MANAGED BY:
MINGGU
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 13 Agustus 2019 23:00
Tol Balikpapan-Samarinda Dikepung Tambang

Hanya Berjarak 100 Meter di Kiri-Kanan Jalan

THOMAS DWI PRIYANDOKO/KP FASILITAS UMUM TERANCAM: Trase Jalan Tol Balikpapan-Samarinda di kawasan Kampung Binjai, Kelurahan Sungai Merdeka, Kutai Kartanegara. Terlihat kiri dan kanan jalan yang terdapat tambang.

PROKAL.CO, Pantas lubang bekas tambang di Kaltim jadi sorotan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selain menyebabkan puluhan nyawa hilang, kini mengancam keberadaan fasilitas umum.

 

BALIKPAPAN-Lubang bekas tambang maupun tambang batu bara aktif benar-benar mengancam keberadaan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam). Di Kelurahan Sungai Siring, Samarinda, bahkan ada yang dekat dengan Bandara APT Pranoto.

Kaltim Post akhir pekan lalu mendatangi Kilometer 45, Kampung Sinjai, Kelurahan Bukit Merdeka, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara. Lewat foto drone, trase Jalan Tol Balsam di kawasan itu terdapat di kiri dan kanan jalan beberapa lubang bekas tambang. Bahkan di antaranya masih aktif. Itu ditandai dengan adanya ekskavator yang masih bekerja. Dari kejauhan juga terlihat tumpukan batu bara di stockpile.

Dari pantauan media ini, jarak antara lubang tambang dan jalan tol bahkan hanya sekitar 50 meter. Sementara jarak antara jalan bebas hambatan dan tambang yang masih beroperasi ada yang hanya sekitar 100 meter. Ada pula yang berjarak sekitar 500 meter dari jalan.

Media ini pada Februari juga sempat menelusuri aktivitas tambang di sepanjang Tol Balsam. Saat itu Direktur Utama PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS) STH Saragi menjelaskan titik paling mengancam adalah di Seksi 4 Kelurahan Bantuas, Kecamatan Palaran, Samarinda. Tepatnya di dekat SMP 33. “Itu gerowong. Menyebabkan potensi longsor,” kata Saragi.

Mengantisipasi terjadinya kerusakan pada konstruksi jalan, desain ulang dilakukan. Dengan menggunakan pile slab. Ditangani dengan timbunan dan treatment dengan mini pile, geotekstil, dan penggantian material tanah. “Semua sudah ditangani oleh konsultan desain. Secara teknis tidak mengganggu,” ujarnya.

Kemarin Saragi menyebut ada satu titik yang saat ini menjadi perhatian. Jika berkendara di jalan tol, lokasinya di Kilometer 29 STA 800 atau Kilometer 45 di Kelurahan Bukit Merdeka, Samboja lewat jalan poros Balikpapan-Samarinda. Yang statusnya masuk Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto. “Kondisinya sudah dekat (badan jalan tol),” ungkap Saragi.

Namun, dia belum menerima informasi lebih jauh terkait detail jarak antara aktivitas pertambangan dan badan jalan tol. Sebab, dia baru mendapat laporan dari jajarannya dan baru bersurat ke gubernur Kaltim mengenai kondisi itu. “Sebenarnya sudah bolak-balik kami bersurat soal aktivitas tambang. Ini kami bersurat lagi untuk yang di Bukit Merdeka itu,” sebutnya.

Dengan adanya aktivitas tambang di dekat tol, kata dia, mengancam konstruksi jalan. Kondisi tanah di Kaltim sangat rentan terjadinya pergeseran jika ada aktivitas pengerukan. Berbeda dengan di Pulau Jawa, yang kondisi tanahnya lebih stabil. “Yang jelas aktivitas tambangnya itu sudah di buffer zone jalan tol yang kami kerjakan,” ungkapnya.

Dalam proyek Tol Balsam, PT JBS menangani Seksi 2, Seksi 3, dan Seksi 4. Rencananya seksi itu akan diresmikan akhir tahun ini. Saragi menyebut sudah melakukan rapat terutama dengan Kantor Staf Presiden (KSP) dan kementerian terkait. Rencananya peresmian akan dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Kami hanya melaporkan apa yang sudah kami kerjakan,” kata Saragi.

Dia menyebut untuk seksi yang ditangani PT JBS, secara konstruksi badan jalan telah tersambung penuh. Artinya kendaraan sudah bisa melintas tanpa terkendala aktivitas pekerjaan. Tinggal menunggu kabar uji kelayakan dari unsur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, dan Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia. “Uji itu yang memakan waktu berbulan-bulan,” sebutnya.

Sementara untuk Seksi 1 dan Seksi 5, Balai Pengelola Jalan Nasional (BPJN) XII Kaltim-Kaltara memastikan tetap ingin dua seksi tersebut bisa rampung dan fungsional akhir tahun ini.

Secara keseluruhan progres proyek Tol Balsam berada pada angka 93 persen. Namun sejumlah kendala masih mengadang, terutama berlarutnya pembebasan lahan. “Kami target untuk pembebasan lahan ini selesai September,” ungkap Kepala BPJN XII Kaltim-Kaltara Refly Ruddy Tangkere kemarin.

Diketahui, berdasar data Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim tahun 2018, provinsi ini memiliki 1.735 lubang tambang yang tersebar di kabupaten/kota penghasil batu bara. Kutai Kartanegara (Kukar) sebagai “penyumbang” terbanyak.

Dari data itu, Kukar memiliki 842 lubang. Kemudian, disusul Samarinda 349 lubang dan Kutai Timur 223 lubang. Lalu Berau 123, Kutai Barat 74, Penajam Paser Utara 64, dan Paser 60. Semua lubang itu berstatus bekas tambang maupun tambang yang saat ini masih berproduksi. Adapun korban jiwa yang meninggal di lubang bekas tambang di Kaltim hingga saat ini berjumlah 35 orang. (rdh/rom/k16)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Oktober 2019 14:00

Pelantikan Presiden dan Wapres, 3.500 Personel Amankan Kaltim dan Kaltara

 PROKAL.CO, SAMARINDA - Kepala Seksi Oprasional (Kasi Ops) Korem 091/ASN…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:30

Sebulan Setelah Persalinan Langsung Nunggak Iuran

JAKARTA-- Persalinan jadi salah satu jenis layanan kesehatan yang paling…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:29

Kalimantan Sudah Bersih, Jawa Masih Terbakar.

JAKARTA­– Menuju paruh akhir bulan Oktober 2019, Kabut asap akibat…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:28

Ada 672 Peserta Ikut Mendesain Ibukota

JAKARTA– Jumlah peserta sayembara desain Ibukota Negara (IKN) baru terus…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:22

Saling Curiga Harus Diakhiri!

WAMENA-Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Jayawijaya memfasilitasi pertemuan antara kepala-kepala suku…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:05

18 Kepala Negara dan Ratusan Duta Besar Konfirmasi Datang

JAKARTA– Minggu besok (20/10) Presiden Joko Widodo dan wakil presiden…

Jumat, 18 Oktober 2019 12:41

Sani Tetap Menjabat Kepala DPMPTSP

SAMARINDA–Abdullah Sani mestinya berkantor di Kegubernuran Kaltim, Jalan Gajah Mada,…

Jumat, 18 Oktober 2019 12:12

Proyek Masih Jalan, Kantor BPJN Disegel

PROYEK rekonstruksi jalan nasional Samarinda-Bontang-Sangatta belum terpengaruh setelah Komisi Pemberantasan…

Jumat, 18 Oktober 2019 12:05
Dibalik OTT KPK di Samarinda dan Bontang

Begini Praktik Curang yang Dilakukan Kontraktor untuk Menangkan Tender

BONTANG-Operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Samarinda dan Bontang pada…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:57

WIH..!! Pemerintah Bakal Bangun Bandara Dekat IKN untuk VVIP dan Jet Pribadi

Pemerintah berencana membangun bandara baru tidak jauh dari pusat kota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*