MANAGED BY:
SABTU
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Minggu, 18 Agustus 2019 00:06
Lahan Dipakai Warga, Perjelas Status Lahan Pulau Kakaban
Wisata di Pulau Kakaban. di pulau ini ada warga yang berkebun dan mengklaim lahan.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Persoalan kepemilikan lahan di Pulau Kakaban yang muncul belakangan ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau. Bahkan dua pekan lalu, pemkab melakukan rapat antar instansi untuk mencari solusi permasalahan tersebut.

Sekretaris Dinas Perikanan Berau, Yunda Zuliarsih mengatakan, Pemkab Berau sudah membentuk tim yang bertujuan untuk memperjelas status lahan di Pulau Kakaban. Dalam tim itu terdapat beberapa instansi dan lembaga vertikal. Di antaranya; Bagian Hukum Setda Berau, Dinas Perikanan, Dinas Pertanahan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Badan Pertanahan Nasional serta Kejaksaan Negeri.

“Langkah awal yang akan dilakukan melakukan identifikasi ulang persoalan yang ada di Pulau Kakaban,” kata Yunda,  kepada awak media ini.

Identifikasi ini diterangkannya, untuk menegaskan status Pulau Kakaban, sekaligus melakukan sosialisasi dengan masyarakat mengenai Peraturan Kementrian Kelautan dan Perikanan tentang Konservasi. Maupun peraturan-peraturan lainnya yang berhubungan langsung dengan Pulau Kakaban.

Dari data yang ada, lanjut Yunda, saat ini Pulau Kakaban telah masuk dalam kawasan konservasi pesisir atau zona hijau yang pemanfaatannya terbatas. “Ada bagian sedikit di atas danau yang masuk zona inti,” ucapnya.

Penetapan wilayah konservasi itu menurut Yunda merupakan buah dari hasil usulan Pemkab Berau. “Jadi di awal ceritanya itu kita sudah beberapa kali bertemu dengan masyarakat. Dan kami telah melibatkan mereka untuk penetapan itu. Jadi proses cukup panjang,” jelasnya.

“Dan berdasarkan aturan, sebuah pulau itu tidak boleh ada masyarakat yang memiliki. Karena itu milik negara,” sambungnya. Namun, apabila sebelumnya ada masyarakat yang sudah terlanjur mengelola dengan menanam tanaman di sebuah pulau, maka bisa mengelola tanaman tersebut hingga mati. Tetapi dilarang melakukan penanaman kembali.

“Misalnya ada tanam pohon kelapa, boleh dikelola sampai tanaman kelapa itu mati. Kemudian tidak boleh menanam kembali. Kepemilikan lahan di pulau juga sama sekali tidak boleh,” pungkasnya. (arp)


BACA JUGA

Sabtu, 21 September 2019 12:04

Dana Reboisasi Tak Bisa Dicairkan, Kapolres Minta Perusahaan Membantu Personel dan Sarpras

TANA PASER - Keseriusan stakeholder di Kabupaten Paser menangani kebakaran…

Sabtu, 21 September 2019 12:03

1 Pelaku Karhutla Diungkap Polres Paser

TANA PASER - Satu tersangka pelaku pembakar hutan dan lahan…

Sabtu, 21 September 2019 12:01

Kabut Asap Belum Ganggu Aktivitas Lalu Lintas Air

Aktivitas pelayaran di Bumi Batiwakkal tidak mengalami kendala meski kabut…

Sabtu, 21 September 2019 11:58

THM Itu Bukan Milik Polisi

SANGATTA-Beberapa hari lalu, jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)…

Sabtu, 21 September 2019 11:46

DUH, MIRIS..!! Tiga Kelurahan Masih Membara

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Penajam Paser Utara…

Jumat, 20 September 2019 11:49

Sangkima Kesulitan Air Bersih, Sungai Mengering Hingga Tak Bisa Dilintasi Kapal

Musim kemarau semakin terasa dampaknya bagi warga Kutim. Tak hanya…

Kamis, 19 September 2019 13:16

Ada Kampung Narkoba yang Baru

SAMARINDA–Dalam waktu semalam, tepatnya Jumat (13/9), Polsek Samarinda Ulu berhasil…

Kamis, 19 September 2019 13:11

Kutim Siap Swasembada Pangan

Pusat pemerintahan Indonesia sudah diputuskan di Kaltim. Targetnya, sebelum 2024…

Kamis, 19 September 2019 13:10

Nestapa Atlet Berprestasi, Hampir Setahun, Bonus 14 Cabor Tak Kunjung Cair

SANGATTA-Banyak atlet yang membela Kutim mempersembahkan medali. Namun, janji bonus…

Kamis, 19 September 2019 13:10

Muharram Kembalikan Berkas ke PDIP

TANJUNG REDEB–Tahapan penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*