MANAGED BY:
SENIN
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Senin, 12 Agustus 2019 11:18
Kaltim Terus Terdampak Penurunan Harga CPO
FAKTOR EKSTERNAL: Harga tandan buah segar kelapa sawit di Kaltim belum bisa lepas dari pengaruh global.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Harga tandan buah segar (TBS) pada Juli jatuh pada Rp 1.173 per kilogram. Jumlah itu terus mengecil jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai Rp 1.197 per kilogram. Pelemahan harga TBS tentunya tidak lepas dari terus suramnya harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ujang Rachmad mengatakan, fluktuasi harga komoditas merupakan hal wajar. Seluruh hasil pertanian pasti mengalami hal serupa. Saat ini harga-harga yang sudah ditetapkan per bulan merupakan standar bagi para petani yang sudah bermitra dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit di Kaltim, khususnya kebun plasma. Sehingga ini menjadi harga acuan oleh petani.

“Harga TBS tersebut, ditetapkan berdasarkan harga CPO dunia. Sehingga pelemahan harga CPO pasti dirasakan oleh petani Kaltim,” katanya Jumat (9/8).

Menurutnya, harga CPO ditentukan oleh harga pasar dari supplay dan demand. Sehingga penurunan dan peningkatan TBS tentunya berdasarkan dari permintaan CPO. Dengan begitu pelemahan harga jual CPO, dampaknya akan langsung terasa oleh TBS di daerah.

“Setiap bulan perhitungan TBS kelapa sawit membutuhkan komponen harga CPO dunia,” tutupnya.

Secara tahunan, harga internasional dan domestik CPO masing-masing terkoreksi minus 16,92 persen year on year (yoy) dan minus 18,31 persen (yoy). Adapun berlanjutnya penurunan harga acuan tersebut disebabkan masih dibatasinya penggunaan CPO di Uni Eropa (UE), menyebabkan pangsa pasar CPO global menjadi terbatas di tengah masih terjaganya pasokan CPO.

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kaltim Muhammad Sjah Djafar mengatakan, kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan Kaltim setelah batu bara. Penurunan atau pun peningkatan harga komoditas ini pasti berpengaruh besar terhadap ekonomi Bumi Etam.

“Saat ini harga memang masih terus mengalami perlambatan,” katanya, Minggu (11/8).

Penurunan juga terjadi pada pertumbuhan nilai ekspor CPO yang mengalami perlambatan dari 158,85 persen (yoy) pada awal tahun menjadi 53,77 persen (yoy) saat ini. Padahal pada triwulan pertama tahun ini ekspor crude palm oil (CPO) Kaltim sudah tumbuh 57,42 persen (yoy) dibadingkan dengan triwulan IV 2018.

“Kelapa sawit Indonesia saat ini terus memiliki tantangan yang berasal dari eksternal,” ujarnya.

Dia menjelaskan, UE menyatakan bahwa perkebunan kelapa sawit akan mempercepat proses deforestasi dan merusak lingkungan. Aksi UE menentang produk-produk berbasis kelapa sawit merupakan upaya mereka untuk melindungi produk minyak nabati UE yang berbasis rapeseed dan sunflower seed. Paling terbaru, UE sedang mengusulkan kebijakan penggunaan Renewable Energy Directive (RED II).

“Sebenarnya kebanyakan yang ditentang adalah industri turunan CPO. Tapi karena kebanyakan Kaltim masih mengekspor CPO, sehingga dampaknya belum terlalu besar untuk ekspor kita,” ungkapnya.

Dia mengatakan, namun untuk kinerja ekspor secara menyeluruh pasti terasa. Sebab, harga CPO terus anjlok yang akan dirasakan hingga penurunan harga TBS kelapa sawit. Tentunya penurunan secara pemasukan akan terasa, baik dari petani maupun pelaku usaha ekspor CPO. Pemerintah harus melakukan gerakan agar kampanye tersebut tidak berlangsung dalam jangka panjang. Apalagi untuk daerah yang sudah memiliki industri turunan kelapa sawit. “Kalau kampanye negatif terus berlangsung, harga CPO domestik maupun internasional akan terus anjlok,” pungkasnya.(*/ctr/tom/k18)


BACA JUGA

Senin, 16 Desember 2019 11:44

Developer Menyasar Pasar Premium

SURABAYA – Pasar apartemen premium di Surabaya potensial. Belakangan, pengembang…

Senin, 16 Desember 2019 11:43

Harga Murah Kunci Sukses Mobil Listrik, Indonesia-Jepang Kembangkan Roadmap

JAKARTA – Indonesia dan Jepang terus menjalin kerja sama dalam…

Senin, 16 Desember 2019 11:22

Pertamina Tambah Pasokan Elpiji untuk Nataru

BALIKPAPAN – Masyarakat Kaltim tampaknya tidak bakal kesulitan mencari elpiji…

Jumat, 13 Desember 2019 13:22

Mini University Kaltim Preneurs, Ajak UMKM Go Ekspor

Pemerintah daerah semakin agresif mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan…

Jumat, 13 Desember 2019 12:59

Dukung Pelarangan Minyak Curah

PEMERINTAH daerah berharap larangan peredaran minyak curah di pasar tradisional…

Jumat, 13 Desember 2019 11:59

Menunggu Hadirnya Pengolahan Sarang Walet

BALIKPAPAN- Industri burung walet di Kaltim belum maksimal. Pasalnya hingga…

Jumat, 13 Desember 2019 11:47

Bangkok Bank Akuisisi Bank Permata

JAKARTA– Bangkok Bank Public Company Limited resmi mengakuisisi saham PT…

Kamis, 12 Desember 2019 12:29

Pengusaha Berharap Harga Domestik Batu Bara Dievaluasi

Pengusaha batu bara meminta pemerintah mengkaji ulang harga jual batu…

Kamis, 12 Desember 2019 11:58

Hotel Bumi Senyiur Siapkan Paket, Hadirkan “Serba-Lima” pada Perayaan Tahun Baru

SAMARINDA–Tidak terasa waktu cepat berlalu dan tahun baru sudah di…

Rabu, 11 Desember 2019 13:08

Ekonomi Kaltim Diproyeksi Tumbuh 5 Persen

Derasnya ekspor batu bara hingga triwulan III/2019 membuat pertumbuhan ekonomi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.