MANAGED BY:
SELASA
10 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 14 Agustus 2019 11:24
Dikepung Tambang, Konstruksi Tol Terancam

Dinas ESDM Turunkan Inspektorat, Tindak Perusahaan yang Melanggar

Progres Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) sudah 93 persen. Namun kemajuan proyek itu bisa terhambat karena aktivitas tambang batu bara.

PROKAL.CO, Progres Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) sudah 93 persen. Namun kemajuan proyek itu bisa terhambat karena aktivitas tambang batu bara.

 

SAMARINDA - Keberadaan aktivitas dan lubang tambang di buffer zone Tol Balsam berpotensi merusak konstruksi proyek dengan nilai investasi Rp 9,8 triliun itu. Jangan sampai apa yang dikhawatirkan pelaksana proyek, PT Jasamarga Balikpapan - Samarinda (JBS) terjadi sebelum ditangani.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Mineral dan Batu Bara, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim Baihaqi Hazami memastikan akan mengidentifikasi terlebih dulu status pertambangan di dekat jalan tol yang disebut masuk kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara itu.

Apakah pertambangan tersebut aktif atau berupa lubang-lubang bekas galian yang telah ditinggalkan. “Yang pasti kami akan turunkan inspektur tambang ke lokasi,” ungkap Baihaqi, kemarin (13/8).

Nantinya terhadap aktivitas tambang yang aktif maka dilakukan pengawasan rutin. Mengingat sejak awal Dinas ESDM Kaltim telah membagi tugas dan memerintahkan para inspektur tambang ke beberapa area pertambangan. “Kami cek lagi. Apakah memang keberadaan tambang itu berbahaya bagi jalan tol,” jelasnya.

Karena menurut dia, inspektur tambang punya perhitungan tersendiri untuk mengidentifikasi tingkat ancaman aktivitas tambang terhadap sarana publik di dekatnya. Itu dilakukan sesuai aturan. “Ada kajian geotekniknya. Dilihat kondisi tanahnya,” sebut Baihaqi.

Dengan status aktivitas pertambangan dan lubang bekas galian masuk di buffer zone, dia menegaskan akan melakukan pengecekan kembali. Jika memang melanggar aturan, maka pihaknya tak segan melakukan tindakan. “Akan kami tegur perusahaannya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Kaltim Heru Cahyono menilai adanya lokasi tambang di dekat tol memang berpotensi merusak konstruksi jalan. Karena itu, sejak pembangunannya, setiap infrastruktur seperti jalan memiliki buffer zone. Yang mencegah adanya gangguan. “Kan sudah ada aturannya itu,” tutur Heru.

Yang dimaksud Heru adalah Peraturan Menteri (Permen) Lingkungan Hidup (LH) 4/2012 tentang Indikator Ramah Lingkungan untuk Usaha dan/atau Kegiatan Penambangan Terbuka Batu Bara, turut mengatur batas tambang dan fasilitas umum. Aktivitas pertambangan diberi jarak minimal 500 meter dari fasilitas umum, termasuk permukiman atau rumah warga. “Jadi ini kembali kepada penegakan hukumnya,” ungkapnya.

Dia lantas mengaitkan persoalan itu dengan Kaltim sebagai kandidat calon ibu kota negara. Di mana menurutnya, solusi persoalan tambang di Kaltim harus bisa diselesaikan. Jangan sampai Kaltim jadi ibu kota negara, pengawasan dan penegakan hukum baru dijalankan dengan maksimal.

Apalagi, ujar dia, dengan adanya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun terkait pertambangan itu tentu harus jadi perhatian. “LPJK Kaltim tentu menganggap persoalan antara jalan tol dan tambang itu memprihatinkan,” ungkapnya.

Terkait lubang bekas galian tambang dekat tol, Heru menyebut harus ada kajian bagaimana dilakukannya reklamasi. Karena setiap kawasan memiliki kondisi tanah tersendiri. Untuk itu, sejak awal terdapat buffer zone yang memastikan keamanan konstruksi. “Beda di Kalimantan beda di Jawa ya. Di Jawa itu ada juga jalan tol yang dekat lubang galian tambang, tapi tanahnya di sana lebih stabil,” paparnya.

Keberadaan lubang bekas tambang di Kaltim jadi sorotan KPK. Selain menyebabkan puluhan nyawa hilang, kini mengancam keberadaan fasilitas umum. Salah satunya Jalan Tol Balsam. Di Kelurahan Sungai Siring, Samarinda, bahkan ada tambang batu bara dekat dengan Bandara APT Pranoto.

