MANAGED BY:
SABTU
04 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Senin, 12 Agustus 2019 11:24
Suarakan Penolakan Perpres Koopsus TNI
ilustrasi

PROKAL.CO,

 JAKARTA – Mencuatnya draf Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 42/2019 tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus menuai sorotan. Bahkan, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyuarakan penolakan terhadap draf perpres yang telah disahkan Presiden Joko Widodo pada bulan lalu itu.

Komisioner Komnas HAM M. Choirul Anam menilai perpres yang menjadi dasar pembentukan Komando Operasi Khusus (Koopsus) TNI yang salah satu tugasnya bergerak di bidang terorisme itu sangat berbahaya bagi kelangsungan demokrasi dan upaya menegakkan HAM di Indonesia. ”Kami mendesak pemerintah mereview draf perpres tersebut,” ujarnya, kemarin (11/8).

Anam menyebut tugas TNI di bidang terorisme dapat menimbulkan potensi pelanggaran HAM. Sebab, TNI bukanlah aparat penegak hukum, melainkan alat pertahanan negara. Hal itu diatur ditegaskan dalam beberapa aturan perundang-undangan. Misal, pasal 30 ayat (3) dan (4) UUD 1944. Kemudian Ketetapan MPR Nomor VI/MPR/2000 tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dan Kepolisian.

Bukan hanya itu, tugas baru TNI yang diatur dalam perpres tersebut juga berseberangan dengan UU Nomor 2/2002 tentang Kepolisian dan UU Nomor 34/2004 tentang TNI. Selain aspek legal, pelibatan TNI dalam penanganan terorisme juga belum memenuhi kriteria mengancam kedaulatan negara dan penegak hukum sudah tidak bisa mengatasinya lagi.

Lebih jauh, Anam menyebut upaya perlindungan, pemenuhan dan penegakan HAM akan terancam dengan pelibatan TNI dalam penanganan terorisme. Terutama bila TNI nantinya benar-benar melakukan kegiatan penangkapan, penindakan dan pemulihan. Tindakan itu melampaui kewenangan dan tugas pokok fungsi TNI. (tyo)


BACA JUGA

Sabtu, 04 Juli 2020 11:27

Misi Kemanusiaan Kongo Berlanjut

JAKARTA – Hanggar Skadron Udara 17 Pangkalan Udara TNI AU…

Jumat, 03 Juli 2020 12:08

Tunda Pemindahan Pengungsi Rohingya di Aceh

JAKARTA – Rencana pemindahan 99 orang pengungsi etnis Rohingya di…

Kamis, 02 Juli 2020 15:00

Ombudsman Sebut Jadi Lahan Komersial, Pertanyakan Rapid Test sebagai Syarat Perjalanan

JAKARTA – Hasil rapid test dan swab test Covid-19 sebagai…

Kamis, 02 Juli 2020 12:17

Pembakar Mobil Via Vallen Bermaksud Cari Perhatian sang Idola

SIDOARJO– John Lennon adalah pendiri The Beatles, band yang diidolakan…

Kamis, 02 Juli 2020 11:47

Indonesia Tampung 99 Orang Pengungsi Rohingya

Pastikan Seluruhnya Negatif Covid-19 JAKARTA– Indonesia kembali menerima puluhan pengungsi…

Kamis, 02 Juli 2020 10:46

Tersangka Pungli Bansos Covid-19 Mencapai 3.176

JAKARTA-- Polri benar-benar tegas dalam mengawal dana bansos Covid 19.…

Rabu, 01 Juli 2020 12:44

Seluruh Daerah Dapat Gelar Salat Idul Adha dan Kurban

JAKARTA – Pemerintah memberikan lampu hijau bagi umat Islam untuk…

Rabu, 01 Juli 2020 12:42

Imam Akan Ajukan Upaya Hukum Lanjutan

JAKARTA - Upaya hukum lanjutan tengah dipersiapkan pihak eks Menteri…

Rabu, 01 Juli 2020 12:29

Zonasi Mendorong Pemerintah Bangun Sekolah Baru

JAKARTA – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima 75 aduan…

Selasa, 30 Juni 2020 12:54

Jangan Ada Diskriminasi Usia di PPDB

JAKARTA–Saban tahun penerimaan peserta didik baru (PPDB) selalu memiliki masalah.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers