MANAGED BY:
SELASA
25 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Selasa, 20 Agustus 2019 11:14
Aksi di Balik HUT Ke-74 Republik Indonesia
Upacara di Kolam Bekas Tambang, Suarakan Aspirasi hingga Istana Negara
INGATKAN PEMERINTAH: Sejumlah warga asal Sangasanga, Kukar, menggelar aksi lingkungan di Istana Negara. IST

PROKAL.CO, Bermukim di tengah aktivitas eksploitasi sumber daya alam, tak melulu merasa nyaman. Mahalnya harga gas, tak ada SPBU, hingga kesulitan air bersih menjadi santapan sehari-hari warga RT 24, Sangasanga Dalam, Kukar.

 

UPACARA peringatan HUT ke-74 RI oleh warga RT 24, Kelurahan Sangasanga Dalam, di kolam eks tambang menyita perhatian. Keluhan masyarakat terkait hak-hak kebutuhan dasar pun disuarakan. Tak hanya berharap lingkungan sehat dan tidak tercemar, mereka juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar bersubsidi.

Dengan membentangkan bendera Merah Putih selebar 2x5 meter, warga menyampaikan sejumlah aspirasi. Tak hanya para tokoh kampung, juga anak-anak yang merupakan generasi penerus dari Sangasanga. Mereka berbondong-bondong dari rumah menuju lokasi kolam eks tambang yang menjadi lokasi upacara.

Ketua RT 24 Kelurahan Sangasanga Zainuri mengatakan, dipilihnya lokasi kolam eks tambang untuk memperingati upacara HUT RI sebagai bentuk keprihatinan warga terhadap nasib Kota Juang Sangasanga. “Tanah yang telah dibebaskan para pejuang ini, ternyata masyarakat tidak mendapat kemakmuran dari hasil sumber daya alamnya,” terang Zainuri.

Dia pun menceritakan sejumlah ironi yang dihadapi masyarakat. Kecamatan yang kaya sumber daya migas ini, kata dia, tak memiliki SPBU. Jadi, masyarakat harus mendapatkan BBM dengan harga yang lebih mahal dibanding yang ditetapkan pemerintah.

Belum lagi, kata dia, masyarakat masih sulit mendapatkan gas elpiji. Kalaupun ada, harganya dipastikan lebih mahal dibanding harga normal. Padahal, kata dia, bisa jadi gas yang dijual tersebut merupakan hasil perjalanan panjang dari bumi Sangasanga.

Belum lagi, lanjut dia, sejumlah gua serta tempat bersejarah yang menjadi tempat pejuang kemerdekaan bergerilya, ternyata ada yang ditambang. Pada 2004, warga setempat punya sumber air yang sangat bersih tapi sekarang dirusak dengan aktivitas tambang.

“Kami harus membeli air PDAM yang hanya menyala selama enam jam sekali. Itulah ironi tinggal di tanah yang kaya sumber daya alam,” imbuhnya.

Petani, kata dia, terpaksa menyiram tanaman dengan air yang tercemar karena airnya asam dan mengandung zat besi tinggi. Air asam tidak hanya membahayakan tapi juga merusak kesuburan tanah. Akibatnya petani harus mengeluarkan biaya tinggi untuk membeli kapur dan pupuk kandang lebih banyak, agar air asam tidak merusak tanaman.

“Apakah ada kemakmuran yang diberikan pemerintah kepada rakyat Sangasanga di tengah eksplorasi sumber daya alam tersebut? Padahal, jalan rusak di mana-mana. Belum lagi perusahaan begitu sulit mengeluarkan dana CSR-nya kepada masyarakat,” tambahnya.

Seusai upacara, warga menanam pohon di lahan pascatambang di RT 24 yang ditinggalkan begitu saja oleh perusahaan. Lahan pascatambang yang tidak direklamasi itu, kata dia, menjadi simbol bencana bagi masyarakat.

“Selain itu, kami mengirim perwakilan masyarakat Sangasanga untuk menggelar aksi di Istana Negara. Ini juga bentuk penyampaian aspirasi supaya didengar pemerintah pusat,” tutup Zainuri. (qi/kri/k16)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:38

Jual Sarang Burung Curian ke Teman Korban, Ya Ketahuan Lah...

TENGGARONG - Bukannya meraup untung dari hasil pencurian sarang burung…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:37

Menurut Pengamat, Bupati Edi Punya Hak Penuh Menentukan Cabup Disisa Jabatan

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah sudah menentukan dua figur…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:33

WAHAI PEMUDA..!! Ayok Daftar Jadi Prajurit TNI

TANA PASER - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:31

Sudah 436 ABK Tiongkok Tiba di Pelabuhan Pondong, KKP Pastikan Semuanya Bebas Corona

TANA PASER - Vitalnya penyebaran virus corona yang berasa dari…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:06

Kapal Terbalik Dihantam Ombak, Sohang Hilang

Seorang warga Kelurahan Muara Kembang bernama Sohang, dilaporkan tenggelam di…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Sabu Dikemas Bersama Ikan Asin

TENGGARONG–Sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga. Pepatah tersebut tepat disematkan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Kerajinan Tumpar Makin Berkembang

Dekranasda Kubar mendorong para perajin untuk meningkatkan kualitas produk dengan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:01

Akhir Bulan, DPA Harus Sudah Terkirim

SANGATTA - Batas waktu penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) pada…

Jumat, 31 Januari 2020 14:00

RS SOHC Sangatta Bantah Adanya Pasien Corona

SANGATTA - Rumah Sakit Medika Sangatta atau lebih dikenal SOHC…

Kamis, 30 Januari 2020 15:05

PDAM Danum Taka Jadi Perumda, Tarif Rumah Ibadah Dapat Subsidi Silang

PENAJAM - Transformasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers