MANAGED BY:
MINGGU
22 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Senin, 19 Agustus 2019 10:57
Satu Prajurit Kembali Gugur, KKSB Akui Dalang Serangan

PROKAL.CO, JAKARTA–Satu di antara dua korban yang tertembak oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Jalan Trans Wamena–Habema, Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua gugur. Dia adalah Praka Anumerta Sirwandi M Zahidillah. Prajurit asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), itu gugur setelah berjuang melalui rangkaian operasi yang dilakukan oleh di RSUD Wamena.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cendrawasih Letkol Cpl Eko Daryanto menyampaikan kabar duka tersebut, kemarin (18/8). ”Pukul 21.35 WIT Praka Anumerta Sirwandi korban pengadangan di Mbua meninggal,” terang Eko. Dia meninggal setelah timah panas milik KKSB melesak menembus dada dan perut Sirwandi. ”Meninggal setelah menjalani operasi,” tambahnya.

Eko menyatakan, Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring secara langsung memberikan penghormatan terakhir pada jenazah almarhum Praka Anumerta Sirwandi. Itu dilakukan jenderal bintang dua TNI AD tersebut ketika jenazah Sirwandi masih disemayamkan di Batalyon Infanteri Raider 751/Vira Jaya Sakti di Sentani, Jayapura. Kemarin jenazah Sirwandi tiba di Jayapura sekitar pukul 09.20 WIT.

Jenazah prajurit kelahiran 1996 itu dievakuasi dari Nduga ke Wamena sampai Jayapura. Berdasar catatan TNI AD, lanjut Eko, Sirwandi merupakan prajurit yang menyelesaikan pendidikan secata dengan kejuruan infanteri di Rindam IX/Udayana, empat tahun lalu. Setelah tuntas melalui pendidikan tersebut, dia langsung mendapat penugasan. ”Sebagai tabakpan di Kompi D Batalyon Infanteri Raider 751/Vira Jaya Sakti,” imbuhnya.

Menurut Eko, Sirwandi naik pangkat dari pratu menjadi praka lantaran sudah menuntaskan tugas dengan penuh dedikasi. Dia sudah rela berkorban saat menunaikan tugas di Mbua. Selanjutnya, jenazah almarhum akan dibawa ke kampung halamannya di Lombok. ”Sebagai pendamping jenazah sampai dengan diterima oleh pihak keluarga yaitu Mayor Inf Rofi Irwansyah dan Lettu Inf Rhizal Shanda Santoso,” beber Eko.

Bila tidak melesat dari jadwal, jenazah Sirwandi sudah tiba di Lombok hari ini (19/8). Gugurnya Sirwandi menambah deretan nama aparat TNI dan Polri yang menjadi korban KKSB. Sebelumnya, seorang anggota Polda Papua bernama Hedar juga menjadi korban. Dia meninggal setelah disandera kemudian dibunuh oleh kelompok separatis tersebut. Untuk itu, penindakan terhadap kelompok itu bakal terus dilakukan.

Sementara itu, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom menuturkan, selain penyerangan terhadap TNI, pihaknya juga mengklaim bertanggung jawab atas penembakan terhadap Brigpol Hedar. ”Ya, benar kami juga,” paparnya.

Tak hanya itu, Sebby menyebut, sebenarnya penembakan terhadap TNI tidak hanya terjadi pada 16 Agustus di Danau Hebema. Namun, juga ada penembakan yang terjadi pada 14 Agustus di Gereja Derakma. ”Kami menembak dua prajurit saat berada di dalam gereja,” tuturnya.

Dua prajurit TNI itu kemungkinan besar meninggal. Sebab, ditembak dalam jarak yang cukup dekat. ”Saat itu mereka di sekitar mimbar gereja, tapi entah mengapa tidak ada yang mengeluarkan statement soal itu,” paparnya.

Dia menuturkan, hanya ada satu jalan untuk bisa menyelesaikan persoalan Papua. Yakni, penentuan nasib sendiri. Kalau tidak, semua ini tidak akan berakhir. ”Itu tuntutan kami,” paparnya dihubungi Jawa Pos kemarin.

Bagian lain, pengamat terorisme Al Chaidar menuturkan sama seperti terorisme, gerakan semacam ini tidak hanya memerlukan pendekatan militer. Namun, juga pendekatan yang soft terhadap masyarakat di sekitarnya. ”Agar mereka tidak menjadi korban atau malah tertarik ikut dalam kelompok tersebut,” ujarnya.

Jadi, masyarakat di sekitar wilayah tersebut perlu perlakukan khusus. Untuk memperkuat jiwa nasionalisnya. ”Tentunya, perlu peningkatan kesejahteraan, akses pendidikan yang mudah dan sebagainya,” tutur dia.

Kalau tidak, akan sulit untuk menuntaskan kelompok yang biasa disebut KKSB tersebut. Sebab, setiap gerakan itu amunisinya merupakan dukungan masyarakat. ”Kalau tidak ada dukungan masyarakat, pasti akan mati dengan sendirinya,” ujar dia. (idr/syn/JPG/rom/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 21 September 2019 10:58

Keberadaan Pesawat Rimbun Air Masih Belum Jelas

JAYAPURA-Pencarian terhadap pesawat Rimbun Air jenis Twin Otter DHC6 dengan…

Jumat, 20 September 2019 10:57

Sopir Taksi Perkosa Bocah 9 Tahun

GIANYAR – Bejat. Kata ini nampaknya pantas disematkan atas perilaku…

Jumat, 20 September 2019 09:55

Data Penumpang Bocor, Lion Group Investigasi

JAKARTA– Puluhan juta data penumpang maskapai milik Lion Air Group…

Kamis, 19 September 2019 00:32

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Imam Nahrawi Bantah Terima Duit Suap Sebesar Rp26,5 M

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga…

Rabu, 18 September 2019 12:13

PBB Akui Papua Bagian dari Indonesia

JAKARTA- Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menegaskan tidak ada lagi pembahasan…

Selasa, 17 September 2019 16:30

RUU MD3 Disahkan, Pimpinan MPR Resmi Bertambah

JAKARTA– DPR akhirnya mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga…

Selasa, 17 September 2019 16:17

Minta Tak Serahkan Mandat di Tengah Jalan

JAKARTA– Lima pimpinan KPK hasil pemilihan Komisi III DPR hadir…

Selasa, 17 September 2019 15:11

Kado Hari Anak Nasional, Revisi UU Perkawinan Sah

JAKARTA– Wajah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise…

Senin, 16 September 2019 12:12

Merasa Ditipu Dosennya Sendiri, Dijanjikan PNS Bayar Rp 100 Juta

SLEMAN, - “Malu!”. Itulah yang berulang kali dikatakan Akbar, bukan…

Minggu, 15 September 2019 10:53

Veronica Jawab Tuduhan Polisi Soal Papua dan Rekening Gendut

Veronica Koman akhirnya angkat bicara terkait penetapan dirinya sebagai tersangka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*