MANAGED BY:
RABU
11 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Kamis, 15 Agustus 2019 11:46
Jalani Operasi 8,5 Jam, Bayi Kembar Siam Itu Akhirnya Bisa Dipisah

Tak Tega Lihat Cucu Dibedah, Hasmiatin Jatuh Pingsan

Tim dokter RSUD dr Soetomo, Surabaya, berhasil memisah bayi kembar siam Akila Dewi Syabila dan Azila Dewi Sabrina kemarin.

PROKAL.CO, Tim dokter RSUD dr Soetomo, Surabaya, berhasil memisah bayi kembar siam Akila Dewi Syabila dan Azila Dewi Sabrina kemarin. Operasi diliputi suasana tegang, tetapi diakhiri tangis bahagia. Tak banyak kata terucap dari keluarga, selain syukur dan terima kasih.

 

KARTIKA SARI, Surabaya, Jawa Pos

 

RAUT tegang terlihat dari wajah Jayasrin, ayah Akila-Azila. Dia memasuki Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT) RSUD dr Soetomo dengan tergopoh-gopoh. Tubuhnya hanya dibalut kaus warna cokelat dan celana jins. Pria 25 tahun itu menggendong tas ransel. Tangan kanannya membawa sebuah kotak merah. Dia tampak kebingungan. Lalu, dia mendekati dokter spesialis anak yang merawat si kembar, dr Agus Harianto SpA (K), yang sedang duduk di lobi GBPT. ”Dok, ini saya bawa darah buat si kembar, dibawa ke mana?” tanya Jayasrin. Agus meminta Jayasrin membawanya ke ruang operasi di lantai 4. ”Tapi, tadi kata istri saya suruh nunggu di bawah,” lanjut Jayasrin. Dia lalu mengeluarkan ponsel dan menelepon Selvina Dewi, istrinya. Tak lama kemudian, seorang petugas RS muncul dari pintu di belakang lobi. Jayasrin menyerahkan kotak merah itu kepada petugas tersebut.

Tak lama kemudian, di ruang pertemuan 016 GBPT, layar televisi dan proyektor yang memantul di LCD tampak menyala. Terlihat tim medis mengenakan baju hijau bersiap mengoperasi Akila-Azila. Saat itu juga, bergantian masuk ke ruangan itu Jayasrin bersama ibunya, Nurjati. Lalu, Selvina yang juga didampingi ibunya, Hasmiatin. Mereka berempat duduk di deretan kursi terdepan. Semua diam. Tergambar jelas kecemasan dari raut wajah mereka.

Tim dari Pusat Pelayanan Kembar Siam Terpadu (PPKST) RSUD dr Soetomo merencanakan operasi berlangsung 12 jam. Si kembar memang tak merasakan sakit saat operasi karena telah dibius. Namun, rasa tidak tega tentu dirasakan empat orang asal Sulawesi Tenggara itu. Apalagi, bayi-bayi itu masih berusia 17 bulan. Pun, operasi yang dilakukan akan menimbulkan luka cukup besar. Sebab, keduanya dempet di bagian dada hingga perut bagian bawah. Harapan mereka hanya satu. Si kembar bisa pulang ke Kota Kendari dalam keadaan terpisah dan sehat.

Selvina beberapa kali menarik napas panjang. Kadang dia memejamkan mata. Mulutnya terus komat-kamit berdoa dan berzikir. Dia tidak tega menatap layar saat dokter memulai pembedahan. Air matanya menetes. Dia menutupi wajah dengan kedua tangan. Nurjati dan Hasmiatin juga tak henti komat-kamit berdoa. Nurjati lalu merogoh tas yang diletakkannya di bawah kursi. Meraih tasbih. Dia menggenggam tasbih itu sambil melanjutkan merapal doa-doa. ”Saya berzikir terus untuk keselamatan cucu pertama saya,” kata Nurjati.

Nurjati dan besannya datang ke Surabaya pada Senin malam (12/8). Dia mengaku sempat panik menjelang cucunya menjalani operasi. ”Makanya, kami ke sini untuk ikut menyaksikan operasi,” lanjutnya. Perempuan 44 tahun itu merasa senang karena dua cucunya akhirnya bisa dioperasi. Setelah 14 bulan mereka dirawat di RSUD Kota Kendari.

Operasi terus berjalan. Saat tim medis berhasil memisahkan Akila-Azila, sebersit kebahagiaan muncul. Mereka lega akhirnya dua bayi itu dapat dipisah. Sebagai ucapan syukur, Hasmiatin dengan serta-merta bersujud di lantai. Bangun dari sujud, tiba-tiba dia ambruk. Tubuhnya lemas. Pingsan. Beberapa orang sontak berseru meminta bantuan. ”Mama, yang kuat ya, sebentar lagi operasinya selesai,” kata Selvina menenangkan sambil meluruskan tubuh ibunya.

Perlahan, Hasmiatin bangun. Air matanya berurai. Bibirnya masih komat-kamit. Berdoa lagi. Setelah beberapa saat, dia berkata, ”Padahal, tadi dari awal biasa saja dan kuat melihat operasi. Tapi, pas lihat apa yang di dalam perut Akila-Azila dikeluarkan, saya jadi lemas. Nggak tega.”

Perasaan tidak sampai hati juga dirasakan Nurjati. Rupanya, ketakutan mereka masih berlanjut saat tim dokter berusaha menutup luka bekas pembedahan di dada dan perut Akila-Azila. Apalagi, proses yang satu itu membutuhkan waktu cukup lama. Lebih lama dari proses pemisahan liver dan toraks. ”Yang bikin saya takut dan kasihan pada mereka adalah lukanya yang besar. Nggak berani lihat. Dari tadi saya juga lihatnya ke bawah terus sambil berdoa,” katanya.

Penutupan defek pada dada Akila lebih dulu selesai daripada Azila. Dokter bedah plastik sempat membongkar jahitan. ”Kasihan Azila,” ucap Selvina sambil berusaha menahan tangis.

Dia sempat menunjukkan video anak-anaknya yang diambil beberapa waktu lalu. Video tersebut memperlihatkan Akila-Azila yang tengah digendong ibunya. Sang kembar siam terlihat berceloteh sekenanya. Selvina bercerita, dua anaknya tumbuh menjadi anak yang sehat dan riang. ”Mereka sangat cerewet,” kata dia, lantas tersenyum. Sejak lahir, anak-anaknya jarang sakit. Hanya tiga kali pernah demam. Akhir-akhir ini dia sering menyetelkan video musik lewat YouTube di ponselnya. Kalau tidak disetelkan, anak-anaknya menangis. ”Mereka sudah bisa bilang mama, papa, hape meskipun masih tidak jelas,” kata perempuan 19 tahun itu.

Dia ingin mengajak anaknya ke taman bermain setelah sehat dan bisa dipisah. Selvina mengaku belum pernah melakukannya. Sebab, anak-anaknya lebih sering tinggal di rumah sakit. Suaranya bergetar saat mengingat hal tersebut. ”Saya cuma pengin anak-anak sehat seperti anak-anak lainnya,” kata dia.

Saat mengetahui proses operasi hampir selesai, dia mengucap syukur tanpa henti. Dia juga terus-menerus mengucapkan terima kasih kepada tim dokter yang mengoperasi anak-anaknya. ”Saya cuma bisa berterima kasih kepada semua yang mendoakan kelancaran operasi. Alhamdulillah, operasinya selesai lebih cepat. Saya tahu anak-anak saya pasti kuat,” kata Selvina. Operasi yang direncanakan berlangsung 12 jam itu memang selesai hanya dalam waktu 8,5 jam. (*/c10/oni)


BACA JUGA

Selasa, 10 Desember 2019 11:48

WADUH..!! Ada 44 Lapas Sarang Narkotika Belum Tersentuh

JAKARTA— Masih banyak lapas yang menjadi tempat peredaran narkotika. Badan…

Selasa, 10 Desember 2019 11:30

KPK Tagih Komitmen Reformasi Birokrasi, Honor Tambahan ASN Dihilangkan

JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta pemerintah mempercepat penerapan sistem…

Selasa, 10 Desember 2019 11:27
INDONESIA vs VIETNAM

Saatnya Lepas Dahaga Juara

MANILA- Tim sepak bola Indonesia menunggu cukup lama untuk bisa…

Selasa, 10 Desember 2019 11:04

MANTAP..! Pulau Tukung Jadi Pelabuhan Kapal Pesiar, Ada Banyak Fasilitas Wow....

BALIKPAPAN–Pulau Tukung di Kawasan Melawai, Balikpapan Kota, bakal disulap jadi…

Selasa, 10 Desember 2019 11:03

Koordinator Ditangkap, Kenapa Penadah Minyak Curian Belum Tersentuh..??

Belum genap sepekan menjabat Kapolres Kukar AKBP Andreas Susanto Nugroho…

Selasa, 10 Desember 2019 11:01

Belum Yakin Yusuf Diculik lalu Dibunuh

SAMARINDA–Sejak ditemukannya jasad balita yang diyakini sebagai Yusuf Ahmad Gazali…

Senin, 09 Desember 2019 16:11

Polisi Tangkap Tiga Orang Diduga Mencuri Minyak Mentah Pertamina Sanga-sanga, Begini Cara Kerjanya

SAMARINDA - Sebanyak tiga orang inisial HR, HK dan MK…

Senin, 09 Desember 2019 13:56
Jelajah Kampung Terpencil di Kutai Barat (3-Habis)

Wisata Budaya hingga Kuburan Dayak Berusia Ratusan Tahun

Potensi wisata Kampung Tanjung Soke, Kecamatan Bongan, Kutai Barat (Kubar),…

Senin, 09 Desember 2019 13:55

Pangkalan Militer di Samarinda, VVIP di Balikpapan

BALIKPAPAN–Lalu lintas penerbangan di langit Kalimantan akan semakin padat. Hal…

Senin, 09 Desember 2019 13:54

Tak Jadi di Melawai, Jembatan Tol Dipindah ke Kariangau

BALIKPAPAN–Keputusan pemindahan lokasi jembatan tol Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU) membuat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.