Kaltim Post akhir pekan lalu mendatangi Kilometer 45, Kampung Sinjai, Kelurahan Bukit Merdeka, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara. Lewat foto drone, trase Jalan Tol Balsam di kawasan itu terdapat di kiri dan kanan jalan beberapa lubang bekas tambang. Bahkan di antaranya masih aktif. Itu ditandai dengan adanya ekskavator yang masih bekerja. Dari kejauhan juga terlihat tumpukan batu bara di stockpile.

Dari pantauan media ini, jarak antara lubang tambang dan jalan tol bahkan hanya sekitar 50 meter. Sementara jarak antara jalan bebas hambatan dan tambang yang masih beroperasi ada yang hanya sekitar 100 meter. Ada pula yang berjarak sekitar 500 meter dari jalan. Tol seakan dikepung tambang.

Media ini pada Februari juga sempat menelusuri aktivitas tambang di sepanjang Tol Balsam. Saat itu Direktur Utama PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS) STH Saragi menjelaskan titik paling mengancam adalah di Seksi 4 Kelurahan Bantuas, Kecamatan Palaran, Samarinda. Tepatnya di dekat SMP 33. “Itu gerowong. Menyebabkan potensi longsor,” kata Saragi.

Mengantisipasi terjadinya kerusakan pada konstruksi jalan, desain ulang dilakukan. Dengan menggunakan pile slab. Ditangani dengan timbunan dan treatment dengan minipile, geotekstil, dan penggantian material tanah. “Semua sudah ditangani konsultan desain. Secara teknis tidak mengganggu,” ujarnya.

Kemarin Saragi menyebut ada satu titik yang saat ini menjadi perhatian. Jika berkendara di jalan tol, lokasinya di Kilometer 29 STA 800 atau Kilometer 45 di Kelurahan Bukit Merdeka, Samboja lewat jalan poros Balikpapan-Samarinda. Yang statusnya masuk Tahura Bukit Soeharto. “Kondisinya sudah dekat (badan jalan tol),” ungkap Saragi. (rdh/rom/k15)


BACA JUGA

Selasa, 10 Desember 2019 11:48

WADUH..!! Ada 44 Lapas Sarang Narkotika Belum Tersentuh

JAKARTA— Masih banyak lapas yang menjadi tempat peredaran narkotika. Badan…

Selasa, 10 Desember 2019 11:30

KPK Tagih Komitmen Reformasi Birokrasi, Honor Tambahan ASN Dihilangkan

JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta pemerintah mempercepat penerapan sistem…

Selasa, 10 Desember 2019 11:27
INDONESIA vs VIETNAM

Saatnya Lepas Dahaga Juara

MANILA- Tim sepak bola Indonesia menunggu cukup lama untuk bisa…

Senin, 09 Desember 2019 16:11

Polisi Tangkap Tiga Orang Diduga Mencuri Minyak Mentah Pertamina Sanga-sanga, Begini Cara Kerjanya

SAMARINDA - Sebanyak tiga orang inisial HR, HK dan MK…

Senin, 09 Desember 2019 13:56
Jelajah Kampung Terpencil di Kutai Barat (3-Habis)

Wisata Budaya hingga Kuburan Dayak Berusia Ratusan Tahun

Potensi wisata Kampung Tanjung Soke, Kecamatan Bongan, Kutai Barat (Kubar),…

Senin, 09 Desember 2019 13:55

Pangkalan Militer di Samarinda, VVIP di Balikpapan

BALIKPAPAN–Lalu lintas penerbangan di langit Kalimantan akan semakin padat. Hal…

Senin, 09 Desember 2019 13:54

Tak Jadi di Melawai, Jembatan Tol Dipindah ke Kariangau

BALIKPAPAN–Keputusan pemindahan lokasi jembatan tol Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU) membuat…

Senin, 09 Desember 2019 13:54

Organ Tubuh Tak Utuh Menimbulkan Tanya

SAMARINDA–Misteri hilangnya Yusuf Ahmad Gazali sejak Jumat (22/11) lalu mulai…

Senin, 09 Desember 2019 12:53

Jika Masih Gagal, Bentuk TGPF Kasus Novel

JAKARTA- Presiden Joko Widodo dijadwalkan bertemu Kapolri Jenderal Idham Aziz…

Senin, 09 Desember 2019 10:54

Duit Rp 700 M untuk Proyek Air Baku Ibu Kota

Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara (Kukar) bakal jadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.