MANAGED BY:
MINGGU
23 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Minggu, 18 Agustus 2019 00:40
KLHK Tahan Dua Penambang Ilegal
Tambang ilegal di Muang, Lempake.

PROKAL.CO, SAMARINDA–Dugaan penambangan batu bara ilegal di Samarinda kembali terkuak Jumat (16/8). Dalam lahan seluas 5 hektare di Kampung Muang, Kelurahan Lempake, Samarinda Utara, ditemukan lubang bekas galian dan alat berat.

Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menahan dua orang sebagai penanggung jawabnya. “Selanjutnya kami titipkan ke Polresta Samarinda,” ujar Kepala Balai Gakkum KLHK Kalimantan Subhan.

Dia mengungkapkan, aktivitas tidak berizin itu berlangsung sejak awal 2018. Namun, penambangan ilegal itu belum pernah tersentuh aparat. Aktor utamanya adalah ZN (51). Sementara orang yang bertanggung jawab di lapangan adalah AM (58). “Pertama yang dibawa itu operator alat berat dan AM. Akhirnya datang ZN,” tegasnya.

Diungkapkan Subhan, untuk membongkar praktik tambang ilegal itu, Gakkum KLHK harus menunggu tiga bulan. “Juni kami dapat laporan dari masyarakat. Kami selidiki dan mengumpulkan bahan keterangan. Alhamdulillah terbongkar,” bebernya. “Kalau KPK turun tangan itu bagus. Kami tetap berada di jalur hukum sesuai dengan kewenangan,” tambahnya.

Tim menemukan adanya kegiatan penambangan batu bara pada titik koordinat 00 21’ 38” LS - 117 12’44”BT. “Ekskavator PC 300 dengan operator atas nama Agung saat itu kami temui,” jelas Subhan. Dari lahan seluas 5 hektare, baru sekitar 3 hektare yang dikerjakan. “Sama sekali tak ada izinnya,” sambung dia.

Sebelumnya ada empat lubang di kawasan tersebut. Namun, kini tersisa dua. “Yang dua lubang sudah ditutup. Kalau yang sudah keluar (batu bara) sekitar 10 ribu metrik ton,” ungkap Subhan.

Lahannya yang rusak juga semakin meluas. Emas hitam itu dibawa ke kawasan dekat Bandara APT Pranoto di Samarinda Utara. Ada dua perusahaan yang menerima batu bara ilegal itu. “Kami enggak bisa beberkan secara keseluruhan, karena ada bagian penyidikan lanjutan,” kuncinya.

MINTA KEADILAN

Sementara itu, untuk kasus tambang ilegal yang lain, berkas perkara tersangka berinisial Fer telah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Kaltim. Pria tersebut diduga terlibat aktivitas tambang ilegal. Kasusnya ditangani penyidik Subdit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimusus) Polda Kaltim.

Dari pemeriksaan penyidik, Fer adalah kontraktor tambang batu bara yang beralamat di kawasan Kelurahan Dadi Mulya, Kecamatan Samarinda Ulu. Kuasa hukumnya; Rizky Prasetya dan Suhadi Syam berharap penyidik maupun penuntut umum berani membongkar kasus itu dengan seadil-adilnya.

Sebab, selama proses pemeriksaan, kliennya kooperatif memberikan keterangan dan menjawab pertanyaan penyidik. “Bahkan, untuk pengungkapan kasus ini Fer telah memberikan keterangan dan bukti berupa data-data maupun transfer rekening kepada penyidik tanpa ada yang ditutup-tutupi,” jelas Suhadi kepada Kaltim Post, Kamis (15/8).

Dia menguraikan, melihat bukti-bukti seperti perjanjian dan surat-surat lainnya, tim kuasa hukum menduga ada pihak lain yang keterlibatannya lebih ketimbang Fer. “Ada dugaan keterlibatan pihak lain,” ungkapnya.

