MANAGED BY:
JUMAT
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Minggu, 18 Agustus 2019 00:12
Pasca Idul Adha, Harga Cabai Masih Meroket
MASIH TINGGI: Pedagang di Pasar Sangatta Selatan saat melayani pembeli

PROKAL.CO, Lela Ratu Simi/KP

SANGATTA - Hampir sepekan pasca Lebaran Idul Adha 1440 H, harga cabai masih tergolong tinggi, di tengah tren penurunan harga sejumlah bahan pangan. Diketahui,   cabai masih mencapai Rp 100 ribu per kilogram. 

Segala jenis cabai masih tergolong mahal, termasuk cabai keriting yang menembus Rp 90 ribu per kilogram dan cabai merah besar Rp 80 ribu. 

Hal itu dikatakan oleh pedagang yang melapak di Pasar Sangatta Selatan. Ratimi (54) menyebutkan lonjakan harga terjadi tiga hari sebelum lebaran kurban. Namun, hingga hari ini hanya turun sedikit. 

"Harga normalnya cuma Rp 30 ribu, tapi saat mau lebaran naik jadi Rp 120 ribu, sekarang turun jadi Rp 110 ribu. Tetap saja masih mahal," katanya.

Dia tidak mengetahui penyebab kenaikan tersebut. Menurutnya, harga tinggi sudah ia dapatkan dari tengkulak tempatnya membeli bahan pokok. Padahal, sejumlah komoditas lain mulai berangsur stabil ke harga lama. Sehingga, hal ini berdampak pada penurunan daya beli masyarakat yang menyebabkan kerugian baginya. 

"Langka mungkin karena kemarau, tapi saya tidak tahu juga benar apa tidak. Makanya masih mahal, sedikit juga yang beli, yang ada saya rugi. Cabainya busuk semua," keluhnya. 

Adapun harga komoditas lain yang dijajakan di pasar tersebut tergolong normal, seperti bawang merah Rp 25 ribu per kilogram, bawang putih Rp 28 ribu per kilogram, telur ayam Rp 53 ribu per rak, dan sayur-mayur masih standard. 

Hal senada dikeluhkan oleh Umi Rida, warga Jalan Masabang Sangatta Selatan. Dirinya harus berpuasa mengkonsumsi sambel. Sebab harga cabai dianggap tidak normal. 

"Terlalu membudaya, kalau mau ada perayaan pasti naik harga. Biar saja keluarga saya tidak makan sambel. Harga cabai sama daging sapi kok sama," tandasnya. (*/la)

 


BACA JUGA

Kamis, 17 Oktober 2019 12:24

Atlet Berprestasi Terancam Tidak Ikuti World Cup

SANGATTA - Sering mengharumkan nama Kutim bahkan nama besar Indonesia…

Kamis, 17 Oktober 2019 12:24

Komentari Kasus Wiranto, IRT Kutim Diperiksa Polisi

SANGATTA - Menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia,…

Kamis, 17 Oktober 2019 12:22

Jalan Umum Bukan untuk Hauling

Angkutan batu bara dan kelapa sawit kembali meramaikan jalan umum.…

Kamis, 17 Oktober 2019 12:21

Kukar Makin Terbuka

  TAK hanya membangun jaringan jalan antarkecamatan, momentum penetapan wilayah…

Kamis, 17 Oktober 2019 12:21

DUH JAUHNYA..!! Untuk Vaksin Saja, Jamaah Harus ke Samarinda

SENDAWAR – Belum ada pelayanan suntik vaksin meningitis bagi calon…

Kamis, 17 Oktober 2019 12:18

Pembangunan Tugu Simpang Lima Kota Habiskan Rp 1,8 M

TANA PASER - Setelah hampir 10 tahun lebih tugu di…

Rabu, 16 Oktober 2019 11:47

KPU Paser Sayembarakan Maskot Pilkada

TANA PASER - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Paser berupaya…

Rabu, 16 Oktober 2019 11:45

Paser Masih Minus Produksi Beras

TANA PASER - Kebutuhan beras di Kabupaten Paser masih belum…

Selasa, 15 Oktober 2019 13:21

Warga Sudah 20 Tahun Menanti Jembatan

Usia Kutim sudah menginjak 20 tahun. Selama itu pula polemik…

Selasa, 15 Oktober 2019 13:18

Karapas Penyu Dijual Bebas, Penjualnya Berdalih Berdalih Tak Tahu Ada Aturan

TANJUNG REDEB-Penyu, satu di antara sekian banyak binatang yang dilindungi.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*