MANAGED BY:
SELASA
10 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 12 Agustus 2019 11:23
Kaltim Ada 20 Titik Panas
Udara Tiga Kota Sudah Tidak Sehat

Titik Api Karhutla Naik Turun

Alat ISPU di Bundaran Besar Palangka Raya menunjukkan keterangan udara sudah berbahaya, kemarin sore (11/8). (AGUS PRAMONO/KALTENG POS)

PROKAL.CO, JAKARTA- Situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan masih menunjukkan kondisi yang fluktiatif. Di satu tempat mengalami penurunan, namun di sisi lain terjadi kenaikan jumlah titik api. 

Berdasarkan pemantauan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), penurunan titik api paling tinggi terjadi di Provinsi Riau. Kemarin (11/8), titik api hanya tersisa 29 saja. Jauh menurun dibandingkan data sehari sebelumnya yang mencapai 126 titik. 

Sementara untuk kenaikan tertinggi jumlah titik api terjadi di Kalimantan Barat. Hingga kemarin sudah ada 605 titik api yang terpantau atau naik 72 titik di bandingkan sehari sebelumnya. Selain dua provinsi tersebut, titik api juga terpantau di Jambi 3 titik, Sumatera Selatan 19 titik, Bangka Belitung 14 titik, Kalimantan Tengah 163 titik, Kalimantan Selatan 14 titik, Kalimantan Timur 20 titik, dan Kalimantan Utara 23 titik (-6 titik). 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (Pusdatinmas) BNPB Agus Wibowo mengatakan, keeradaan titik api membuat jarak pandang menurun akibat berasap. Yang paling parah adalah Pekanbaru dengan jarak pandang lima kilometer dan Sanggau empat kilometer. 

Sementara dari aspek kesehatan, kualitas udara tidak sehat terpantau di tiga kota. ”Berdasar nilai PM10 menunjukkan Pekanbaru 166 tidak sehat, Pontianak 253 sangat tidak sehat, Palangkaraya 217 sangat tidak sehat,” imbuhnya. 

Meski cukup massif, Agus menegaskan asap yang dihasilkan oleh Karhutla hanya mengudara di wilayah Indonesia.”Tidak ada transboundary haze atau asap yang melintas ke negeri tetangga Malaysia atau Singapura,” kata suksesor almarhum Sutopo tersebut. 

Dia menegaskan, upaya pemadaman terus dilakukan jajarannya bersama instansi lain yang tediri dari TNI, POLRI, BNPB, BPBD, Masyarakat. Total personil yang diterjunkan sejumlah 9.072 orang yang tersebar di enam provinsi, meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantar Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. 

“Kita saling bahu membahu untuk memadamkan api baik dari darat maupun dari udara atau water bombing,” terangnya. TNI sebagai salah satu instansi yang terlibat dalam upaya pemadaman api meninjau langsung daerah terdampak karhutla di Riau. Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Joni Supriyanto bersama jajaran pejabat teras Mabes TNI dan komando kewilayahan di Riau sudah turun ke beberapa daerah. Mulai Pekan Baru, Taman Nasional Tesso Nilo, Desa Penarikan, serta Desa Begadu di Pelalawa. 

Senada dengan Agus, Joni menyampaikan bahwa semua pihak yang terlibat dalam upaya pemadaman api harus bahu membahu. Sejauh ini, TNI sudah mengerahkan pasukan dari Kodam I/Bukit Barisan. Selanjutnya, jenderal bintang tiga TNI AD itu menjelaskan, pihaknya akan menempatkan helikopter water bombing di Riau. Penempatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) itu berikut dengan bahan bakar yang memadai. "Kedepana itu akan menjadi prioritas," imbuhnya. 

Upaya pemadaman api lewat jalur udara maupun jalur darat, lanjutnya, sudah dilakukan maksimal. Walau titik api masih naik turun, perjuangan seluruh petugas di lapangan tetap diapresiasi oleh Joni. "Saya juga berterima kasih kepada Satgas Karhutla Riau yang telah bekerja maksimal dengan segala kendala yang di hadapi dalam penanggulangan karhutla di Provinsi Riau,” bebernya. Dia berharap, kondisi bisa lebih cepat membaik. Sehingga masyarakat tidak lagi dirugikan. (far/syn/)


BACA JUGA

Selasa, 10 Desember 2019 11:51

Kasus Novel Kembali Molor, Jokowi Panggil Kapolri, Begini Kata Polri

JAKARTA - Harapan akan adanya penyelesaian terhadap kasus penyiraman air…

Selasa, 10 Desember 2019 11:48

WADUH..!! Ada 44 Lapas Sarang Narkotika Belum Tersentuh

JAKARTA— Masih banyak lapas yang menjadi tempat peredaran narkotika. Badan…

Selasa, 10 Desember 2019 11:30

KPK Tagih Komitmen Reformasi Birokrasi, Honor Tambahan ASN Dihilangkan

JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta pemerintah mempercepat penerapan sistem…

Selasa, 10 Desember 2019 11:27
INDONESIA vs VIETNAM

Saatnya Lepas Dahaga Juara

MANILA- Tim sepak bola Indonesia menunggu cukup lama untuk bisa…

Senin, 09 Desember 2019 16:11

Polisi Tangkap Tiga Orang Diduga Mencuri Minyak Mentah Pertamina Sanga-sanga, Begini Cara Kerjanya

SAMARINDA - Sebanyak tiga orang inisial HR, HK dan MK…

Senin, 09 Desember 2019 13:56
Jelajah Kampung Terpencil di Kutai Barat (3-Habis)

Wisata Budaya hingga Kuburan Dayak Berusia Ratusan Tahun

Potensi wisata Kampung Tanjung Soke, Kecamatan Bongan, Kutai Barat (Kubar),…

Senin, 09 Desember 2019 13:55

Pangkalan Militer di Samarinda, VVIP di Balikpapan

BALIKPAPAN–Lalu lintas penerbangan di langit Kalimantan akan semakin padat. Hal…

Senin, 09 Desember 2019 13:54

Tak Jadi di Melawai, Jembatan Tol Dipindah ke Kariangau

BALIKPAPAN–Keputusan pemindahan lokasi jembatan tol Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU) membuat…

Senin, 09 Desember 2019 13:54

Organ Tubuh Tak Utuh Menimbulkan Tanya

SAMARINDA–Misteri hilangnya Yusuf Ahmad Gazali sejak Jumat (22/11) lalu mulai…

Senin, 09 Desember 2019 12:53

Jika Masih Gagal, Bentuk TGPF Kasus Novel

JAKARTA- Presiden Joko Widodo dijadwalkan bertemu Kapolri Jenderal Idham Aziz…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.