MANAGED BY:
SENIN
14 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Senin, 12 Agustus 2019 11:16
Impor Kaltim Terus Melemah
SESUAI KONDISI DAERAH: Perbaikan kinerja impor Kaltim akan ditopang dari sektor nonmigas.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Secara kumulatif nilai impor Kaltim periode Januari-Juni 2019 mencapai USD 1,33 miliar, atau turun sebesar 34,75 persen dibanding periode yang sama 2018. Penurunan impor sejalan dengan peraturan pemerintah pusat untuk menurunkan difisit neraca perdagangan nasional.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Atqo Mardiyanto mengatakan, impor Kaltim pada Juni 2019 mencapai USD 0,17 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 0,59 persen dibanding dengan impor Mei 2019. Sementara bila dibanding Juni 2018 mengalami penurunan sebesar 13,99 persen. Sedangkan impor barang migas Juni 2019 mencapai USD 0,10 miliar, naik 77,80 persen dibanding Mei 2019.

“Sementara impor barang nonmigas Juni 2019 mencapai USD 0,06 miliar atau turun sebesar 40,23 persen dibanding Mei 2019,” ujarnya Minggu (11/8).

Dari seluruh impor periode Januari- Juni 2019, impor barang migas mencapai USD 0,64 miliar atau turun 55,63 persen dan barang nonmigas mencapai USD 0,69 miliar atau naik sebesar 14,90 persen.

Terpisah, Kepala Tim Advisory Ekonomi dan Keuangan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Harry Aginta mengatakan, pelemahan saat ini masih akan berlanjut. Namun kontraksi tidak separah pada periode awal tahun ini. Perbaikan kinerja impor luar negeri Kaltim triwulan berikutnya diperkirakan bersumber dari impor nonmigas, terutama impor barang modal dan bahan baku.

“Peningkatan impor barang modal dan bahan baku Kaltim, tentunya sejalan dengan kondisi ekonomi Kaltim yang diperkirakan terus melanjutkan akselerasi pertumbuhan,” tuturnya Minggu (11/8).

Menurutnya, jika dilihat per triwulan impor luar negeri Kaltim triwulan I 2019 mengalami kontraksi pertumbuhan yang signifikan, dibandingkan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan impor luar negeri Kaltim triwulan I 2019 terkontraksi minus 20,60 persen (yoy), turun dari 8,03 persen (yoy) triwulan sebelumnya. Penurunan impor luar negeri Kaltim triwulan I 2019 disebabkan oleh penurunan impor minyak mentah, sebagai bahan baku pengolahan kilang minyak Balikpapan. Pemerintah melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 42 Tahun 2018 telah mengatur tentang prioritas pemanfaatan minyak bumi untuk keperluan dalam negeri.

“Kebijakan ini ditempuh sebagai upaya pemerintah untuk menurunkan defisit neraca perdagangan Indonesia. Sehingga penurunan impor memang terus digencarkan,” katanya.

Pada 2019, tambahnya, BUMN yang bergerak di bidang pengelolaan migas telah menyepakati kontrak jual beli dengan 11 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di berbagai wilayah Indonesia. Lebih lanjut, perawatan rutin kilang minyak Balikpapan yang terjadi pada Februari 2019, turut mendukung penurunan impor migas Kaltim triwulan I 2019.

“Perawatan rutin di kilang minyak Balikpapan pada Februari-April 2019 menjadi turut menjadi penyebab turunnya impor minyak mentah,” ungkapnya.

Menurutnya, selain penurunan impor migas, impor nonmigas Kaltim triwulan I 2019 juga tercatat mengalami perlambatan dari 68,75 persen (yoy) di triwulan IV 2018 menjadi 19,40 persen (yoy). Perlambatan tersebut bersumber dari normalisasi impor barang modal pasca pemenuhan kebutuhan alat-alat konstruksi, pada triwulan IV 2018. Tercatat impor barang modal melambat dari 141,48 persen (yoy) di triwulan IV 2018, menjadi 37,15 persen (yoy) pada triwulan I 2019. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa proyek konstruksi yang pengerjaannya mundur akibat kendala cuaca pada akhir tahun. Kondisi ini berdampak pada proses konstruksi yang baru bisa dilaksanakan pada triwulan I 2019. "Sehingga untuk memenuhi bahan baku konstruksi tersebut, impor Kaltim akan lebih baik pada periode berikutnya,” pungkasnya. (*/ctr/tom/k18)


BACA JUGA

Sabtu, 12 Oktober 2019 14:39

Mengapa Harus Emas?

EMAS merupakan komoditas investasi yang populer di Indonesia saat ini…

Sabtu, 12 Oktober 2019 14:39

Bergegas Penuhi Kebutuhan Daging Sapi

Pemprov Kaltim berusaha keras menggenjot produksi daging sapi. Targetnya, ketika…

Sabtu, 12 Oktober 2019 13:33

Sepatu Lokal Lebih Berkualitas, tapi Lebih Mahal

SURABAYA– Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) melakukan berbagai upaya…

Sabtu, 12 Oktober 2019 13:20

Ekspor Kopi Olahan Naik Tajam

SURABAYA – Produk kopi olahan Jawa Timur (Jatim) mendapat tempat…

Sabtu, 12 Oktober 2019 10:24

Harga Komoditas Mulai Mendaki, Bakal Sumbang Inflasi Oktober

JAKARTA– Memasuki pekan kedua Oktober, harga beberapa komoditas cenderung mulai…

Jumat, 11 Oktober 2019 23:27

Efek IKN, Bankaltimtara Optimis Aset Tumbuh 10 Persen

PROKAL.CO, SAMARINDA - Penetapan Ibu Kota Negara (IKN) baru di…

Kamis, 10 Oktober 2019 13:04

Butuh Kebebasan Ekspor Batu Bara

MESKI harga batu bara terus merosot, pengusaha emas hitam ini…

Selasa, 08 Oktober 2019 13:00

Tatap IKN dengan SDM Berkualitas

SAMARINDA- Pemprov Kaltim tampaknya harus mewujudkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas…

Selasa, 08 Oktober 2019 12:59

IKN Beri Sentimen Positif

Meski neraca perdagangan Kaltim angkanya terus mengecil, kondisi ini belum…

Senin, 07 Oktober 2019 10:56

Kawal Gejolak Harga Beras, Migor Curah Dilarang pada 2020

JAKARTA– Upaya antisipasi gejolak harga beras di akhir tahun perlu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*