MANAGED BY:
MINGGU
23 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Minggu, 18 Agustus 2019 00:06
Lahan Dipakai Warga, Perjelas Status Lahan Pulau Kakaban
Wisata di Pulau Kakaban. di pulau ini ada warga yang berkebun dan mengklaim lahan.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Persoalan kepemilikan lahan di Pulau Kakaban yang muncul belakangan ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau. Bahkan dua pekan lalu, pemkab melakukan rapat antar instansi untuk mencari solusi permasalahan tersebut.

Sekretaris Dinas Perikanan Berau, Yunda Zuliarsih mengatakan, Pemkab Berau sudah membentuk tim yang bertujuan untuk memperjelas status lahan di Pulau Kakaban. Dalam tim itu terdapat beberapa instansi dan lembaga vertikal. Di antaranya; Bagian Hukum Setda Berau, Dinas Perikanan, Dinas Pertanahan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Badan Pertanahan Nasional serta Kejaksaan Negeri.

“Langkah awal yang akan dilakukan melakukan identifikasi ulang persoalan yang ada di Pulau Kakaban,” kata Yunda,  kepada awak media ini.

Identifikasi ini diterangkannya, untuk menegaskan status Pulau Kakaban, sekaligus melakukan sosialisasi dengan masyarakat mengenai Peraturan Kementrian Kelautan dan Perikanan tentang Konservasi. Maupun peraturan-peraturan lainnya yang berhubungan langsung dengan Pulau Kakaban.

Dari data yang ada, lanjut Yunda, saat ini Pulau Kakaban telah masuk dalam kawasan konservasi pesisir atau zona hijau yang pemanfaatannya terbatas. “Ada bagian sedikit di atas danau yang masuk zona inti,” ucapnya.

Penetapan wilayah konservasi itu menurut Yunda merupakan buah dari hasil usulan Pemkab Berau. “Jadi di awal ceritanya itu kita sudah beberapa kali bertemu dengan masyarakat. Dan kami telah melibatkan mereka untuk penetapan itu. Jadi proses cukup panjang,” jelasnya.

“Dan berdasarkan aturan, sebuah pulau itu tidak boleh ada masyarakat yang memiliki. Karena itu milik negara,” sambungnya. Namun, apabila sebelumnya ada masyarakat yang sudah terlanjur mengelola dengan menanam tanaman di sebuah pulau, maka bisa mengelola tanaman tersebut hingga mati. Tetapi dilarang melakukan penanaman kembali.

“Misalnya ada tanam pohon kelapa, boleh dikelola sampai tanaman kelapa itu mati. Kemudian tidak boleh menanam kembali. Kepemilikan lahan di pulau juga sama sekali tidak boleh,” pungkasnya. (arp)


BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:38

Jual Sarang Burung Curian ke Teman Korban, Ya Ketahuan Lah...

TENGGARONG - Bukannya meraup untung dari hasil pencurian sarang burung…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:37

Menurut Pengamat, Bupati Edi Punya Hak Penuh Menentukan Cabup Disisa Jabatan

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah sudah menentukan dua figur…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:33

WAHAI PEMUDA..!! Ayok Daftar Jadi Prajurit TNI

TANA PASER - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:31

Sudah 436 ABK Tiongkok Tiba di Pelabuhan Pondong, KKP Pastikan Semuanya Bebas Corona

TANA PASER - Vitalnya penyebaran virus corona yang berasa dari…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:06

Kapal Terbalik Dihantam Ombak, Sohang Hilang

Seorang warga Kelurahan Muara Kembang bernama Sohang, dilaporkan tenggelam di…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Sabu Dikemas Bersama Ikan Asin

TENGGARONG–Sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga. Pepatah tersebut tepat disematkan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Kerajinan Tumpar Makin Berkembang

Dekranasda Kubar mendorong para perajin untuk meningkatkan kualitas produk dengan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:01

Akhir Bulan, DPA Harus Sudah Terkirim

SANGATTA - Batas waktu penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) pada…

Jumat, 31 Januari 2020 14:00

RS SOHC Sangatta Bantah Adanya Pasien Corona

SANGATTA - Rumah Sakit Medika Sangatta atau lebih dikenal SOHC…

Kamis, 30 Januari 2020 15:05

PDAM Danum Taka Jadi Perumda, Tarif Rumah Ibadah Dapat Subsidi Silang

PENAJAM - Transformasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers