MANAGED BY:
MINGGU
22 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Selasa, 20 Agustus 2019 11:14
Aksi di Balik HUT Ke-74 Republik Indonesia
Upacara di Kolam Bekas Tambang, Suarakan Aspirasi hingga Istana Negara
INGATKAN PEMERINTAH: Sejumlah warga asal Sangasanga, Kukar, menggelar aksi lingkungan di Istana Negara. IST

PROKAL.CO, Bermukim di tengah aktivitas eksploitasi sumber daya alam, tak melulu merasa nyaman. Mahalnya harga gas, tak ada SPBU, hingga kesulitan air bersih menjadi santapan sehari-hari warga RT 24, Sangasanga Dalam, Kukar.

 

UPACARA peringatan HUT ke-74 RI oleh warga RT 24, Kelurahan Sangasanga Dalam, di kolam eks tambang menyita perhatian. Keluhan masyarakat terkait hak-hak kebutuhan dasar pun disuarakan. Tak hanya berharap lingkungan sehat dan tidak tercemar, mereka juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar bersubsidi.

Dengan membentangkan bendera Merah Putih selebar 2x5 meter, warga menyampaikan sejumlah aspirasi. Tak hanya para tokoh kampung, juga anak-anak yang merupakan generasi penerus dari Sangasanga. Mereka berbondong-bondong dari rumah menuju lokasi kolam eks tambang yang menjadi lokasi upacara.

Ketua RT 24 Kelurahan Sangasanga Zainuri mengatakan, dipilihnya lokasi kolam eks tambang untuk memperingati upacara HUT RI sebagai bentuk keprihatinan warga terhadap nasib Kota Juang Sangasanga. “Tanah yang telah dibebaskan para pejuang ini, ternyata masyarakat tidak mendapat kemakmuran dari hasil sumber daya alamnya,” terang Zainuri.

Dia pun menceritakan sejumlah ironi yang dihadapi masyarakat. Kecamatan yang kaya sumber daya migas ini, kata dia, tak memiliki SPBU. Jadi, masyarakat harus mendapatkan BBM dengan harga yang lebih mahal dibanding yang ditetapkan pemerintah.

Belum lagi, kata dia, masyarakat masih sulit mendapatkan gas elpiji. Kalaupun ada, harganya dipastikan lebih mahal dibanding harga normal. Padahal, kata dia, bisa jadi gas yang dijual tersebut merupakan hasil perjalanan panjang dari bumi Sangasanga.

Belum lagi, lanjut dia, sejumlah gua serta tempat bersejarah yang menjadi tempat pejuang kemerdekaan bergerilya, ternyata ada yang ditambang. Pada 2004, warga setempat punya sumber air yang sangat bersih tapi sekarang dirusak dengan aktivitas tambang.

“Kami harus membeli air PDAM yang hanya menyala selama enam jam sekali. Itulah ironi tinggal di tanah yang kaya sumber daya alam,” imbuhnya.

Petani, kata dia, terpaksa menyiram tanaman dengan air yang tercemar karena airnya asam dan mengandung zat besi tinggi. Air asam tidak hanya membahayakan tapi juga merusak kesuburan tanah. Akibatnya petani harus mengeluarkan biaya tinggi untuk membeli kapur dan pupuk kandang lebih banyak, agar air asam tidak merusak tanaman.

“Apakah ada kemakmuran yang diberikan pemerintah kepada rakyat Sangasanga di tengah eksplorasi sumber daya alam tersebut? Padahal, jalan rusak di mana-mana. Belum lagi perusahaan begitu sulit mengeluarkan dana CSR-nya kepada masyarakat,” tambahnya.

Seusai upacara, warga menanam pohon di lahan pascatambang di RT 24 yang ditinggalkan begitu saja oleh perusahaan. Lahan pascatambang yang tidak direklamasi itu, kata dia, menjadi simbol bencana bagi masyarakat.

“Selain itu, kami mengirim perwakilan masyarakat Sangasanga untuk menggelar aksi di Istana Negara. Ini juga bentuk penyampaian aspirasi supaya didengar pemerintah pusat,” tutup Zainuri. (qi/kri/k16)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 21 September 2019 12:04

Dana Reboisasi Tak Bisa Dicairkan, Kapolres Minta Perusahaan Membantu Personel dan Sarpras

TANA PASER - Keseriusan stakeholder di Kabupaten Paser menangani kebakaran…

Sabtu, 21 September 2019 12:03

1 Pelaku Karhutla Diungkap Polres Paser

TANA PASER - Satu tersangka pelaku pembakar hutan dan lahan…

Sabtu, 21 September 2019 12:01

Kabut Asap Belum Ganggu Aktivitas Lalu Lintas Air

Aktivitas pelayaran di Bumi Batiwakkal tidak mengalami kendala meski kabut…

Sabtu, 21 September 2019 11:58

THM Itu Bukan Milik Polisi

SANGATTA-Beberapa hari lalu, jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)…

Sabtu, 21 September 2019 11:46

DUH, MIRIS..!! Tiga Kelurahan Masih Membara

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Penajam Paser Utara…

Jumat, 20 September 2019 11:49

Sangkima Kesulitan Air Bersih, Sungai Mengering Hingga Tak Bisa Dilintasi Kapal

Musim kemarau semakin terasa dampaknya bagi warga Kutim. Tak hanya…

Kamis, 19 September 2019 13:16

Ada Kampung Narkoba yang Baru

SAMARINDA–Dalam waktu semalam, tepatnya Jumat (13/9), Polsek Samarinda Ulu berhasil…

Kamis, 19 September 2019 13:11

Kutim Siap Swasembada Pangan

Pusat pemerintahan Indonesia sudah diputuskan di Kaltim. Targetnya, sebelum 2024…

Kamis, 19 September 2019 13:10

Nestapa Atlet Berprestasi, Hampir Setahun, Bonus 14 Cabor Tak Kunjung Cair

SANGATTA-Banyak atlet yang membela Kutim mempersembahkan medali. Namun, janji bonus…

Kamis, 19 September 2019 13:10

Muharram Kembalikan Berkas ke PDIP

TANJUNG REDEB–Tahapan penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*