MANAGED BY:
SENIN
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 12 Agustus 2019 11:15
Ritel Kesulitan Cetak Penjualan, Perang Promo Tidak Terhindarkan
PERILAKU BERGESER: Konsumen saat ini lebih hati-hati dalam mengeluarkan uang. Ini membuat ritel susah tumbuh.

PROKAL.CO, Tren konsumsi masyarakat terus berubah. Saat ini konsumen lebih berhati-hati dalam berbelanja.

 

BALIKPAPAN—Hal itu dirasakan sejumlah retailer di Kota Minyak. Penjualan mereka kini sulit untuk tumbuh. Perang promo pun tidak terelakkan untuk menarik pembeli.

Owner Maxi Swalayan Sonny Yuwono mengakui bahwa persaingan bisnis retail semakin lama semakin ketat. Itu bisa dilihat dari keuntungan yang didapat setiap tahun justru semakin kecil.

Menurutnya, kondisi ekonomi yang membaik hanya sebuah data. Faktanya masyarakat masih berhati-hati dalam berbelanja. Tidak seperti dulu, sekarang masyarakat harus ditawari promo dulu baru mau membeli.

“Dulu keuntungan setiap tahun persentasenya bisa dua digit. Sekarang satu saja sudah syukur. Di Balikpapan persaingannya sudah ketat apalagi nasional. Bisa dilihat sudah banyak supermarket dan hypermarket yang mulai mengurangi gerainya dan ada yang tutup beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, tren penurunan ini terjadi sejak 2014, di mana bisnis batu bara terpukul. Selain itu, sejak menjamurnya retail waralaba nasional di titik-titik kota, retailer besar terutama lokal dipaksa bersaing. Belum lagi melawan supermarket dan hypermarket. Pangsa pasar pun terbagi-bagi.

“Namanya usaha pasti ada persaingan. Namun saat ini kondisi penjualan memang menurun. Faktor utamanya karena kondisi ekonomi belum membaik 100 persen,” ungkapnya.

General Store Manager Hypermart Balikpapan Trade Mall M Khadafi mengaku, bisnis retail di Kota Minyak tahun ini memang sulit. Baik di level daerah maupun nasional sulit mencapai target yang dibebankan.

“Lepas dari periode kuartal pertama dan kedua, masuk periode sisanya penjualan pasti menurun. Tahun lalu terjadi hal serupa. Sampai Idulfitri kami berhasil mencetak penjualan sangat bagus. Tapi masuk periode kuartal III dan IV, pola belanja mulai turun,” terangnya.

Kemudian, dari bucket size sebelum ekonomi Kaltim minus, rata-rata per orang mencapai Rp 250 ribu dan Rp 300 ribu. Dan pola belanja dulu terkadang tidak memilah-milah. Promo pun tidak banyak seperti sekarang. “Misalnya dulu orang suka produk ini ya mereka akan beli produk ini terus. Sekarang mana yang murah itu yang akan dibeli,” bebernya.

Owner Yova Mart Jeffry Yova Cahyali juga mengakui pihaknya sekarang harus sering membuat promo. Apalagi persaingan ketat dengan bisnis waralaba retail yang menjamur, mereka juga memberikan promo.

“Sekarang kami harus jeli melihat pasar. Kalau diam saja bisa kalah bersaing. Tentu kami mengharapkan agar pemerintah lebih melihat pengusaha lokal. Dengan pola beli sekarang ini, “kue” yang diperebutkan semakin sedikit,” tutupnya. (aji/tom/k18)


BACA JUGA

Senin, 16 Desember 2019 11:49

Musim Hujan Sudah Datang, Ini Tempat yang Harus Dijauhi

JAKARTA– Bencana hidrometeorologis akibat turunnya hujan dengan intensitas tinggi di…

Senin, 16 Desember 2019 11:39

Baru 72 Persen Target, Penerimaan Pajak Jauh dari Harapan

JAKARTA– Realisasi penerimaan pajak pada tahun ini masih jauh dari…

Senin, 16 Desember 2019 11:23

Tuah Perang Dagang, CPO Kaltim Membaik

Perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok berdampak baik pada…

Minggu, 15 Desember 2019 21:04

WUIHH MAKIN ENAK..!! Tahun 2020, PNS Tak Perlu Ngantor

Abdi negara bisa segera berkantor di mana saja. Pola perhitungan…

Minggu, 15 Desember 2019 21:03

Tak Semua Eselon III dan IV Dihapus

Jabatan Eselon III dan IV bakal tidak ada lagi. Aparatur…

Minggu, 15 Desember 2019 21:00

Jembatan Mahakam IV Diperkirakan Bisa Dipakai Maret 2020

SAMARINDA–Masyarakat Kota Tepian tampaknya harus banyak bersabar. Sebab, Jembatan Mahakam…

Minggu, 15 Desember 2019 20:57

Azura Luna, Warga Kediri yang Jadi Buronan Interpol Hong Kong

Sosialita asal Kediri terlibat banyak kasus penipuan. Kemudian, menghilang setelah…

Minggu, 15 Desember 2019 20:50

Progres Jalan Bontang - Samarinda dan Sangatta 95 Persen, Rampung Bulan Ini

BALIKPAPAN – Proyek preservasi jalan nasional Samarinda, Bontang, dan Sangatta…

Minggu, 15 Desember 2019 20:11

BPS Sebut Ekonomi Indonesia Tahun 2020 Bakal Suram

JAKARTA- Secara mengejutkan Badan Pusat Statistik (BPS) mengeluarkan pernyataan yang…

Minggu, 15 Desember 2019 14:02

Bandara APT Pranoto Kembali Beroperasi Besok, Maskapai Ini Sudah Buka Reservasi

SAMARINDA - Bandara APT Pranoto akan kembali beroperasi pada hari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.