MANAGED BY:
RABU
26 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

BALIKPAPAN

Jumat, 16 Agustus 2019 10:00
Eksepsi Muncikari Ditolak JPU

PROKAL.CO, BALIKPAPAN- Jaksa penuntut umum (JPU) menolak eksepsi yang disampaikan kuasa hukum Eddy Natal alias Edo (45), terdakwa kasus dugaan praktik prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur.

Persidangan yang digelar Kamis (15/8) di Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan itu agendanya mendengarkan tanggapan JPU atas eksepsi kuasa hukum terdakwa pada persidangan sebelumnya.

“Kami menolak. Karena sudah dalam dakwaan,” ujar JPU Denny Situmorang. Majelis hakim yang diketuai Bambang Setyo dan hakim anggota I Ketut Mardika kemudian menunda persidangan, dan akan membacakan putusan sela pekan depan.

Mangara Maidlando Gultom selaku kuasa hukum terdakwa menyebut, isi eksepsi yakni keberatan atas banyaknya perbedaan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) kepolisian dengan dakwaan.

“Faktanya, terdakwa menerima Rp 900 ribu untuk uang transportasi dan penjemputan, sementara di dakwaan menjadi Rp 1 juta,” jelasnya. Selain itu, kliennya tidak menyebut saat BAP jika terdakwa berprofesi muncikari selama 20 tahun.

“Klien saya bekerja event organizer (EO),” imbuhnya. Di BAP, terdakwa tidak membawa tiga orang perempuan saat kejadian. Hanya dua perempuan, dan sudah dewasa.

“Tidak ada perempuan di bawah umur. Secara fakta hukum dan di BAP, tidak ada transaksi seks,” urainya.

Diwartakan sebelunya, Edo warga Jalan Masjid Ar Raudah, Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan itu diamankan anggota Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres Balikpapan, 27 April 2019 di kawasan Balikpapan Super Blok (BSB), karena diduga menjadi penyedia kencan semalam. Untuk satu kali kencan singkat atau short time, Edo meminta bayaran Rp 2 juta.

Ketika harga telah disepakati, Edo akan meminta uang pembayaran di muka. Biasanya 50 persen atau Rp 1 juta. Itu masih ditambah Rp 500 ribu dari perempuan yang dia pasarkan. Selain menangkap sang muncikari, petugas menahan tiga perempuan berinisial LV (16), YA (24), dan KR (30).

LV dan YA merupakan warga Balikpapan. Sementara KR adalah warga Sulawesi Tengah. Penyidik juga menyita Rp 800 ribu, satu handphone, dan 24 cuplikan percakapan di ponsel sebagai barang bukti. Untuk modus operandinya, Edo yang mencari klien. Setelah sepakat, kemudian transaksi dilakukan di salah satu hotel yang ditentukan.

Terdakwa dijerat Pasal 2 UU RI No 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Pasal 506 KUHP. (aim/ms)


BACA JUGA

Selasa, 25 Februari 2020 15:10

Jalan Sinar Mas Land Boulevard Difungsikan, Sayonara Macet, Genjot Mobilitas Warga

BALIKPAPAN mendapat hadiah monumental pada peringatan hari jadinya ke-123. Kemarin…

Selasa, 25 Februari 2020 14:41

Polda Kaltim Tetapkan Dua Tersangka, Merasa Jadi Korban, Bank Bukopin Ikut Buat Laporan

“Sudah dua orang ditetapkan sebagai tersangka. Hingga kini ada 20…

Selasa, 25 Februari 2020 14:33

Anjungan Kapal, Spot Wisata Baru di Kampung Pinisi

Objek wisata Kampung Pinisi telah menarik perhatian wisatawan. Sebagai inovasi,…

Selasa, 25 Februari 2020 14:31

Bocor, Pipa PDAM di Agung Tunggal Diperbaiki, 45 Persen Pelanggan Terganggu

BALIKPAPAN – Tekanan dari kendaraan yang sering melintas beresiko besar…

Selasa, 25 Februari 2020 14:31

Bocor, Pipa PDAM di Agung Tunggal Diperbaiki, 45 Persen Pelanggan Terganggu

BALIKPAPAN – Tekanan dari kendaraan yang sering melintas beresiko besar…

Selasa, 25 Februari 2020 14:29

Waspada, Awal Tahun 250 Kasus DBD, Sudah Tiga Pasien Meninggal

Musim penghujan tiba. Demam berdarah dengue pun kembali menghantui. Warga…

Selasa, 25 Februari 2020 14:27

Belum Ada Perda, Polisi Tak Berwenang, Pengetap Cuma Kena Tilang

BALIKPAPAN - Menindaklanjuti keresahan akibat ulah pengetap yang menggunakan sepeda…

Senin, 24 Februari 2020 14:42

Baru dan Perpanjangan, Bikin SIM Harus Tes Psikologi, Berlaku sejak 1 Maret

BALIKPAPAN – Berbeda dari sebelumnya, saat ini ada persyaratan baru…

Senin, 24 Februari 2020 14:41

Rekrutmen PPPK Masih Tarik-Ulur, Ini Kendalanya

BALIKPAPAN – Pegawai pemerintah dengan perjanjian perja (PPPK) memang masih…

Senin, 24 Februari 2020 14:41

Proyek Amphitheater Tak Selesai, Kontraktor Di-blacklist

BALIKPAPAN - Komisi II DPRD Balikpapan akan mengawal pembangunan amphitheater…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers