MANAGED BY:
JUMAT
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Kamis, 15 Agustus 2019 10:47
Presiden Rampungkan Penyusunan Kabinet Kerja Jilid II
Jaksa Agung Ganti, Muncul Menteri Investasi
Presiden Joko Widodo

PROKAL.CO, JAKARTA–Rasa penasaran publik atas siapa putra putri terbaik negeri yang masuk gerbong Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo periode II, sebentar lagi terjawab. Dalam pertemuan dengan pemimpin redaksi media utama di Istana Merdeka, kemarin (14/8), Presiden Jokowi mengaku sudah menyelesaikan penyusunan kabinetnya.

“Sudah final dan saya akan umumkan secepatnya, sebelum pelantikan (20 Oktober 2019), ada 34 pos kementerian, ada yang baru, ada yang digabung,” perinci Presiden setelah mempersilakan para pemimpin redaksi duduk melingkari meja panjang di ruang utama istana.

Acara yang dikemas dalam bentuk makan siang bersama itu selanjutnya diisi dengan penjelasan Jokowi tentang profil kabinet kerja. “Rumusnya 55: 45,” sebutnya terkait komposisi sumber daya manusia (SDM) dari kalangan profesional dan dari wakil partai politik (parpol). Nama-nama yang dipilih dan parpol sudah diberi tahu soal susunan kabinet tersebut.

Harapan parpol di luar koalisi parpol pendukung Jokowi di pemilihan presiden lalu masuk kabinet juga dipastikan menguncup kemarin. Jokowi menegaskan, dengan dukungan parpol koalisi (PDI-P, Partai NasDem, Partai Golkar, PKB, PPP, Partai Hanura, PKPI, PSI, Partai Perindo, dan PBB) dirinya sudah mendapat perolehan suara sekitar 62,71 persen suara nasional atau 60,3 persen kursi parlemen.

Jumlah dukungan itu lebih besar dibandingkan saat Jokowi menjadi kepala daerah, baik wali kota Solo maupun gubernur DKI Jakarta. “Jika Gerindra masuk akan 74 persen, terlalu besar, buat apa?” tanya kader PDI-P itu.

Untuk informasi, saat menyusun kabinet kerja 2014–2019, Presiden Jokowi juga menetapkan jumlah pos kementerian 34. Dari jumlah tersebut, 15 (44 persen) menteri berlatar belakang partai politik dan 19 (56 persen) non-partai politik. Dalam perjalanannya, Jokowi melakukan pergantian di tengah jalan (reshuffle kabinet) sebanyak tiga kali.

Salah satu catatan buruk dari kinerja kabinet kerja periode I adalah ada empat menteri terserimpung kasus korupsi. Mereka adalah Menteri Sosial Idrus Marham, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.     

Dalam sesi tanya jawab yang diselingi bersantap bakso malang dan siomai bandung itu Jokowi menjamin, kalangan profesional yang dipilihnya sendiri teruji keandalannya. Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah kemampuan manajemen dan mengeksekusi (program/kebijakan) di lapangan.

“Saya menyeleksi 60 nama, banyak yang pintar, masih muda-muda, kalau disuruh ngomong dan presentasi meyakinkan. Sayang, setelah dicek track record-nya, pengalaman manajerial dan mengeksekusi program nol,” ungkap ayah tiga anak dan kakek dua cucu itu.

MENTERI BARU

Dari pemilihan ketat itu, Jokowi mengaku menemukan sosok muda yang dinilai matang dalam manajemen. Umurnya di bawah 35 tahun ada dan di bawah 30 tahun juga ada. “Dia akan mengisi sebuah pos kementerian lama,” ujar mantan wali kota Solo itu berteka-teki karena menolak menyebutkan nama. 

Selain dari kalangan muda milenial, wajah baru di kabinet mendatang juga ada yang berasal dari pimpinan BUMN dan kepala daerah. “Mereka punya track record bagus, harus diberi tantangan lebih besar,” katanya.

Lantas, apa pos kementerian baru di kabinet mendatang? Presiden Jokowi menyebutkan kementerian investasi. Kementerian tersebut adalah peningkatan status dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). “Masalah investasi ini sangat serius, semua negara berlomba membenahi ini. Saya pernah ngurus izin di Dubai, hanya perlu waktu setengah jam. Kita seharusnya bisa seperti itu,” kata presiden mantan pengusaha mebel itu memberi contoh. 

Kementerian baru berikutnya adalah Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Internasional. Berbeda dengan Kementerian investasi, kementerian baru ini merupakan gabungan dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kementerian Perdagangan (Kemenperindag).

“Sekarang tugas Kemenlu harus berorientasi ekonomi, enggak melulu soal politik. Para dubes (duta besar) dan diplomat kita harus mengerti ekonomi, harus menjadi marketer-marketer terbaik potensi ekonomi kita,” ujarnya. Siapa tokoh yang mengisi dua pos baru menteri itu? Lagi-lagi Jokowi menolak menyebut nama.

Tentang representasi ormas, khususnya dari Nahdlatul Ulama (NU) yang diakui luas berkontribusi besar terhadap kemenangan Jokowi pada pemilihan presiden (pilpres) lalu, Jokowi juga mengaku mempertimbangkan itu. “Menyusun kabinet pasti menimbang keterwakilan semua unsur, representasi daerah, tua-muda, semua dihitung,” ulasnya.

Jadi, berapa menteri dari NU? Ditanya demikian, Jokowi menjawab diplomatis. “(NU kan sudah dapat) Wapres, itu kan (nilainya setara) lima menteri,” ujarnya sambil membuka telapak tangan membentuk lima jari.

Presiden juga menegaskan tidak melakukan pembagian tugas khusus dengan wakilnya Ma’ruf Amin. Tugas-tugas, termasuk kunjungan ke luar negeri, juga dilakukan bergantian. “Saya yakin, Pak Ma’ruf Amin mampu bicara di forum internasional,” tambahnya. Hanya untuk bidang tugas khusus seperti ekonomi syariah dan penangkalan gerakan intoleransi dan radikalisme, Jokowi meminta wapres memberi perhatian khusus.

Terkait parameter penilaian kerja menteri, Presiden Jokowi menyatakan akan menetapkan key performance index (KPI) yang simpel. “Saya akan tetapkan 1-2 KPI saja, yang konkret, terukur. Enggak ada lagi bertujuan pengembangan bla..bla..bla,” ucapnya.

Jokowi juga akan mengukur prestasi kinerja dari kecepatan. Cepat dalam menuntaskan tugas serta cepat dalam mendayagunakan teknologi. “Makin cepat, makin yahud,” kata mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta angkatan 1980 itu.

MENTERI LAMA

Selain mengungkap komposisi, nama, dan pos kementerian baru, Presiden Jokowi juga menyampaikan penilaiannya terhadap nama-nama menteri populer dan pos kementerian di kabinet saat ini yang banyak mendapat sorotan.

“Mereka yang kerjanya ngeyel saja, tapi enggak bisa menuntaskan pekerjaan, tentu harus saya ganti. Namun, ada yang ngeyel tapi saya pertahankan, karena saya butuh, nggak usah disebut namanya lah, jaga perasaan,” terang Presiden. Siapa menteri yang ngeyel tapi kerjanya enggak beres dan siapa menteri yang ngeyel tapi diperlukan itu? Lagi-lagi Jokowi enggan menyebutkan nama. 

Bagaimana dengan Menteri Perikanan Susi Pudjiastuti? Jokowi mengakui Susi adalah menteri paling populer di kabinetnya. Ketegasan menghadapi kapal penyelundup dengan mengebom mereka jika tertangkap, salah satu kerja yang didukung oleh Jokowi.

Presiden juga tidak segan mengungkap respek kepada menteri-menteri perekonomian seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. “Bu Ani (Sri Mulyani) saatnya diberi tanggung jawab lebih besar. Sedangkan Pak Enggar dan Pak Airlangga sangat menguasai pekerjaannya hingga detail-detail, saya tahu betul,” sebut Presiden.

Kalimat dengan nada pujian juga tidak segan disampaikan Jokowi saat dimintai pendapatnya tentang Luhut Binsar Panjaitan. Presiden mengaku heran dengan banyaknya opini negatif terhadap Luhut selaku Menteri Koordinator Maritim. “Padahal, Pak Luhut lah yang paling cepat mengeksekusi tugasnya. Dia eksekutor sejati. Semua yang saya tugaskan diselesaikan dengan cepat dan baik,” ungkapnya.

Tentang menteri-menteri yang akan diganti, Jokowi memilih irit bicara. “Toh sebentar lagi juga tahu,” katanya. Namun, Jokowi tidak membantah sosok Jaksa Agung akan berganti. “Dari kalangan non-parpol,” sebutnya.

Untuk diketahui, pada periode pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, jaksa agung dijabat M Prasetyo. Dia merupakan mantan kader Partai NasDem. Dalam sejarahnya, jaksa agung pernah dijabat dari luar Kejaksaan Agung. Meski begitu, dia belum memastikan apakah ini berarti posisi jaksa agung akan diisi dari eksternal Korps Adhyaksa. (kim/JPG/rom/k8)


BACA JUGA

Jumat, 18 Oktober 2019 11:57

WIH..!! Pemerintah Bakal Bangun Bandara Dekat IKN untuk VVIP dan Jet Pribadi

Pemerintah berencana membangun bandara baru tidak jauh dari pusat kota…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:35

Ekonomi RI Masih Bergerak Positif, JK Minta Pahami Kondisi Global

JAKARTA– Jelang akhir masa jabatannya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK)…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:25

Jalan Trans Borneo Harus Menguntungkan

Proyek Jalan Trans Borneo yang digagas Pemerintah Malaysia yang menghubungkan…

Jumat, 18 Oktober 2019 09:51

Gaji Guru Honorer Minimal Setara UMR

JAKARTA – Para guru honorer kini bisa sedikit bernapas lega.…

Jumat, 18 Oktober 2019 09:50

UU KPK Berlaku, Kritik Terus Mengalir

JAKARTA – Mulai Kamis (17/10) UU KPK berlaku. Sebagai penegak…

Jumat, 18 Oktober 2019 09:46

Delapan Hari Tangkap 40 Terduga Teroris

JAKARTA—Polri terus menyisir keberadaan anggota kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah…

Jumat, 18 Oktober 2019 09:43
Saat Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden

Siapkan Tiga Lapis Pengamanan, Imbau Tidak Ada Pengerahan Massa

JAKARTA – TNI bersama Polri mengerahkan kekuatan besar untuk mengamankan…

Jumat, 18 Oktober 2019 09:19
Kontraktor yang Di-OTT KPK Pernah Garap Jalan Gunung Menangis

Kontraktor Itu Kerap Menang Tender Proyek APBN

BONTANG–Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan…

Kamis, 17 Oktober 2019 11:08

13 Hektare Hutan di Dekat Lokasi IKN Dirambah

BALIKPAPAN-Kasus perambahan hutan di Kelurahan Sotek, Kecamatan Penajam, Penajam Paser…

Kamis, 17 Oktober 2019 11:06

Meski Ada OTT KPK, Gubernur Berharap Proyek Tetap Jalan

SEJAK Selasa (15/10) petang, kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*