MANAGED BY:
JUMAT
23 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 13 Agustus 2019 22:10
Tiga Proyek Diusulkan Dibiayai Pusat
Proyek normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM) dibiayai pusat.

PROKAL.CO, REALISASI pembangunan tiga proyek prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Isran Noor-Hadi Mulyadi perlahan menemui titik temu. Pembangunan Jalan Tol Samarinda-Bontang, Waduk Lambakan di Kabupaten Paser serta normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM) yang merupakan bagian dari program pengendalian banjir di Samarinda direncanakan dimulai pembangunannya pada 2020.

Untuk mendapat kucuran anggaran pusat, Isran pun memberikan usulan agar ketiga proyek tersebut masuk proyek strategis nasional (PSN). Diketahui, pengerukan SKM saat ini mulai dilakukan Pemkot Samarinda dan Pemprov Kaltim. Dengan anggaran APBD Perubahan 2019 sebesar Rp 20 miliar. Namun, proyek tersebut masih bersifat sementara.

Karena itu, agar normalisasi SKM tuntas, pemprov pun memasukannya dalam PSN. Begitu juga dengan pembangunan Jalan Tol Samarinda-Bontang dan Waduk Lambakan di Paser. Gubernur menuturkan, pemprov akan berupaya semaksimal mungkin untuk melobi pemerintah pusat sehingga proyek tersebut masuk skala prioritas.

“Anggaran yang dibutuhkan memang cukup besar. Karena itu, coba diupayakan agar bisa masuk proyek strategis nasional tahun depan,” katanya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Biro Administrasi Pembangunan Pemprov Kaltim Fadjar Djojoadikusumo membenarkan hal tersebut. Lanjut dia, Gubernur memang meminta ada program khusus terkait pengentasan banjir di Kota Tepian. Salah satunya membenahi sejumlah daerah aliran sungai (DAS).

Dirinya memastikan, pendanaannya tidak akan dibebankan ke APBD Kaltim ataupun APBD Samarinda. Tetapi menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. “Sudah sewajarnya proyek itu mendapatkan dukungan APBN. Selama ini Pemprov Kaltim sudah banyak membantu pembangunan proyek nasional. Misalnya, pembangunan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda dan Bandara APT Pranoto Samarinda,” ujarnya.

Meski tidak secara spesifik ke normalisasi SKM, sambung dia, proyek pengentasan banjir di Samarinda akan melingkupi beberapa titik. Di antaranya normalisasi Sungai Karang Asam Kecil dan Besar. Kebutuhan pendanaan akan diusulkan melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Secara keseluruhan, alokasi anggaran normalisasi yang diusulkan mencapai Rp 248,7 miliar. Namun, untuk jangka panjangnya, setidaknya program itu membutuhkan anggaran sekitar Rp 1-2 triliun, khusus normalisasi SKM. “Sedang kami usulkan. Ibaratnya (anggaran itu) baru empat sehat, belum lima sempurna. Kan di luar biaya relokasi warga di bantaran SKM. Anggaran itu masih fokus konstruksi. Relokasi warga dialokasikan provinsi dan kota,” jelas dia.

Sementara itu, pembangunan Jalan Tol Samarinda-Bontang merupakan salah satu proyek yang digadang-gadang akan direalisasikan duet Isran-Hadi. Proyek tersebut diyakini dapat mendongkrak pembangunan di Samarinda, Bontang, dan Kutim. Fadjar mengungkapkan, proyek tersebut memang sudah lama diusulkan Pemprov Kaltim.

“Proses sosialisasi (Tol Samarinda-Bontang) sedang dilakukan. Amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) juga dibuat. Yang belum adalah rutenya. Karena itu, angka proyek belum keluar,” ucap dia. Adapun skema pengerjaannya akan melibatkan kerja sama antara pemerintah dan swasta. Tol Samarinda-Bontang akan melintasi hutan lindung dengan panjang sekitar 17 kilometer sehingga harus dialihfungsikan nantinya. Sementara itu, untuk proses pembebasan lahan, pemerintah membutuhkan anggaran Rp 300-400 miliar.

“Minimal dalam tiga tahun ke depan sudah ada pembangunan. Kami akan upayakan semaksimal mungkin. Sebelum periode kepemimpinan Pak Isran dan Pak Hadi selesai (2023), proyek itu sudah bisa dilaksanakan,” harap Fadjar. Adapun pembangunan Waduk Lambakan di Kabupaten Paser, lanjut Fadjar, kemungkinan menjadi megaproyek pertama di bidang pengairan yang dibangun di Kaltim. Proyek tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 6.000 hektare, dengan kebutuhan anggaran Rp 6 triliun.

Dia memastikan, proyek itu tidak hanya untuk pengairan, tetapi juga multifungsi. Tidak menutup kemungkinan, waduk tersebut akan dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. “Proses pembebasan lahan tidak begitu susah. Sebagian besar lahan yang digunakan milik pemerintah. Desain waduknya sudah lama dibuat. Tinggal diusulkan untuk masuk di PSN,” sebutnya.

Jika Waduk Lambakan terbangun, waduk tersebut akan tercatat sebagai waduk terbesar ketiga di Indonesia setelah Waduk Jatiluhur di Purwakarta dan Waduk Jatigede di Sumedang yang keduanya berada di Jawa Barat. (*/dq/riz/k16)


BACA JUGA

Kamis, 22 Agustus 2019 12:08

Indonesia Masih Lumayan, di Negara Tetangga Ini Antrean Haji Tembus 121 Tahun

Untuk bisa mendaftar haji di Malaysia, umat muslim harus menyetor…

Kamis, 22 Agustus 2019 12:04

Polri Buru Kelompok Penghasut Papua

JAYAPURA–Aksi massa di Papua diduga ditunggangi kelompok separatis. Indikasi itu…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:26

As-Haabee, Museum Baru yang Mengisahkan Sejarah Sahabat Nabi di Makkah

Jamaah haji tahun ini bisa mengisi waktu dengan mengunjungi Museum…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:21

Kota Pancasila Konsep Ibu Kota Baru, 800 Ribu PNS Bakal Dipindah

JAKARTA– Desain ibu kota negara (IKN) Indonesia yang baru mengusung…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:11
Cerita Si Emen, Pelajar Jangkung 2,6 Meter

Ukuran Sepatu Jumbo, Bongkar Pintu agar Bisa Lewat

Tidak banyak orang yang memiliki tinggi di atas 2 meter…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:01

Menteri Keuangan Kecewa dengan BPJS Kesehatan

JAKARTA– Defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tahun ini…

Kamis, 22 Agustus 2019 10:07

Jadi Calon Ibukota Negara, Samboja Kebanjiran Pembeli Tanah

PROKAL.CO, KUKAR - Tokoh masyarakat Samboja Anwar mengaku beberapa pihak…

Rabu, 21 Agustus 2019 23:00
Lokasi Ibu Kota Negara, Gubernur Tetap Pilih Tahura

“Maaf Kalteng, Kaltim yang Dipilih”

BALIKPAPAN– Dicoretnya Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto sebagai kandidat…

Rabu, 21 Agustus 2019 22:15

Jika Jadi Ibukota, Lahan PPU Siap, Bupati Siap Menggratiskan

DICORETNYA Tahura Bukit Soeharto dari lokasi ibu kota negara membawa…

Rabu, 21 Agustus 2019 21:09

Tak Sampai Jutaan Kok, Segini Nih PNS Pusat yang Bakal ke Ibukota Baru di Kalimantan

Rencana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan akan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*