MANAGED BY:
JUMAT
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 18 Agustus 2019 00:40
KLHK Tahan Dua Penambang Ilegal
Tambang ilegal di Muang, Lempake.

PROKAL.CO, SAMARINDA–Dugaan penambangan batu bara ilegal di Samarinda kembali terkuak Jumat (16/8). Dalam lahan seluas 5 hektare di Kampung Muang, Kelurahan Lempake, Samarinda Utara, ditemukan lubang bekas galian dan alat berat.

Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menahan dua orang sebagai penanggung jawabnya. “Selanjutnya kami titipkan ke Polresta Samarinda,” ujar Kepala Balai Gakkum KLHK Kalimantan Subhan.

Dia mengungkapkan, aktivitas tidak berizin itu berlangsung sejak awal 2018. Namun, penambangan ilegal itu belum pernah tersentuh aparat. Aktor utamanya adalah ZN (51). Sementara orang yang bertanggung jawab di lapangan adalah AM (58). “Pertama yang dibawa itu operator alat berat dan AM. Akhirnya datang ZN,” tegasnya.

Diungkapkan Subhan, untuk membongkar praktik tambang ilegal itu, Gakkum KLHK harus menunggu tiga bulan. “Juni kami dapat laporan dari masyarakat. Kami selidiki dan mengumpulkan bahan keterangan. Alhamdulillah terbongkar,” bebernya. “Kalau KPK turun tangan itu bagus. Kami tetap berada di jalur hukum sesuai dengan kewenangan,” tambahnya.

Tim menemukan adanya kegiatan penambangan batu bara pada titik koordinat 00 21’ 38” LS - 117 12’44”BT. “Ekskavator PC 300 dengan operator atas nama Agung saat itu kami temui,” jelas Subhan. Dari lahan seluas 5 hektare, baru sekitar 3 hektare yang dikerjakan. “Sama sekali tak ada izinnya,” sambung dia.

Sebelumnya ada empat lubang di kawasan tersebut. Namun, kini tersisa dua. “Yang dua lubang sudah ditutup. Kalau yang sudah keluar (batu bara) sekitar 10 ribu metrik ton,” ungkap Subhan.

Lahannya yang rusak juga semakin meluas. Emas hitam itu dibawa ke kawasan dekat Bandara APT Pranoto di Samarinda Utara. Ada dua perusahaan yang menerima batu bara ilegal itu. “Kami enggak bisa beberkan secara keseluruhan, karena ada bagian penyidikan lanjutan,” kuncinya.

MINTA KEADILAN

Sementara itu, untuk kasus tambang ilegal yang lain, berkas perkara tersangka berinisial Fer telah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Kaltim. Pria tersebut diduga terlibat aktivitas tambang ilegal. Kasusnya ditangani penyidik Subdit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimusus) Polda Kaltim.

Dari pemeriksaan penyidik, Fer adalah kontraktor tambang batu bara yang beralamat di kawasan Kelurahan Dadi Mulya, Kecamatan Samarinda Ulu. Kuasa hukumnya; Rizky Prasetya dan Suhadi Syam berharap penyidik maupun penuntut umum berani membongkar kasus itu dengan seadil-adilnya.

Sebab, selama proses pemeriksaan, kliennya kooperatif memberikan keterangan dan menjawab pertanyaan penyidik. “Bahkan, untuk pengungkapan kasus ini Fer telah memberikan keterangan dan bukti berupa data-data maupun transfer rekening kepada penyidik tanpa ada yang ditutup-tutupi,” jelas Suhadi kepada Kaltim Post, Kamis (15/8).

Dia menguraikan, melihat bukti-bukti seperti perjanjian dan surat-surat lainnya, tim kuasa hukum menduga ada pihak lain yang keterlibatannya lebih ketimbang Fer. “Ada dugaan keterlibatan pihak lain,” ungkapnya.

“Ada perusahaan lain dan ada pula yang telah mengondisikan pembayaran jetty dan pengondisian dokumen-dokumen tambang. Kami pihak ketiga yang berperan pada kegiatan penambangan tersebut,” jelasnya.

Pihaknya bertanya-tanya, kenapa hanya kliennya ditetapkan tersangka. “Padahal, kegiatan ini berjalan dengan sistematis dan tidak akan berjalan bila tidak ada pihak-pihak lain yang terlibat atas kegiatan tersebut,” urainya.

Kuasa hukum berharap, penegak hukum menerapkan asas praduga tak bersalah dan menerapkan ketentuan hukum yang adil kepada tersangka Fer. “Kami akan terbuka membongkar bukti-bukti keterlibatan pihak lain nanti di pengadilan,” imbuhnya.

Untuk diketahui, dari pemeriksaan penyidik polda, perusahaan tersangka melakukan aktivitas produksi tambang batu bara pada 16 Januari 2019 seluas 2,5 hektare di Desa Loa Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kukar. Dengan titik koordinat E 117° 01’ 31,9” S 00° 23' 06.9.

Rupanya lokasi aktivitas tambang itu berada dalam wilayah izin usaha pertambangan (IUP) OP PT Fajar Bumi Sakti yang saat dicek penyidik, masa berlakunya telah habis. Saat dilakukan pemeriksaan, tersangka tak dapat menunjukkan izin usaha pertambangan. “Aktivitas mereka tak berizin alias ilegal,” jelas Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Ade Yaya Suryana. (*/dra/aim/dwi/k8)

 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 19 September 2019 11:46

Agar Para Korban Kabut Asap Tetap Bisa Hirup Udara Segar

Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret tergerak membantu para korban kabut…

Kamis, 19 September 2019 11:16

ALHAMDULILLAH...BMKG Bilang, 3 Hari Kedepan Ada Potensi Hujan di Kalimantan dan Sumatera

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi…

Kamis, 19 September 2019 11:12

Kunjungan Presiden Tidak Membuahkan Hasil

PANGKALANKERINCI  - Kunjungan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke Kabupaten…

Kamis, 19 September 2019 11:09

Kontak Tembak di Ilaga, Warga Sipil Jadi Korban

JAYAPURA-Kontak tembak dilaporkan terjadi di Kampung Olenki Muara, Distrik Ilaga,…

Rabu, 18 September 2019 14:20

Berjuang Masuk Tim di Periode Baru

BALIKPAPAN-Setelah dibentuk Senin (16/9) lalu, tim Panitia Khusus (Pansus) DPR…

Rabu, 18 September 2019 14:19

Polisi Sudah Tetapkan 9 Tersangka

SAMARINDA–Kabut asap telah menyebar dan menyelimuti langit Kaltim sepekan terakhir.…

Rabu, 18 September 2019 14:15

Bandara Buka, Penerbangan Tutup

DAMPAK kabut asap membuat seluruh penerbangan di Bandara APT Pranoto…

Rabu, 18 September 2019 14:08
OTT Balikpapan Bergulir di Samarinda

Kasus Hakim PN Balikpapan yang Terima Suap Mulai Diadili

SAMARINDA – Operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang menyeret Kayat,…

Rabu, 18 September 2019 14:00

Bunuh Pacar, Kodok Divonis 14 Tahun Penjara

SINGARAJA- Kadek Indra Jaya alias Kodok, 21 akhirnya divonis hukuman…

Rabu, 18 September 2019 13:38
Polemik Revisi UU nomor 30/2002 tentang KPK

Pemberantasan Korupsi Lumpuh, Publik Berancang-Ancang Judicial Review

JAKARTA– Polemik revisi UU nomor 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*