MANAGED BY:
KAMIS
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 16 Agustus 2019 09:43
Penetapan Ibu Kota Negara, Pusat Sreg Kaltim

Kajian Bappenas Harusnya Jadi Acuan

PROKAL.CO, SAMARINDA–Pengumuman penetapan ibu kota negara masih jadi teka-teki. Meski santer dikabarkan akan diumumkan Presiden Joko Widodo saat pidato kenegaraan Jumat, 16 Agustus 2019 di Gedung DPR/MPR. Sebagai kandidat terkuat yang memiliki banyak keunggulan dibanding Provinsi Kalteng dan Kalsel, masyarakat Kaltim kian optimistis.

Dikonfirmasi jelang sidang tahunan MPR besok, anggota Komisi VII DPR RI Dapil Kaltim Ihwan Datu Adam mengatakan, semua pejabat di pusat sudah tahu jika Kaltim lebih layak. Hal itu tak lepas dari temuan tim Kementerian PPN/Bappenas setelah meninjau Tahura Bukit Soeharto, Kaltim. Di lokasi tersebut, Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro memaparkan beberapa kelebihan sehingga menjadi kandidat ibu kota negara.

Yaitu dekat dengan dua bandara besar di Samarinda dan Balikpapan. Lalu, dekat dengan akses Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, dan dekat dengan Pelabuhan Semayang Balikpapan. Keunggulan lainnya adalah ketersediaan infrastruktur jaringan energi dan air bersih, struktur demografi heterogen.

Sebagian besar merupakan pendatang, lokasi delineasi dilewati ALKI II di sekitar Selat Makassar, bebas hutan, bencana alam gempa bumi dan kebakaran. “Kami sudah melakukan lobi-lobi. Dengan semua pihak sudah ditempuh (kementerian hingga istana). Termasuk lobi politik. Peluang Kaltim mencapai 99 persen (menjadi ibu kota negara). 1 persennya doa dan keputusan politik (presiden),” ungkap politikus Demokrat itu.

Menurut Ihwan, jika keputusan diambil berdasarkan analisis plus-minus oleh Kementerian PPN/Bappenas, maka Kaltim sudah pasti terpilih.

Karena itu Ihwan menegaskan, seluruh fraksi di DPR RI mendukung Kaltim sebagai ibu kota negara. Semua pandangan mengarah kepada provinsi ini.

“Keunggulan Kaltim banyak. Mulai lokasi, sumber air yang memadai dan dukungan infrastruktur. Kaltim bukan daerah konflik dan rawan bencana. Kalau Bung Karno (Soekarno; presiden RI pertama) masih hidup, saya yakin beliau memilih Kaltim,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, anggota Komisi II DPRD Kaltim Muspandi menuturkan, jika memang pilihan jatuh ke Benua Etam, maka penataan SDM menjadi prioritas utama. “SDM ini paling penting. Kesiapan bukan hanya lokasi saja,” kata dia.

Menurutnya, migrasi ASN pusat yang diperkirakan mencapai 1,5 juta harus diimbangi dengan sikap dan skill oleh SDM lokal. “Kalau tidak disiapkan dengan matang, SDM Kaltim akan tertinggal,” jelas politikus PAN itu. Menurutnya, perlu pelatihan khusus agar SDM di Kaltim dapat bersaing. Khususnya di bidang infrastruktur.

“Sosialisasi kepada masyarakat harus ditingkatkan. Jangan sampai budaya lokal hilang. Ini harus dipertahankan,” tutur Muspandi. Sementara itu, jelang detik-detik penetapan lokasi ibu kota negara, Majelis Rakyat Kaltim Berdaulat (MRKB) kemarin menyatakan siap. MRKB merekomendasikan Presiden agar memilih Provinsi Kaltim sebagai ibu kota negara yang baru.

“Kami berharap rencana pemindahan ibu kota negara bukan sekadar wacana atau jualan politik belaka. Presiden Jokowi sebaiknya fokus dan serius untuk merealisasikan pemindahan ibu kota negara," kata Ketua Umum MKRB Mohammad Djailani.

Dia berharap, apa yang telah dilontarkan Presiden jika ibu kota negara pasti pindah ke Kalimantan harus jelas ujungnya. Apalagi sudah melakukan peninjauan langsung. Termasuk ke Kaltim.

Dia menegaskan, jika pemerintah pusat serius, maka Kabinet Indonesia Kerja periode 2019-2024 presiden menunjuk menteri negara khusus percepatan perpindahan ibu kota negara. “Kalau Pak Jokowi akhirnya memilih Kaltim, kami siap memberi pendampingan dalam percepatan pembangunan. Misalnya, menyiapkan SDM, perencanaan tata ruang serta pengelolaan lingkungan,” ungkap dia.

Pihaknya pun sudah merekomendasikan sejumlah tokoh putra daerah Kaltim sebagai menteri khusus yang siap membantu percepatan tersebut. Yakni Irianto Lambrie (Gubernur Kaltara), Isran Noor (Gubernur Kaltim), Hetifah Sjaifudian (anggota DPR RI), Prof Masjaya (Rektor Unmul), Rudy Mas'ud (anggota DPR RI, Ismail Thomas (anggota DPR RI) serta Aji Sofyan Effendi (ekonom Unmul). Ketujuh nama tersebut, lanjut dia, merupakan tokoh-tokoh yang telah diinventarisasi oleh MRKB.

“Memang presiden memiliki keputusan. Menjadi hak prerogatif Pak Jokowi. Tapi, kami tetap berharap tokoh yang dipilih adalah putra daerah asli Kalimantan Timur,” tutup Djailani. (dq/riz/k15)


BACA JUGA

Kamis, 19 September 2019 13:20
Perkara OTT KPK di PN Balikpapan

Kayat Empat Kali Tagih Suap Vonis Bebas

SAMARINDA–Hiruk pikuk yang menggelayuti KPK akhir-akhir ini tak mengendurkan pemberantasan…

Kamis, 19 September 2019 11:46

Agar Para Korban Kabut Asap Tetap Bisa Hirup Udara Segar

Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret tergerak membantu para korban kabut…

Kamis, 19 September 2019 11:16

ALHAMDULILLAH...BMKG Bilang, 3 Hari Kedepan Ada Potensi Hujan di Kalimantan dan Sumatera

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi…

Kamis, 19 September 2019 11:12

Kunjungan Presiden Tidak Membuahkan Hasil

PANGKALANKERINCI  - Kunjungan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke Kabupaten…

Kamis, 19 September 2019 11:09

Kontak Tembak di Ilaga, Warga Sipil Jadi Korban

JAYAPURA-Kontak tembak dilaporkan terjadi di Kampung Olenki Muara, Distrik Ilaga,…

Rabu, 18 September 2019 14:20

Berjuang Masuk Tim di Periode Baru

BALIKPAPAN-Setelah dibentuk Senin (16/9) lalu, tim Panitia Khusus (Pansus) DPR…

Rabu, 18 September 2019 14:19

Polisi Sudah Tetapkan 9 Tersangka

SAMARINDA–Kabut asap telah menyebar dan menyelimuti langit Kaltim sepekan terakhir.…

Rabu, 18 September 2019 14:15

Bandara Buka, Penerbangan Tutup

DAMPAK kabut asap membuat seluruh penerbangan di Bandara APT Pranoto…

Rabu, 18 September 2019 14:08
OTT Balikpapan Bergulir di Samarinda

Kasus Hakim PN Balikpapan yang Terima Suap Mulai Diadili

SAMARINDA – Operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang menyeret Kayat,…

Rabu, 18 September 2019 14:00

Bunuh Pacar, Kodok Divonis 14 Tahun Penjara

SINGARAJA- Kadek Indra Jaya alias Kodok, 21 akhirnya divonis hukuman…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*