“Ada perusahaan lain dan ada pula yang telah mengondisikan pembayaran jetty dan pengondisian dokumen-dokumen tambang. Kami pihak ketiga yang berperan pada kegiatan penambangan tersebut,” jelasnya.

Pihaknya bertanya-tanya, kenapa hanya kliennya ditetapkan tersangka. “Padahal, kegiatan ini berjalan dengan sistematis dan tidak akan berjalan bila tidak ada pihak-pihak lain yang terlibat atas kegiatan tersebut,” urainya.

Kuasa hukum berharap, penegak hukum menerapkan asas praduga tak bersalah dan menerapkan ketentuan hukum yang adil kepada tersangka Fer. “Kami akan terbuka membongkar bukti-bukti keterlibatan pihak lain nanti di pengadilan,” imbuhnya.

Untuk diketahui, dari pemeriksaan penyidik polda, perusahaan tersangka melakukan aktivitas produksi tambang batu bara pada 16 Januari 2019 seluas 2,5 hektare di Desa Loa Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kukar. Dengan titik koordinat E 117° 01’ 31,9” S 00° 23' 06.9.

Rupanya lokasi aktivitas tambang itu berada dalam wilayah izin usaha pertambangan (IUP) OP PT Fajar Bumi Sakti yang saat dicek penyidik, masa berlakunya telah habis. Saat dilakukan pemeriksaan, tersangka tak dapat menunjukkan izin usaha pertambangan. “Aktivitas mereka tak berizin alias ilegal,” jelas Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Ade Yaya Suryana. (*/dra/aim/dwi/k8)

 

loading...

BACA JUGA

Minggu, 23 Februari 2020 09:08

Tambang Ilegal Sudah Beraksi Tiga Minggu, Polisi Amankan Tujuh Orang

TENGGARONG- Jaringan terduga penambang ilegal yang diamankan anggota Polsek Loa…

Minggu, 23 Februari 2020 09:06

Begini Cara Kerja Penambang Ilegal, Kumpulkan 700 Metrik Ton, Angkut dengan Kontainer

SALAH satu terduga otak pelaku aktivitas penambangan ilegal berinisial MB…

Minggu, 23 Februari 2020 08:58

Lubang Maut Terus Merenggut Nyawa, Korban Tenggelam Ke-36 di Eks Kolam Tambang

Dari puluhan kasus korban tewas di lubang bekas tambang, baru…

Minggu, 23 Februari 2020 08:57

Gubernur Jadi Dewan Pengarah Badan Otorita IKN

BALIKPAPAN–Pengesahan regulasi pemindahan ibu kota negara (IKN) molor. Sebelumnya, pemerintah…

Minggu, 23 Februari 2020 08:56

Untuk IKN, Pergub Pengendalian Lahan Dinanti

SELAIN Peraturan Presiden (Perpres) Badan Otorita yang mengawal pemindahan ibu…

Minggu, 23 Februari 2020 08:55

Proyek Dikorupsi, Kualitas Jalan Mengecewakan

BONTANG–Lelang yang bermasalah sejak awal, turut memengaruhi kualitas proyek preservasi…

Sabtu, 22 Februari 2020 17:28

Lubang Tambang Makan Korban Lagi, Satu Pemancing Hilang

SAMARINDA - Lubang sisa galian tambang batubara di Samarinda kembali…

Sabtu, 22 Februari 2020 10:45

YAELLAAA...!! Desember, Kunjungan Wisatawan di Kaltim Hanya 62 Orang

SAMARINDA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat kunjungan wisatawan…

Sabtu, 22 Februari 2020 10:20

PGRI dan MPR Minta Mapel Moral Pancasila Dihidupkan Lagi

JAKARTA- Pendidikan Pancasila sudah lama hilang dalam sistem pendidikan nasional…

Jumat, 21 Februari 2020 14:55

Di RUU CLK, Pesangon Masih Jadi Perdebatan

JAKARTA– Pesangon dan upah minimum  (UP) masih jadi perdebatan dalam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers