MANAGED BY:
SENIN
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Rabu, 14 Agustus 2019 12:01
Kemarau Tiba, Siaga Kathutla
ilustrasi

PROKAL.CO, SANGATTA–Ancaman kebakaran hutan dan lahan tiba bersama musim kemarau. Termasuk di Kutai Timur. Pemerintah pun memanggil seluruh stakeholder untuk menyusun langkah antisipasi.

Bupati Kutim Ismunandar mengatakan, Kutim termasuk daerah yang sangat diwaspadai. Jadi, segala aspek harus disiapkan sematang mungkin, agar tidak ada kejadian seperti di wilayah lain.

"Kita harus menyiapkan sejak dini. Agar tidak jadi masalah," katanya dalam coffee morning, Senin (12/8).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim juga mengantisipasi hal yang sama. Sehingga pihaknya menyiapkan 28 personel yang disiagakan di posko induk.

Sekretaris BPBD Kutim Sri Agung Mikael menuturkan, beberapa hari lalu, telah terjadi kebakaran di Kecamatan Teluk Pandan. Hal itu disebabkan kondisi kering musim kemarau cukup panjang.

"Agustus ini kami aktifkan lagi posko penjagaan untuk mengantisipasi karhutla. Untuk sementara kami fokuskan di wilayah terdekat, seperti daerah perkotaan. Selain itu, kami akan membentuk tim untuk wilayah kecamatan masing-masing," jelasnya.

Berdasarkan pantauan, kondisi cuaca yang awalnya berada di titik biru saat ini telah memasuki titik merah. Hal itu menandakan kondisi ini sangat riskan dan harus diantisipasi. Selain itu, petugas wajib siaga untuk terjun lapangan.

"Terhitung sejak Januari hingga Juni, titik terbanyak yang terjadi kebakaran di Kecamatan Kongbeng di Desa Miau Baru. Pantauan kami kebakaran terjadi disebabkan adanya pelebaran lahan. Titik lainnya selalu diantisipasi di Kecamatan Muara Bengkal dan Muara Wahau," kata dia.

Sementara itu, Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Kutim Sukasno menuturkan, pihaknya sudah sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Agar angka karhutla terus merosot. Sebab, di Kutim upaya tersebut sangat berdampak signifikan. Terbukti, penurunan angka kebakaran hutan terjadi sejak dua tahun lalu.

"Sosialisasi itu cukup efektif, perusahaan yang ada di lingkungan terdekat juga sudah diimbau untuk berperan aktif. Syukur saja, dua tahun terakhir tingkat karhutla lebih sedikit," tutupnya. (*/la/dwi/k8)


BACA JUGA

Senin, 16 Desember 2019 12:38

ADA APA YA..!! PNS Ramai-Ramai Hijrah ke Fungsional

Pejabat eselon yang mendekati masa pensiun di setiap organisasi perangkat…

Sabtu, 14 Desember 2019 11:27

Intensitas Hujan Tinggi, Proyek Penanganan Banjir Diuji

Hujan deras melanda Tenggarong dan sekitarnya kemarin (13/12). Beberapa proyek…

Sabtu, 14 Desember 2019 11:27

Hujan Deras, Loa Janan dan Sebulu Banjir

MESKI permukiman warga di Tenggarong aman dari banjir, berbeda halnya…

Sabtu, 14 Desember 2019 11:26

Mancing Malam Hari, Bocah SD Tenggelam

TANA PASER - Tragedi tenggelam kembali melanda warga Kabupaten Paser.…

Jumat, 13 Desember 2019 13:32

Pusat Akan Bangun Dua Waduk di Kukar

Untuk menunjang kebutuhan di IKN dan sekitarnya, pemerintah pusat akan…

Jumat, 13 Desember 2019 13:32

SPBU Wajib Laporkan Kuota BBM

SENDAWAR - Kepolisian Resort (Polres) Kubar akan menindak tegas pelanggaran…

Jumat, 13 Desember 2019 13:31

Jembatan Kukar Uji Dinamik, Hanya Kendaraan Ini yang Boleh Lewat

TENGGARONG - Penutupan Jembatan Kukar untuk pelaksanaan uji dinamik akhir…

Jumat, 13 Desember 2019 13:30

2020, Paser Alokasikan 146 Unit Rumah Layak Huni

TANA PASER - Pada tahun 2020 mendatang, Kabupaten Paser kembali…

Jumat, 13 Desember 2019 13:29

“Jalan Bubur” Mulai Berkurang, Perbaikan Awal 20 Kilometer

Ruas jalan di hampir seluruh kecamatan Kutai Timur (Kutim) rusak…

Jumat, 13 Desember 2019 13:28

Evaluasi Jabatan Tidak Produktif

SANGATTA–Wacana perampingan Eselon III dan IV pada 2020 di Kutim…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.