MANAGED BY:
SENIN
19 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Senin, 12 Agustus 2019 13:38
TMMD Wujud Nyata Kedekatan TNI-Rakyat
Dino Martino

PROKAL.CO, Oleh : Kapendam VI/Mulawarman Kolonel Kav Dino Martino

 

KEGIATAN program TMMD yang berjalan selama ini oleh satuan komando ke wilayah dalam hal ini Kodim,merupakan suatu wujud bakti TNI secara nyata. Dalam membantu masyarakat mengatasi keterbatasan infrastruktur. Dan sarana prasarana umum lingkungan di daerahnya.

Melalui berbagai program. Berupa sasaran fisik dan non-fisik dalam setiap program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) yang telah memasuki hitungan ke-105  kali. Secara menyeluruh di seluruh wilayah Kodam seluruh Indonesia. Menjadikan program tersebut sebagai salah satu solusi oleh pemerintah daerah.

 Bekerja sama dengan Kodim untuk membuka daerah terisolir, mengatasi dampak  bencana alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan dan wilayah perbatasan. TMMD sebagai sebuah Darma Bakti TNI yang  melibatkan komponen utama pertahanan. Yaitu TNI untuk membantu penyelenggaraan kegiatan kemanusiaan (civic mission) untuk menangani masalah-masalah sosial dan kemanusiaan.

 Atas permintaan instansi terkait dan atau inisiatif sendiri yang dilaksanakan secara bersama-bersama dengan instansi terkait. Tanpa mengabaikan kesiapan satuan dengan mendayagunakan kemampuan kekuatan pertahanan. Dalam menjalankan fungsi sosial tanpa mengabaikan kewaspadaan.  

Sesuai perjalanannya, penentuan program TMMD diawali dari hasil pelaksanaan komunikasi sosial (KKS). Antara babinsa, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama. Memberikan semangat menumbuhkan kesadaran, sikap dan mendorong peran serta masyarakat dalam mewujudkan ketahanan wilayah.

 Melalui berbagai pengajuan saran dan masukan  kepada babinsa untuk pemecahan masalah di wilayahnya. Biasanya berupa pembukaan jalan untuk wilayah terisolir, perbaikan fasilitas umum dan rumah ibadah maupun rehab terhadap rumah tidak layak huni bagi masyarakat yang kurang mampu.

Sebagai gambaran, pelaksanaan TMMD ke-105 di Kodim 0901/Samarinda yang baru saja selesai dan tutup oleh Panglima TNI pada 8 Agustus 2019. Merupakan salah satu solusi pemecahan masalah banjir di Kota Samarinda yang terjadi beberapa bulan lalu. Pembuatan jalan penghubung sepanjang kurang lebih 1.000 meter dengan luas badan jalan 7 meter menjadi jalan penghubung pembukaan daerah yang disiapkan untuk merelokasi masyarakat di bantaran sungai Karang Mumus.

 Yang mengalami pendangkalan akibat banyaknya rumah penduduk sepanjang sungai tersebut. Terbukanya akses jalan TMMD  yang dibangun melalui cara  menimbun  rawa-rawa yang dalam, menjadikan jalan tersebut cukup strategis. Dalam mengembangkan daerah yang akan menjadi lahan relokasi warga.

Memang hal tersebut bukanlah satu-satunya solusi. Namun setidaknya salah satu permasalahan masalah relokasi akan bisa terpecahkan sedikit demi sedikit. Jalan yang telah dibangun memang berdampak besar terhadap rencana pihak Pemerintah Kota Samarinda untuk melaksanakan normalisasi Sungai Karang Mumus.

 Menjadi alasan tersendiri program TMMD ke-105 Kodim 0901/Samarinda untuk  mempercepat langkah pemecahan bencana banjir di Samarinda  waktu lalu. Yang melumpuhkan jalur transportasi ke bandara maupun mobilitas warga. Program TMMD tersebut  sinergi dengan program jangka panjang pelaksanaan relokasi warga untuk normalisasi sungai.

 Dibarengi kerja sama antara Pemkot Samarinda dan Korem 091/ASN.  Melalui program Karya Bakti untuk mengeruk sungai sekaligus menertibkan penduduk di sepanjang bantaran sungai Karang Mumus. Kedekatan TNI dan rakyat menjadi salah satu upaya mengajak masyarakat berperan penting mencegah terjadinya bencana alam serupa di masa yang akan datang.

Semoga harapan tersebut bisa terwujud dengan bantuan semua pihak. Dengan tetap berpegang pada upaya mengatasi masalah sosial yang mungkin timbul. Selama proses normalisasi sungai tersebut.

Dalam setiap pelaksanaan TMMD, di balik pencapaian sasaran fisik tidak kalah pentingnya adalah pelaksanaan program non-fisik. Yang diselenggarakan oleh satuan kodim di tiap wilayah. Guna menjaga dan memelihara kedekatan TNI dengan rakyat sebagai ibu kandung TNI. Melalui beberapa pendekatan baik secara ceramah, penyuluhan dan lain-lain untuk materi bela negara, penyuluhan anti narkoba dan  pengetahuan hukum.

Di balik itu semua, metode pendekatan efektif  prajurit yang tinggal  bersama-sama masyarakat selama 30 hari di rumah ibu atau bapak asuh, menjadi senjata utama dalam menjaga kedekatan TNI dengan masyarakat. Berbaur setiap hari. Aktivitas prajurit yang dimulai dari bangun tidur sampai dengan tidur istirahat malam secara interaktif  dengan keluarga tuan rumah dan tetangganya sehari-hari.

 Dapat dimanfaatkan untuk mengenal secara intens sosok prajurit TNI. Dimulai dari  bangun  pagi hari untuk  ibadah bersama salat Subuh. Memasak, makan bersama untuk  keperluan prajurit. Bahkan terkadang ikut dalam memberikan pelajaran sekolah maupun agama di tempat ibadah terdekat.

 Akan menjadikan mereka sebagai satu keluarga bersaudara yang saling membantu dan bertukar pengalaman. Untuk bisa saling mengenal satu sama lain dan menjelasakan secara gamblang pekerjaan prajurit sehari-hari. Maupun proses bagaimana mereka bisa menjadi prajurit. Dari sisi masyarakat, mereka tidak akan segan untuk  menyampaikan segala  keluh kesahnya secara langsung tanpa sungkan sehingga tercipta interaksi yang harmonis satu sama lain.

Menghasilkan chemistryalami untuk bisa berbagi pengalaman antarsatu dan lainnya. Hal-hal seperti tadi bisa dianggap sepele dalam pertahanan negara. Apabila kita tidak mendalaminya di lapangan. Namun kenyataannya, cara tersebut  akan memberikan dampak positif secara langsung dalam penciptaan Kemanunggalan TNI-Rakyat. Karena dilaksanakan sebanyak 3 kali setahun di tiap Kodim.

Yang berarti 90 hari (3 bulan) di suatu wilayah akan menjadikan kedekatan TNI Rakyat terbentuk sendirinya. Secara sadar tanpa ada paksaan. Namun bila dilihat secara langsung. Hasilnya tidak akan bisa terlihat secara instan. Kita akan bisa memetik hasilnya 5 sampai 10 tahun ke depan dampaknya di suatu wilayah.

Karena pelaksanaan program TMMD merupakan  sesuatu program  yang dilandasi niat dan keinginan yang baik. Niscaya akan memberikan hasil yang baik di masa yang akan datang. Baik ditinjau secara pencapaian fisik dan non-fisik bagi masyarakat.

Apabila ditinjau secara mendalam, menjadikan program TMMD sebagai suatu program sinergi  antara TNI dengan pemerintah daerah. Dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidaklah salah. Dimulai dari tahap penentuan sasaran strategis dan penganggaran. Akan memberikan kontribusi positif kepada rakyat dan masyarakat di daerah terisolir, terpencil  dan wilayah perbatasan.

Untuk masa yang akan datang, memberikan dampak terciptanya sumber daya manusia yang maju. Sebagai efek terbukanya suatu wilayah. Karena kemudahan transportasi dan terbukanya hubungan antardesa sehingga memudahkan transportasi orang dan barang.

Membangun negeri Indonesia yang luas dan berbentuk kepulauan ini tidak bisa dilaksanakan dengan instan, kerja sama semua stake holderakan memudahkan pencapaian tujuan kesejahteraan masyarakat. Kerjasama TNI yang manunggal dengan rakyat melalui TMMD menjadi salah satu wahana terciptanya kesejahteraan masyarakat. Tidak hanya dari aspek fisik maupun non-fisik yang akan kita petik hasilnya di masa yang akan datang. 

Semoga program TMMD akan terus bergulir. Seiring terus berkembangnya pembangunan pedesaan, wilayah terpencil dan terisolir untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. (*/riz)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 16 Agustus 2019 10:27

Iduladha dan Kemerdekaan

Oleh: Bambang Iswanto Dosen IAIN Samarinda Jarak antara Iduladha dengan…

Selasa, 13 Agustus 2019 13:08

(Wajib) Kabinet Antikorupsi

Adam Setiawan, SH Mahasiswa Program Magister Ilmu Hukum Universitas Islam…

Senin, 12 Agustus 2019 13:38

TMMD Wujud Nyata Kedekatan TNI-Rakyat

Oleh : Kapendam VI/Mulawarman Kolonel Kav Dino Martino   KEGIATAN…

Jumat, 09 Agustus 2019 10:38

Haji dan Semangat Kemerdekaan

Oleh: Bambang Iswanto Dosen IAIN Samarinda Belanda, ketika menjajah Indonesia,…

Selasa, 06 Agustus 2019 10:03

Mengambil Hikmah dari Peristiwa Ikan Asin dan Garuda

Oleh: Danang Agung Wakil Ketua KAHMI Balikpapan   Ada yang…

Selasa, 06 Agustus 2019 10:02

Jasa Pendidikan terhadap PDRB Mahakam Ulu

Oleh: Didit Puji Hariyanto, SST Staf Integrasi Pengolahan dan Diseminasi…

Selasa, 06 Agustus 2019 10:01

Keutamaan Puasa Arafah

Oleh: Sri Ayu Rayhaniah Dosen Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah,…

Jumat, 02 Agustus 2019 10:52

Ketika Lahan Ibadah si Kaya “Direbut” si Miskin

Oleh: Bambang Iswanto (Dosen IAIN Samarinda) Orang kaya berkurban, sudah…

Jumat, 02 Agustus 2019 10:47

Reedukasi Pemahaman Agama

Sugeng Susilo, S.H Staf Biro Hukum Sekretariat Provinsi Kaltara  …

Jumat, 26 Juli 2019 21:27

Orangtua Beracun

Bambang Iswanto*   TANGGAL 23 Juli merupakan Hari Anak Nasional.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*