MANAGED BY:
SELASA
19 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Senin, 12 Agustus 2019 11:24
Suarakan Penolakan Perpres Koopsus TNI
ilustrasi

PROKAL.CO,  JAKARTA – Mencuatnya draf Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 42/2019 tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus menuai sorotan. Bahkan, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyuarakan penolakan terhadap draf perpres yang telah disahkan Presiden Joko Widodo pada bulan lalu itu.

Komisioner Komnas HAM M. Choirul Anam menilai perpres yang menjadi dasar pembentukan Komando Operasi Khusus (Koopsus) TNI yang salah satu tugasnya bergerak di bidang terorisme itu sangat berbahaya bagi kelangsungan demokrasi dan upaya menegakkan HAM di Indonesia. ”Kami mendesak pemerintah mereview draf perpres tersebut,” ujarnya, kemarin (11/8).

Anam menyebut tugas TNI di bidang terorisme dapat menimbulkan potensi pelanggaran HAM. Sebab, TNI bukanlah aparat penegak hukum, melainkan alat pertahanan negara. Hal itu diatur ditegaskan dalam beberapa aturan perundang-undangan. Misal, pasal 30 ayat (3) dan (4) UUD 1944. Kemudian Ketetapan MPR Nomor VI/MPR/2000 tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dan Kepolisian.

Bukan hanya itu, tugas baru TNI yang diatur dalam perpres tersebut juga berseberangan dengan UU Nomor 2/2002 tentang Kepolisian dan UU Nomor 34/2004 tentang TNI. Selain aspek legal, pelibatan TNI dalam penanganan terorisme juga belum memenuhi kriteria mengancam kedaulatan negara dan penegak hukum sudah tidak bisa mengatasinya lagi.

Lebih jauh, Anam menyebut upaya perlindungan, pemenuhan dan penegakan HAM akan terancam dengan pelibatan TNI dalam penanganan terorisme. Terutama bila TNI nantinya benar-benar melakukan kegiatan penangkapan, penindakan dan pemulihan. Tindakan itu melampaui kewenangan dan tugas pokok fungsi TNI. (tyo)


BACA JUGA

Selasa, 19 November 2019 10:43

Kecewa Kalah Pemilihan Kepala Dusun, Pria Ini Bakar Puluhan KIS Warga Miskin

SINGARAJA - Ada-ada saja ulah Ketut Suarta, warga Desa Anturan,…

Selasa, 19 November 2019 10:29

Buku Pelajaran Agama yang Baru Mulai Diajarkan Tahun Depan, Bedanya Apa Sih?

JAKARTA– Perubahan terhadap 155 buku ajar mata pelajaran Pendidikan Agama…

Senin, 18 November 2019 11:34

Gunung Merapi Erupsi Masih Akan Terus Erupsi

JAKARTA– Setelah erupsi pada 9 November lalu, Gunung Merapi di…

Senin, 18 November 2019 11:12

PKS Target Menang 60 Persen Pilkada 2020

JAKARTA– Rapat koordinasi nasional (Rakornas) PKS memunculkan sejumlah rekomendasi penting.…

Senin, 18 November 2019 11:10

Dominan Gas dan Abu Vulkanik, Penerbangan Normal

JOGJA -  Gunung Merapi kembali mengalami aktivitas vulkanik, Minggu (17/11).…

Senin, 18 November 2019 10:52

Panasnya Pilkades di Jawa, Persaingan Suami Versus Istri di 18 Desa

KUDUS- Gelaran pesta politik arus bawah atau pemilihan kepala desa…

Senin, 18 November 2019 00:08

Mendes PDTT : LDN Bisa Ciptakan Pemain Berbakat Dari Desa

JOMBANG  - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes…

Minggu, 17 November 2019 20:30

Indonesia Kutuk Serangan Israel ke Palestina

JAKARTA – Indonesia mengutuk serangan udara Israel ke Palestina yang terjadi…

Sabtu, 16 November 2019 11:55

Susah Solar Akibat Kuota Dikurangi

JAKARTA– Kosongnya stok solar bersubsidi di SPBU-SPBU telah menghambat aktivitas…

Sabtu, 16 November 2019 11:52

Eks Menag Diperiksa 7 Jam

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya mendalami dugaan korupsi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*