MANAGED BY:
SELASA
19 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

BALIKPAPAN

Jumat, 16 Agustus 2019 09:37
Merah Putih Berkibar Tujuh Meter di Bawah Laut Pangempang

Peringati Proklamasi, Bawa Misi Wisata hingga Konservasi

Pengibaran bendera merah putih di bawah air.

PROKAL.CO, Empat puluh menit para penyelam berkhidmat di bawah laut. Mengibarkan bendera, mengenalkan potensi wisata bahari dan pelestarian alam.

DINA ANGELINA, Pangempang

Hari jadi Republik Indonesia kali ini diperingati dengan cara tak biasa; mengibarkan bendera di bawah permukaan laut. Dilakoni para penyelam profesional. Dimotori Pangkalan TNI AL (Lanal) Balikpapan. Perairan Pangempang di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Kukar, dipilih menjadi spot memperingati momen bersejarah itu.

Pengibaran dilakukan di kedalaman tujuh meter, Kamis (15/8). Komandan Lanal Balikpapan Kolonel Laut (P) Wahyu Cahyono dan Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah berperan sebagai inspektur upacara. Komandan upacara diamanahkan kepada Pasops Lanal Balikpapan Mayor Laut (P) Herry Prasetyawan.

Pesertanya seratus penyelam propesional. Dari berbagai instansi dan diving club di Kaltim. Seperti TNI, Basarnas, KSOP, BPBD, Karang Taruna, hingga Universitas Mulawarman. Mereka datang dari berbagai daerah; Paser, Penajam Paser Utara (PPU), Balikpapan, Samarinda, dan Bontang.

Areal sepanjang 600 meter dan selebar 100 meter di depan Pantai Mutiara dipilih jadi lokasi pengibaran. Di ujung timur dibatasi karang. Bagian barat dekat dengan palung.

Sebelum berangkat ke lokasi, tim pengibar bendera merah putih berkumpul sejak pukul 06.00 Wita di pos dermaga. Untuk persiapan dan briefing.

Peserta terbagi dalam enam kelompok. Berangkat dengan perahu yang dihiasi umbul-umbul dan bendera merah putih.

Satu jam kemudian peserta bertolak menuju lokasi. Menempuh perjalanan 45 menit. Danlanal Balikpapan dan bupati Kukar berangkat menggunakan kapal RIB Sea Rider TNI AL. Keduanya sempat mampir di kapal TNI AL Patkamla Lamaru sebelum terjun menyelam.

Para penyelam turun bergantian ke bawah laut. Hingga pukul 08.00 Wita. Mulai dari peserta, kemudian komandan upacara, dan disusul inspektur upacara. Di bawah sana, peserta langsung mengambil sikap siap.

Area upacara dibagi tiga bagian. Podium di depan pengibaran bendera untuk inspektur upacara. Bagian kedua ditempati komandan upacara. Peserta mendapat lokasi lainnya. Mereka terjamin aman. Disediakan pipa untuk berpegangan.

Peserta menerima aba-aba melalui panduan peluit. Saat bunyi peluit pertama dan panjang, inspektur upacara turun ke lokasi. Bunyi peluit berkali-kali sebagai tanda hormat bendera. Peluit panjang tanda upacara selesai. Proses upacara berlangsung kurang lebih 40 menit. Tanpa kendala.

Danlanal Balikpapan Kolonel Laut (P) Wahyu Cahyono menuturkan, pemilihan waktu pengibaran bendera merah putih pada 15 Agustus ini setelah mempertimbangkan kondisi cuaca dan perairan. Misalnya mengukur pasang surut air, gelombang, dan arus.

"Tantangan menghadapi alam ini harus ada perkiraan yang tepat. Alhamdulillah sudah berjalan dengan lancar," katanya.

Momen ini memang hanya diikuti peserta terbatas, maksimal 100 orang. Mengingat perlu persiapan matang dan lama jika melibatkan massa dalam jumlah lebih besar. Rencananya kegiatan serupa kembali digelar 10 November di Tanjung Jumlai, PPU.

"Sebagai negara maritim, kita harus cinta bahari dan bisa bersama melestarikan alam terutama wisata laut," ujarnya.

Tujuan pengibaran bendera merah putih di bawah permukaan laut untuk menumbuhkan rasa nasionalisme kalangan pencinta diving. Selain itu, momen ini sekaligus memperkenalkan keindahan wisata laut di Perairan Pangempang.

"Kami ingin kegiatan ini bisa meminimalisasi orang-orang yang merusak alam. Semoga ke depan semakin banyak yang memanfaatkan keindahan alam ini untuk wisata," ucapnya. Wisata bahari Kukar dinilai tidak kalah dengan daerah lain.

Bupati Kukar Edi Damansyah merasa semua proses berjalan lancar. Termasuk tugas sebagai inspektur upacara. "Rasanya seperti nekat saja karena saya ingin menjadi bagian dari kegiatan ini. Ada rasa tertantang saat mendapat undangan ini," ungkapnya.

Demi kelancaran penyelaman, Edi berlatih beberapa kali di Tenggarong. Pengibaran bendera yang tidak biasa ini membawa kesan tak terlupakan. Apalagi sekaligus momentum untuk mempromosikan tempat wisata di Kecamatan Muara Badak. "Rasanya ingin (menyelam) lagi. Tapi akan latihan dulu di sini," imbuhnya.

Pemilihan lokasi di Perairan Pangempang ini merupakan salah satu bagian dari pelaksanaan memorandum of understanding (MoU) antara Lanal Balikpapan dan Pemkab Kukar. Tujuan jangka pendek memperkenalkan spot diving secara nasional.

Harapannya bisa mengundang investor untuk mengelola spot diving menjadi tempat wisata. "Sehingga mendongkrak jumlah wisatawan yang akhirnya bisa berdampak ke berbagai sektor. Jangka panjangnya bisa menambah PAD Pemkab Kukar," ucap Palaksa Lanal Balikpapan Mayor Laut (P) Khariul Anwar.

Spot diving di Desa Tanjung Limau ini memiliki keindahan alam bawah laut yang belum banyak terjamah wisatawan. Mulai dari pemandangan terumbu karang hingga ragam biota laut. Misalnya lion fish dan nudy branchiaga atau kelinci laut.

Khairul berharap kegiatan ini turut membangun kesadaran masyarakat untuk memelihara daerahnya yang memiliki potensi wisata. Menjaga kelestarian alam dengan tidak menggunakan bom dan racun untuk mencari ikan.

Pemkab Kukar berencana menetapkan area tersebut sebagai kawasan konservasi. Sudah diusulkan ke Pemprov Kaltim. Berdasarkan maping dari Lanal Balikpapan, potensi wisata alam khususnya bawah laut dinilai luar biasa.

"Kami sedang siapkan perencanaan, misalnya infrastruktur pelabuhan dan transportasi yang memadai," sebut Edi Damansyah.

Lokasi ini memiliki nilai lebih karena dekat dengan kota lainnya di Kaltim seperti Balikpapan, Samarinda, Bontang, dan sekitarnya. "Kami akan terus kerja sama dengan TNI AL dan merangkul masyarakat untuk mengelola hingga menjaga objek bawah laut untuk wisata diving," bebernya.

Masih ada beberapa titik di kawasan Perairan Pangempang yang dalam proses peremajaan. Kesulitan sekaligus tantangan karena dulu masih banyak nelayan yang menangkap ikan dengan bom hingga merusak biota laut.

Pemerintah secara perlahan mengedukasi masyarakat agar mengubah kondisi itu. Sekarang sudah mulai terbangun dan paham. Dia mengapresiasi masyarakat yang beraktivitas di daerah tersebut. "Harapannya berkembang jadi potensi wisata dan menimbulkan multiplier effect seperti ekonomi kerakyatan," sebutnya.

Target pada 2021 sudah terbangun infrastruktur kebutuhan dasar untuk mendukung Perairan Pangempang sebagai tujuan spot diving. "Membangun pelabuhan, dermaga jetty yang memenuhi standar, dan angkutan transportasi untuk wisatawan," pungkasnya. (***/dwi/k18)


BACA JUGA

Senin, 18 November 2019 11:30
Meriahnya Festival Ayo Gerak 2019 di Lapangan Merdeka

Tak Menang Tetap Senang, Terpenting Terapkan Hidup Sehat

Beragam senam, dari SKJ Djadoel 2018, poco-poco, aerobik hingga zumba…

Senin, 18 November 2019 11:29

Hari Kerja Maupun Akhir Pekan Padat Merayap di Km 5 dan Kawasan Damai

Kemampuan masyarakat membeli kendaraan, roda dua dan empat --bahkan lebih…

Senin, 18 November 2019 11:18

97 Satwa Dilindungi Disita KLHK

BALIKPAPAN – Sedikitnya 97 satwa dilindungi yang diduga diperdagangkan disita…

Senin, 18 November 2019 09:47

Jangkau PRSE, Dissos Bidik Kube

BALIKPAPAN – Tidak hanya mengurus anak telantar dan lansia, Dinas…

Senin, 18 November 2019 09:43

Satgas AMB Lidik ke Kaltim, Juga Incar Pelaku Judi Bola

Satgas AMB berkunjung ke Balikpapan. Mereka berkoordinasi agar dapat mengawasi…

Senin, 18 November 2019 09:30

Kisah Sersan Mayor yang Menjadi Perajin, Tak Ada Latihan, Cuma Lihat-Lihat

Usia bukan tolok ukur semangat juang. Seperti Asiman, yang pantang…

Senin, 18 November 2019 09:28

Warna Baru Fashion Pria

SEJUMLAH penggiat fashion memadati Borneo Bay Park di Plaza Balikpapan…

Sabtu, 16 November 2019 11:34

BALIKPAPAN MEMANG TOP..!! Ada Ruang Terbuka Dilengkapi Wifi, Cek Nih Ada 6 Lokasi

Predikat Balikpapan sebagai kota yang nyaman untuk ditinggali makin terasa.…

Sabtu, 16 November 2019 11:32

Jual Ayam dan Telur Harus Ditimbang, Tak Boleh Lagi Per Ekor dan Per Butir

BALIKPAPAN – Kementerian Perdagangan (Kemendag) sudah mengimbau kepada pedagang khususnya…

Sabtu, 16 November 2019 11:31

Pengantin Baru Segera Disidangkan

BALIKPAPAN- Pasangan suami istri yang baru dua pekan resmi menikah,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*