MANAGED BY:
SELASA
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 16 Agustus 2019 09:40
Kebakaran di Area Kilang Pertamina, Ganggu Produksi dan Distribusi..?? Ternyata...

Wali Kota Minta Laporan Resmi

Kebakaran di Kilang Minyak Balikpapan, 15 Agustus kemarin.

BALIKPAPAN – Meski sudah ditangani, kebakaran di area kilang Pertamina membuat Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi kaget. Warga Kota Minyak masih trauma peristiwa tumpahnya minyak dan terbakarnya Teluk Balikpapan pada 31 Maret 2018 lalu.

"Kita waswas," kata Rizal, kemarin (15/8). Dia sudah meminta Pertamina membuat laporan resmi kepada dirinya. Harus secepat mungkin. Supaya dia bisa menjelaskan kepada masyarakat. Meskipun masih dalam tahap investigasi, namun ada dugaan indikasi kelalaian prosedur sehingga terjadi kebakaran. "Kan ada kesan SOP (standar operasional prosedur) kurang bagus itu," sebut Rizal.

Menurut Rizal, jika memang ada kebocoran pipa dan dilakukan perbaikan, seperti pengelasan, seharusnya dipikirkan mengenai percikan apinya. Jangan sampai terjadi kelalaian yang mengakibatkan kejadian seperti kemarin. "Ini kan peristiwa kedua, ya. Harusnya Pertamina mengecek SOP ini," katanya.

Rizal pun sudah menginstruksikan instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memeriksa dampak kebakaran di area kilang. Terhadap perubahan kondisi lingkungan, khususnya potensi terjadinya pencemaran udara.

"Sudah saya minta Pak Sur (Kepala DLH Balikpapan Suryanto) dan teman-teman untuk turun. Karena asapnya hitam sekali itu," ujar Rizal.

Kepulan asap ini yang membuat warga yang bermukim di RT 39, Kelurahan Karang Jati, Balikpapan Tengah, sempat panik. Apalagi selain asap, warga mengaku menghirup aroma minyak. Lokasi kebakaran hanya berjarak 500 meter dari permukiman.

"Kejadian jam sembilan lebih. Saya kaget lihat asap hitam tebal dan langsung membangunkan istri dan anak untuk keluar rumah," kata warga RT 39, Muhidin.

Warga lainnya, Tono, mengatakan bahwa sempat melihat api di dalam kepulan asap tebal. Setelah padam, asap hitam sempat memutih. Selang beberapa waktu, api kembali menyala dan semakin membesar sekira pukul 11.00 Wita. Lalu padam total sekira pukul 12.30 Wita.

"Sempat mati apinya. Kami tenang saja. Tapi kok tiba-tiba menyala lagi, bahkan makin besar," kata Tono.

Tono menyebut, sebelumnya warga memang mendapat imbauan dari Pertamina. Pada 26 Juli hingga 22 Agustus dilakukan kegiatan perawatan rutin kilang Pertamina RU V Balikpapan. Namun, dirinya tidak menyangka yang terjadi seperti ini.

"Memang satu minggu lalu ada imbauan dari Pertamina soal pembuangan limbah atau buang kotoran. Tapi gak seperti ini," katanya.

Akibat kebakaran ini, aliran listrik di kawasan Karang Anyar pun sempat dipadamkan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak panas yang timbul. Pemadaman ini juga dirasakan warga yang bermukim di RT 39 yang berbatasan tembok dengan area kilang.

Selama kejadian, dari pantauan media, para pekerja Refinery Development Master Plan (RDMP) yang berada di area kilang langsung dievakuasi. Salah seorang karyawan RDMP, Farhan, mengaku sempat panik dan kaget melihat kebakaran di area tempat bekerja. Dia dan pekerja diminta meninggalkan area itu.

"Perintahnya dari dalam disuruh keluar semua, karena asap dan apinya menyebar ke area kerja kami, semua dievakuasi keluar, dan disuruh istirahat," terang Farhan.

Terkait pengamanan selama pemadaman listrik ini, Kapolsek Balikpapan Utara Kompol Supartono Sudin mengimbau warga mengawasi barang elektronik mereka. Karena mengantisipasi potensi kebakaran karena hawa panas dari arah area kilang. "Kan rumah warga hanya berbatasan tembok saja," kata Supartono.

Kapolsek Balikpapan Barat AKP Agung Nursapto yang ikut memantau situasi menerangkan pihaknya belum mendapat instruksi untuk melakukan evakuasi warga sekitar. Khususnya kawasan terdekat, yakni di Kelurahan Margasari, Balikpapan Barat. Meski saat itu banyak warga yang menonton kebakaran di atas jembatan beton.

"Perintah untuk monitor di wilayah masing-masing. Sementara masih mengamankan area dan belum ada instruksi melakukan evakuasi warga," tutur Agung.

Terpisah, Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta menerangkan pihaknya bersama penyidik dari Polda Kaltim hingga sore masih melakukan investigasi. Mengingat kilang minyak merupakan objek vital nasional, pengawasan dan penanganan khusus tengah dilakukan.

"Sementara kami cek lokasi dan memeriksa empat pekerja Pertamina untuk dimintai keterangan sebagai saksi," kata Wiwin.

Apakah ada dugaan kelalaian, Wiwin menyatakan masih harus menunggu hasil penyelidikan. Soal apakah terdapat korban luka hingga meninggal dunia, disebutnya nihil. Yang ditekankan pihaknya agar pekerja dan masyarakat di sekitar kilang untuk tetap waspada. "Api sudah padam. Untuk masyarakat bisa beraktivitas normal namun harus dan tetap hati-hati," ungkapnya.

Saat kebakaran, personel Sabhara dari Polda Kaltim dan Polres Balikpapan melakukan penutupan akses menuju Jalan Minyak. Yakni dari Karang Anyar, Pelabuhan Semayang, dan Kampung Jawa, dan Karang Jati.

“Personel kami kerahkan di sekitar akses masuk ke Jalan Minyak,” terang Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana.

Sementara di sekitar permukiman penduduk, petugas mengimbau warga agar tidak panik. “Kami pantau dan lakukan pengawasan. Khawatir ada gangguan. Seperti pencurian, kemacetan, dan lainnya,” jelasnya.

Apakah kepolisian akan melakukan investigasi penyebab kebakaran? “Tentu ada, kami backup polres untuk lakukan pengumpulan bukti dan informasi dari pihak Pertamina,” jelasnya.

TAK TERGANGGU

Manager Region Communication Relation dan CSR Pertamina Kalimantan Heppy Wulansari mengatakan, kebakaran di area pipa karena percikan api. Namun, untuk penyebab pastinya masih menunggu investigasi.

Heppy menjelaskan, api baru bisa dipadamkan siang hari. Upaya yang dilakukan perseroan dalam pemadaman api menggunakan media foam dan air dengan mengerahkan empat unit damkar dan satu unit trailer foam. “Pemadam milik Pertamina yang kami kerahkan,” bebernya.

"Paling cepat pemadaman memang menggunakan foam. Sekitarnya kami lokalisasi dengan air supaya panas tidak merambat dan api tidak mengenai wilayah sekitarnya," terangnya.

Heppy menjelaskan, Pertamina menjamin pasokan BBM yang didistribusikan menuju terminal bahan bakar minyak tidak terganggu peristiwa kebakaran di area kilang.

Produksi kilang tersebut saat ini mencapai 260 ribu barel per hari. Mencakup hampir semua jenis produk BBM, gasoline ataupun gasoil Pertamax, LPG, dan premium.

"Pasokannya kan lewat TBBM ya. Yang jelas pasokan tidak terganggu, karena kebakarannya juga nggak terlalu besar skalanya," katanya.

Terkait taksir kerugian, dia mengungkapkan belum bisa dipastikan karena investigasi juga masih berlangsung.

Setelah penanganan, perusahaan akan melanjutkan dengan membuat laporan kerusakan. Termasuk dengan jumlah volume minyak dalam pipa.

"Perbaikan menunggu investigasi apakah gosong perlu cat ulang atau kerusakan. Begitu ada kebakaran pipa ada katup-katupnya langsung ditutup. Pipanya sekitar 8 inci karena nggak terlalu besar," tekannya. (rdh/aji/aim/dwi/k15)


BACA JUGA

Senin, 20 September 2021 11:04

Kebun Sawit Rambah Tahura Bukit Soeharto, Program Kemitraan Konservasi Jadi Celah Alasan

TENGGARONG-Selain tambang ilegal, kebun sawit liar juga dituding ikut merusak…

Senin, 20 September 2021 11:01

PI 10 Persen untuk PPU Tunggu Gubernur

PENAJAM-Participating interest (PI) 10 persen pengelolaan blok migas jatah Pemerintah…

Senin, 20 September 2021 11:00

Rosatom Bangun Industri Nuklir, Kerja Sama Batan-Pemprov Kaltim di Buluminung

Perusahaan energi atom Rosatom Rusia bersama Pusat Kajian Sistem Energi…

Minggu, 19 September 2021 14:17

Indeks Keterbukaan Informasi di Kaltim Kategori Sedang

Komisi Informasi Pusat merilis hasil penilaian Indeks Keterbukaan Informasi Publik…

Minggu, 19 September 2021 11:18
TNI-Polri Kejar KKTB Pembunuh Nakes Papua

Satu Korban Masih Hilang, Komandan OPM Tewas

Kekejaman kelompok kriminal teroris bersenjata (KKTB) pimpinan Lamek Taplo harus…

Minggu, 19 September 2021 10:19

Kondisi Jalan Mantap Masih Rendah, Kemantapan Jalan di Kaltim Hanya 75 Persen

PERBAIKAN ruas jalan trans Kalimantan di Kabupaten Berau, segera dilakukan.…

Minggu, 19 September 2021 10:18

Normalisasi Sungai Solusi Banjir di Kariangau

BALIKPAPAN-Persoalan banjir di Jalan Projakal, Km 5,5, Kelurahan Kariangau, Kecamatan…

Minggu, 19 September 2021 10:17

Realisasi APBD Kaltim Rendah, Dari Rp 11 Triliun, Baru Terserap 36 Persen

Pembahasan APBD Perubahan Kaltim dipastikan molor. Seharusnya, rancangan sudah diserahkan…

Sabtu, 18 September 2021 12:32

300 Nakes Ditarik dari 34 Distrik di Papua

JAYAPURA-Sebanyak 300 Tenaga Kesehatan (Nakes) ditarik dari 34 distrik di…

Sabtu, 18 September 2021 10:18

Balikpapan Siap Jadi Ibu Kota Provinsi

Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Provinsi Kaltim, membuka peluang wacana…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers