MANAGED BY:
SELASA
19 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Kamis, 15 Agustus 2019 10:52
WAJIB..!! Tutup Lubang Tambang Dekat Tol

Bakal Dibahas DPRD saat Rapat Bareng Dinas ESDM

-

PROKAL.CO, BALIKPAPAN–Wakil rakyat di Karang Paci, sebutan Gedung DPRD Kaltim, rupanya sejak awal sudah mewanti-wanti. Mengingatkan Pemprov Kaltim melalui instansi terkaitnya soal keberadaan aktivitas pertambangan dan lubang bekas galian tambang di sekitar proyek Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam). Yang bisa berdampak pada konstruksi jalan tol.

Ketua Komisi III DPRD Kaltim Agus Suwandi menyebut, sejak awal perencanaan proyek tol, dirinya beberapa kali turun melakukan peninjauan ke lapangan. Saat itu dia risau dengan keberadaan aktivitas pertambangan di sekitar proyek.

Segera meminta ada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim melakukan komunikasi dengan pemilik izin usaha pertambangan (IUP). “Memang izin konsesinya lebih dulu ada ya daripada izin rencana tol. Tapi kalau memang mengganggu tol, ya jangan dikerjakan di situ (sekitar tol),” ungkapnya, kemarin (14/8).

Dia menyatakan, kondisi itu bisa dihindari. Jika sebelumnya sejumlah instansi seperti Dinas ESDM Kaltim dan Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Perumahan Rakyat (PUTRPR) Kaltim berkoordinasi.

Mengingat, Tol Balsam yang menjadi proyek strategis nasional dilindungi dari berbagai macam gangguan terutama aktivitas pertambangan. “Kalau mereka (Dinas ESDM dan Dinas PUTRPR) berkoordinasi dengan baik, mengingatkan perusahaan tambang untuk tak dekat pasti bisa,” sebutnya.

Politikus Gerindra itu memahami, perusahaan tambang memiliki IUP yang juga dilindungi undang-undang. Namun, bila dalam pelaksanaannya ada menyinggung mengenai zonasi yang bisa dan tak bisa ditambang, pasti perusahaan akan patuh terhadap ketentuan yang berlaku. Mengingat, tol termasuk dalam fasilitas publik.

“Saya sudah ingatkan beberapa kali pas pembangunan Seksi I (Tol Balsam). Hati-hati lho ada tambang di sini. Bukan berarti dilarang, tapi perlu ada zonasi. Jangan sampai mendekat ke arah tol,” katanya.

Dengan kondisi saat ini, dia menyebut akan berdampak pada iklim investasi. Jangan sampai investor yang telah menanamkan modalnya di tol merasa terganggu dengan keberadaan tambang yang mengancam konstruksi jalan. “Kan tidak tahu bakal seperti ini. Tapi kalau dirasa mengganggu yang bisa jadi masalah. Kasihan investornya,” ujar dia.

Disinggung mengenai sikap Komisi III terhadap persoalan ini, dia menyebut, jika hari ini bakal ada pertemuan dengan Dinas ESDM Kaltim. Untuk mengulas mengenai kinerja dinas tersebut selama 2019. Dan bakal membawa gangguan tambang terhadap tol di meja rapat. “Pasti akan kami bahas. Dan bukan hal ini saja. Tapi me-review apa yang sudah dikerjakan. Dan bagaimana langkah ke depan mengatasi masalah ini,” ucapnya.

Bagi dia tak ada alasan bagi Dinas ESDM Kaltim untuk lemah dalam sisi pengawasan pertambangan di Kaltim. Di tol misalnya, yang hanya berjarak sejam atau dua jam dari Samarinda, seharusnya bisa ditinjau secara rutin. Dan bila ada masalah bisa segera ditangani sebelum terlambat. “Kan kelihatan. Dari udara pun sangat jelas. Masa enggak mampu. Mau alasan kurang SDM itu bukan jadi alasan. Kami (anggota dewan) saja dua jam sudah bisa bolak-balik,” katanya.

Tak hanya di tol, dia sebelumnya telah mengingatkan aktivitas tambang di dekat Bandara APT Pranoto di Samarinda. Yang dianggap bisa mengganggu penerbangan. Karena kupasan lahan di sekitar bandara bisa mengancam landasan pacu pesawat.

“Itu pun sudah saya ingatkan. Dinas ESDM tolong ditegur perusahaanya. Sama Dinas PUTRPR dan Dinas Perhubungan. Tapi mau bagaimana lagi. Ini kan masalah koordinasi dan ketegasan terhadap perusahaan itu saja,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Kaltim Baharuddin Demmu juga menilai, ketegasan Dinas ESDM-lah yang ditunggu. Jika sudah jelas keberadaan aktivitas pertambangan dengan lubang galian mengancam tol, maka dilakukan upaya penutupan. “Terus untuk apa ada dana jamrek (jaminan reklamasi),” katanya.

Jika memang perusahaan yang beraktivitas legal dan memegang IUP, seharusnya reklamasi bisa segera dilakukan. Jangan sampai ada lagi alasan belum ada setoran dana jamrek. Karena menunjukkan indikasi penyalahgunaan penerbitan izin.

“Kalau alasan jamreknya tak ada, nah ini kan aneh. Tapi mungkin saja ada tambang yang aktif tapi belum setor jamrek. Dan itu kesalahan. Mau terbitkan IUP itu kan harus setor jamrek (jaminan reklamasi) dulu,” katanya.

Ditegaskan politikus PAN itu, sebelum terjadi masalah, Dinas ESDM Kaltim harus segera menyelesaikan persoalan penutupan lubang tambang yang berdekatan dengan tol. Dengan kurang tegasnya pemerintah saat ini, aktivitas pertambangan cenderung mengabaikan aturan.

“Yang benar itu setelah menggali, tutup, menggali, tutup. Sekarang menggali saja. Yang lubang sebelumnya enggak ditutup. Ini dampak kurang tegasnya pemerintah. Kalau tegas pasti perusahaan patuh,” ujarnya.   

Ditemui terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim Slamet Brotosiswoyo menyayangkan kondisi tol yang terancam karena aktivitas pertambangan. Seharusnya ini tidak terjadi. Kalau memang pemerintah memikirkan pembangunan yang lebih baik. “Pemberi izin seharusnya paham. Ini duluan jalan tol atau tambang,” sebutnya.

Jika memang izin pertambangan lebih dulu keluar, maka dengan terbitnya perencanaan tol, pemerintah bisa melakukan evaluasi kawasan. Namun, jika memang tol yang lebih dulu, maka tidak ada alasan pemerintah menerbitkan izin di kawasan yang akan dilintasi. Mengingat, tol merupakan proyek strategis nasional. “Karena dampaknya jangka panjang. Terutama dari sisi ketahanan jalan tol itu sendiri,” ucapnya.

Bila tidak ditangani, kerusakan yang muncul karena aktivitas pertambangan akan mengganggu kelancaran arus barang. Potensi munculnya kecelakaan akan berakibat pada gangguan ekonomi suatu daerah.

Dikatakan, penggunaan tol untuk kendaraan berkecepatan tinggi. Melancarkan arus baik penumpang maupun barang-barang kebutuhan masyarakat. “Efek ekonominya sangat besar tol ini. Jadi perlu daya dukung dari berbagai sisi, baik konstruksi maupun faktor lain yang menunjang ketahanan tol,” sebut Slamet.

Kaltim Post akhir pekan lalu mendatangi Kilometer 45, Kampung Sinjai, Kelurahan Bukit Merdeka, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara. Lewat foto drone, trase Jalan Tol Balsam di kawasan di kiri dan kanan jalan terdapat beberapa lubang bekas tambang. Bahkan di antaranya masih aktif. Itu ditandai dengan adanya ekskavator yang masih bekerja. Dari kejauhan juga terlihat tumpukan batu bara di stockpile.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Mineral dan Batu Bara, Dinas ESDM Kaltim Baihaqi Hazami memastikan akan mengidentifikasi terlebih dulu status pertambangan di dekat jalan tol yang disebut masuk kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, itu.

Apakah pertambangan tersebut aktif atau berupa lubang-lubang bekas galian yang telah ditinggalkan. “Yang pasti kami akan turunkan inspektur tambang ke lokasi,” ungkap Baihaqi, Selasa (13/8). (rdh/rom/k8)   

 


BACA JUGA

Senin, 18 November 2019 12:13

BERUBAH LAGI KAN....Mendikbud Susun Rancangan Perubahan Kurikulum

JAKARTA – Kurikulum pendidikan bisa jadi bakal berubah. Menteri Pendidikan…

Senin, 18 November 2019 12:09

Wisata ”Plus” di Puncak, Langganan Pria Timur Tengah

Prostitusi spesialis pelancong asal Timur Tengah (Timteng) di kawasan Puncak…

Senin, 18 November 2019 11:41

Jadi Calo Vila dan PSK gara-gara Lapak Digusur

SOLUSI kasus perdagangan orang spesialis wisatawan Timur Tengah (Timteng) tak…

Senin, 18 November 2019 09:58

Kasus Minyak Ilegal, Cium Aroma Kongkalikong dengan Aparat

Polisi masih kesulitan dalam mengusut kasus penyulingan minyak ilegal di…

Senin, 18 November 2019 09:56

Peluang ASN Tertutup..!! Badan Otorita Pemindahan IKN Bukan Birokrat

JAKARTA-- Peluang aparatur sipil negara (ASN) menempati posisi Kepala Badan…

Senin, 18 November 2019 09:29

Ibu Kota Pindah, Kriminalitas di Kaltim Naik

PEMINDAHAN pusat pemerintahan baru ke Kaltim, pertimbangan di antaranya aspek…

Senin, 18 November 2019 09:21

Sopir Mabuk Ugal-Ugalan, Tabrak Suami Istri Hingga Tewas

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Lambung Mangkurat, (16/11). Insiden itu…

Minggu, 17 November 2019 20:47

Ini Dia Rupanya Si Maling Helm, Sebulan Bisa Curi 52 Helm

TENGGARONG. Pembawaannya slow alias santai. Sehari-hari mengendarai sepeda motor metik…

Minggu, 17 November 2019 14:59

MAAF AJA..!! Yang LGBT Tidak Boleh Melamar CPNS Kejaksaan

Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 yang sedang berlangsung…

Minggu, 17 November 2019 14:58

MAAF AJA..!! Yang LGBT Tidak Boleh Melamar CPNS Kejaksaan

Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 yang sedang berlangsung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*