan. Ini yang sempat disinggung Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi. Yang mengaku kaget dan waswas setelah melihat langit Kota Minyak kembali gelap karena asap hitam.

Mengingatkan kembali kejadian pencemaran minyak dan terbakarnya Teluk Balikpapan pada 31 Maret 2018. “Sebelumnya kan memang ada pengumuman soal proyek pembersihan yang suratnya ke lurah dan RT. Tapi kok enggak ada ke Pak Wali,” sebutnya.

Serupa, Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim Pradarma Rupang menyebut masih menunggu hasil investigasi. Terutama laporan yang dibuat pemerintah. Apakah ada kerugian yang diderita, mengingat peristiwa terjadi di areal kerja Pertamina. “Apakah ada dampaknya kepada masyarakat, ini yang kami tunggu,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, kepulan asap di areal kilang Pertamina Balikpapan membuat warga yang bermukim di RT 39, Kelurahan Karang Jati, Balikpapan Tengah, panik. Selain asap, warga mengaku menghirup aroma minyak. Lokasi kebakaran hanya berjarak 500 meter dari permukiman.

Meski kebakaran itu sudah ditangani, peristiwa di area kilang Pertamina membuat Rizal Effendi kaget. Warga Kota Minyak masih trauma kejadian tumpahnya minyak dan kebakaran di Teluk Balikpapan pada 31 Maret 2018. “Kami waswas,” kata Rizal, Kamis (15/8).

Dia sudah meminta Pertamina membuat laporan resmi. Harus secepat mungkin supaya dia bisa menjelaskan kepada masyarakat. Meski masih dalam tahap investigasi, ada dugaan indikasi kelalaian prosedur sehingga terjadi kebakaran. “Kan ada kesan SOP kurang bagus itu,” sebut Rizal.

Manager Region Communication Relation dan CSR Pertamina Kalimantan Heppy Wulansari mengatakan, kebakaran di area pipa karena percikan api. Dia menjelaskan, api baru bisa dipadamkan siang. Upaya yang dilakukan perseroan dalam pemadaman api menggunakan media foam dan air dengan mengerahkan empat pemadam kebakaran dan satu trailer foam.

Dia menjelaskan, Pertamina menjamin pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang didistribusikan menuju terminal BBM tidak terganggu akibat peristiwa kebakaran di area kilang itu.

Produksi kilang tersebut saat ini mencapai 260 ribu barel per hari. Mencakup hampir semua jenis produk BBM, gasoline ataupun gasoil pertamax, elpiji, dan premium. “Pasokannya kan lewat terminal BBM ya. Yang jelas pasokan tidak terganggu, karena kebakarannya juga bukan skala besar,” terangnya. (rdh/rom/k16)


BACA JUGA

Senin, 24 Februari 2020 14:40

Sinarmas Land Boulevard Diresmikan, Solusi Kemacetan dan Taman Wisata

Bukan cuma diproyeksikan mengurai kemacetan di utara Balikpapan, Sinarmas Land…

Jumat, 21 Februari 2020 14:45

Sepekan, Enam Pengedar Sabu Diringkus

BALIKPAPAN – Seakan tak ada habisnya, kasus peredaran dan penggunaan…

Jumat, 21 Februari 2020 14:44

RSUD Beriman Tambah Unit Kearsipan, Juga Butuh Spesialis Jantung dan Urologi

BALIKPAPAN – Pengembangan dan inovasi layanan terus dilakukan RSUD Beriman.…

Kamis, 20 Februari 2020 12:13

Tahun Ini Giliran Kecamatan Kota, Selatan, dan Timur

BALIKPAPAN--Pencetakan kartu identitas anak (KIA) di sekolah dasar (SD) di…

Rabu, 19 Februari 2020 11:31

PDIP Resmi Usung Duet Rahmad Mas'ud dan Thorari Aziz di Pilkada Balikpapan 2020

SAMARINDA - Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDI Perjuangan menyampaikan tahap…

Rabu, 19 Februari 2020 11:23

Begal Bermodal Nilon

BUKANNYA mendapat untung, aksi percobaan begal Andi Idris (18) malah…

Rabu, 19 Februari 2020 11:22

Rp 400 M untuk Proyek DPU, Kerja Mulai April, November Harus Tuntas

Tak ingin terkendala waktu, Dinas PU mempercepat lelang proyek-proyek fisik…

Rabu, 19 Februari 2020 11:13

Pegang Suket? Segera ke Disdukcapil

  BALIKPAPAN–Dalam sehari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) mencetak…

Selasa, 18 Februari 2020 11:40

Dapat Suntikan Rp 1 M untuk Saluran Sekunder, Proyek DAS Ampal Terganjal Lahan

Salah satu kunci mengurai genangan air di kawasan MT Haryono…

Senin, 17 Februari 2020 12:12

Masa Pemeliharaan hingga Setahun, Jalan dan Drainase Masih Prioritas

BALIKPAPAN—Sejumlah proyek pengerjaan jalan maupun drainase yang dilakukan Dinas Pekerjaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers