MANAGED BY:
SELASA
19 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

OLAHRAGA

Selasa, 13 Agustus 2019 09:52
Masih Kaku Dalam Skema Baru
Kurt Zouma dianggap melakukan kesalahan mendasar.

PROKAL.CO, MANCHESTER – Pembantaian. Manchester United demikian leluasa menghancurkan Chelsea sebagai lawannya di matchweek perdana Premier League kemarin (12/8) di Old Trafford. Empat gol digelontorkan ke gawang Kepa Arrizabalaga.

Penyerang Marcus Rashford menjadi mimpi buruk buat Cesar Azpilicueta dkk. Pemain yang diorbitkan oleh Louis van Gaal dalam skuad utama United musim 2014-2015 itu memborong dua gol. Yakni penalti di menit ke-18 dan satu lagi di menit 67. Dua gol lainnya disumbangkan Anthony Martial (65') kemudian Daniel James (81') menggenapi kegembiraan pendukung United.

“Seperti yang saya katakan kepada anak-anak sebelum pertandingan, saat ini kami telah menemukan cara bermain seperti yang diinginkan dan filosofinya. Para pemain tinggal menjalankan dan melakukan yang sama (dengan latihan pramusim),” kata Solskjaer dikutip Manchester Evening News.

Nah, situasi yang ditemui Solskjaer yang nyetel dengan anak buahnya ini berkebalikan dengan apa yang dialami Frank Lampard dan Chelsea. Meski cuma sekali kalah di pramusim, modal tersebut tak berarti apapun di musim reguler.

Usai pertandingan Lampard mengatakan kepada Sky Sports jika timnya membayar mahal untuk kesalahan-kesalahan kecil yang dilakukan timnya. Selain itu periode lebih pendek Lampard bersama Chelsea ketimbang Solskjaer mengarsiteki United jadi pembeda.

“Hanya empat kesalahan dan tak lebih banyak dari itu, United bermain dengan teknik yang sangat bagus. Kami harus bangkit karena sungguh rasa itu tak membuat nyaman,” kata Lampard. “Kalau dilihat penampilan keseluruhan kami tak pantas kalah telah dengan empat gol,” tambah pelatih berusia 41 tahun itu.

Chelsea sempat mengejutkan lini belakang United saat tendangan penyerangnya Tammy Abraham mengenai tiang di menit keempat. Cuma momentum itu kemudian gagal dilanjutkan The Blues untuk menang.

Kecerobohan bek Chelsea Kurt Zouma menjadi awal petaka. Selain nyaris blunder, Zouma malah dengan berani melakukan hadangan saat penyerang United Marcus Rashford mencoba melewatinya di kotak penalti.

Di babak kedua, gelandang Paul Pogba mengorkestrasi dua gol United. Masing-masing untuk gol kedua Rashford atau gol ketiga United. Serta gol keempat United oleh pemain baru mereka Daniel James.

Menurut Daily Mail ketiga gol United di babak kedua bersumber pada satu hal. Yakni adanya celah menganga di lini belakang dan tengah Chelsea. Jorginho yang biasanya bermain sebagai benteng di depan empat bek tidak melakukan tugasnya dengan baik.

Misalnya untuk gol ketiga United. Bisa dikatakan kombinasi long pass Pogba kepada Rashford seharusnya sudah diantisipasi lini belakang. Sejak kedatangan Solskjaer Desember tahun lalu, Pogba adalah pemain paling pentingnya.

Opta menulis di ajang Premier League, Pogba terlibat sepuluh gol dan delapan assist dalam 22 penampilannya di era Solskjaer. Dan tak ada pemain lain yang lebih dominan dalam mencetak gol maupun mengirim assist selain Pogba saat Solskjaer jadi pelatih.

Football London menuliskan transisi taktik yang terlalu berani oleh Lampard juga menjadi salah satu penyebabnya. Musim lalu di bawah kendali Maurizio Sarri, Chelsea bermain selalu dengan 4-3-3. Kalaupun ada variasinya, maka yang diubah adalah nama-nama pemainnya. Dan bukan formasinya.

“Terakhir kali Chelsea memakai formasi 4-2-3-1 terjadi tiga tahun lalu. Atau musim 2016-2017 ketika tim di bawah kendali Antonio Conte,” tulis Football London. Tepatnya saat menang 4-2 atas Leicester City di putaran ketiga Piala Liga (21/9/2016).

