MANAGED BY:
KAMIS
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Kamis, 15 Agustus 2019 10:07
Dampak Kemarau Mulai Terasa
ilustrasi

PROKAL.CO, SENDAWAR – Kabupaten Kutai Barat (Kubar) memiliki lahan tidur yang luas. Hal itu memerlukan langkah-langkah agar memberikan manfaat dalam pemenuhan hasil panen pertanian. Faktanya hingga kini kebutuhan pangan Kubar masih dipasok dari daerah lain.

Misal, beras, sayur sayuran, daging ayam, dan sapi. Belum lagi akibat dampak alam seperti banjir. Bahkan kemarau yang saat ini memberikan dampak negatif sangat luas. Tidak hanya menyebabkan stok pangan menipis akibat gagal panen, juga berdampak pada stok air bersih di beberapa kampung.

Kemarau memang membuat warga kesulitan air bersih dan banyak lahan pertanian gagal panen. "Kami saja sudah beberapa minggu ini sangat sulit mendapatkan air bersih. Alur sungai sudah keruh dan dangkal," kata Tono, warga Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu.

"Harga cabai saja mahal. Ada kenaikan tapi masih stabil. Harga cabai mencapai Rp 90 ribu sampai Rp 110 ribu per kg," kata Sekretaris Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Ekonomi Menengah (Disdagkop dan UKM) Jannes Hutajulu, seusai memimpin inspeksi mendadak (sidak) harga bahan pokok setelah Iduladha, Rabu (14/8).

Sidak tersebut bersama unsur tim terpadu Pemkab Kubar yakni Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Satpol PP, Polres Kubar, dan sejumlah pemerintah kecamatan.

Sidak di dua pasar besar, yaitu Pasar Jaras Barong Tongkok, dan Pasar Olah Bebaya Kecamatan Melak.

Janes menuturkan, tim bergerak untuk mengetahui secara langsung stok barang kebutuhan pokok, tetapi harga rata-rata relatif stabil.

Sementara itu, distribusi cukup lancar sampai penjual di pasar. Terkait kenaikan harga cabai berkisar Rp 90–110 ribu per kg, disebabkan faktor alam yakni musim kemarau, sehingga banyak petani gagal panen,. Namun, untuk stok masih ada.

Dia mengungkapkan, kebutuhan bahan pokok Kubar masih didatangkan dari luar daerah. Hal ini menyebabkan hargakebutuhan pokok kadang kurang stabil. "Kami sangat bergantung dengan daerah lain seperti pulau Jawa dan Sulawesi. Kadang petani gagal panen dan distribusi terhambat oleh faktor alam. Misalnya, gelombang laut tinggi sehingga kapal tidak berani berlayar," sebutnya.

Janes meminta para penjual tidak menaikkan harga terlalu tinggi dan gunakan timbangan yang sudah disertifikasi tera. "Apabila ada yang menimbun, tim akan proses secara tegas dengan hukum yang berlaku," katanya. (rud/kri/k16)


BACA JUGA

Kamis, 19 September 2019 13:11

Kutim Siap Swasembada Pangan

Pusat pemerintahan Indonesia sudah diputuskan di Kaltim. Targetnya, sebelum 2024…

Kamis, 19 September 2019 13:10

Nestapa Atlet Berprestasi, Hampir Setahun, Bonus 14 Cabor Tak Kunjung Cair

SANGATTA-Banyak atlet yang membela Kutim mempersembahkan medali. Namun, janji bonus…

Kamis, 19 September 2019 13:10

Muharram Kembalikan Berkas ke PDIP

TANJUNG REDEB–Tahapan penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati yang…

Kamis, 19 September 2019 12:57

Pilkada Kukar, Sudah Dua Perahu Terbentuk

Koalisi PAN, PKS, dan PPP dikabarkan telah membentuk satu perahu.…

Kamis, 19 September 2019 12:56

Polisi Dinilai Sering Kecolongan

SENDAWAR - Tidak sedikit para pelaku kriminalitas memanfaatkan aksinya lewat…

Rabu, 18 September 2019 21:00

Pilbup Paser 2020, Alphad Syarif Resmi Lamar PDIP

TANA PASER – Pilkada serentak 2020 di Kabupaten Paser atau…

Rabu, 18 September 2019 13:29

Asap Semakin Pekat, ISPA Meningkat

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum hilang.…

Rabu, 18 September 2019 13:28

Berau Kebagian Asap Kiriman

TANJUNG REDEB-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diperkirakan masih terus terjadi.…

Rabu, 18 September 2019 13:27

Harumkan Bangsa Lewat Pramuka

Beberapa putri berprestasi mengharumkan nama Kutai Timur (Kutim). Dalam peringatan…

Rabu, 18 September 2019 13:23

Tiga Tersangka Pemukulan di Acara Belimbur Langsung Ditahan

Polres Kukar menetapkan tiga tersangka dalam kasus pengeroyokan saat belimbur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*