Football London menulis salah satu pelatih Chelsea dengan pemahaman transisi taktik terbaik adalah Conte. Perubahan tiga bek yang disukai Conte tak dilakukan secara radikal pada musim perdananya.

Pada musim 2016-2017 dimana Chelsea keluar sebagai juara Premier League di akhir musim, maka Conte memakai delapan kali formasi empat bek di awal musim kemudian berganti skema tiga bek pada 39 laga selanjutnya.

Atas kekalahan telak yang dialami Chelsea ini pundit Sky Sports yang merupakan mantan pelatih United maupun Chelsea Jose Mourinho menyebut beberapa titik kelemahan Lampard sebagai pelatih debutan. Meme di Bleacher Reports malah meledek kalau Chelsea mempekerjakan seorang guru olahraga dan bukan pelatih sepak bola saking ala kadarnya skema permainan Chelsea.

“Kalau saya sebagai pelatih maka saya akan sangat frustasi melihat apa yang dilakukan Zouma. Karena level kesalahan yang dilakukannya adalah level dasar dari seorang pemain belakang,” ucap Mourinho.

Pria asal Setubal tersebut juga menyatakan 'keberanian' Lampard dengan menurunkan mayoritas pemain muda harus dibayar mahal. Pemain-pemain ini dianggap kurang pengalaman dan tak bisa keluar dari tekanan untuk laga sebesar United lawan Chelsea.

Disinggung soal pernyataan Mourinho tentang terlalu banyak pemain muda di skuadanya, Lampard membela diri. Eks pelatih Derby County itu disebut lebih memilih nama-nama seperti Abraham serta Mason Mount ketimbang Willian atau malah N'Golo Kante yang tak sungguh-sungguh cedera.

“Saya tak bisa menyeret pemain untuk keluar dari ruang pengobatan untuk memaksanya bermain. Kami bermain bagus 45 sampai 60 menit dan saya percaya skuad saya,” bela Lampard untuk rapor merah yang diberikan kepada Mout. (dra)


BACA JUGA

Selasa, 19 November 2019 11:03

Persiapan MotoGP 2020 Dimulai Hari ini

VALENCIA- Rider MotoGP tidak punya waktu lama untuk istirahat. Mereka…

Selasa, 19 November 2019 10:59

Rindu Kemenangan

Empat laga terakhir tanpa menuai menang, membuat Borneo FC kesulitan…

Selasa, 19 November 2019 10:59

Fokus Pemulihan Cedera

MAKASSAR – Saat pemain lain memilih pulang kampung dan menikmati…

Selasa, 19 November 2019 10:55

Tak Banyak Nama Baru Untuk Euro 2020

FRANKFURT– Jerman akan menghadapi laga terakhir di kualifikasi Euro 2020…

Selasa, 19 November 2019 10:54

Jalan Juara Grup Pun Tak Akan Gampang

NYON– Pelatih Belanda Ronald Koeman kepada NU mengatakan timnya mengejar…

Selasa, 19 November 2019 10:51
BRASIL vs KOREA SELATAN

Samba Buru Ending Sempurna

ABU DHABI- Tahun 2019 tampaknya bakal berjalan tanpa cela bagi…

Selasa, 19 November 2019 10:49
Kampiun ATP Finals 2019

Stefanos Tsitsipas, Juara Termuda Sejak Hewitt 2001

LONDON– Tahun lalu, Stefanos Tsitsipas hanyalah seorang pemuda menjadi juara…

Selasa, 19 November 2019 10:38

Neymar, Antara Comeback dan Kontrak

PEKAN ini jadi momen krusial bagi Neymar Jr. Bagaimana tidak.…

Senin, 18 November 2019 12:49
(8) Indonesia vs Sri Lanka (0)

Start Menjanjikan Indonesia

BALIKPAPAN–Timnas Pelajar Indonesia tampil menjanjikan pada laga pembuka Asian School…

Senin, 18 November 2019 12:12

Penutup Musim yang Sempurna Marquez dan Repsol Honda

VALENCIA- Prestasi Marc Marquez bersama Repsol Honda pada musim 2019…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*