MANAGED BY:
KAMIS
04 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Sabtu, 10 Agustus 2019 12:30
Defisit Minyak Membengkak
JAGA PASOKAN: Pertamina mengantisipasi kenaikan konsumsi gas pada momen Iduladha yang diprediksi empat persen.

PROKAL.CO, JAKARTA– SKK Migas perlu bekerja keras untuk meningkatkan produksi minyak yang dipatok 1 juta barel per hari (bph). Betapa tidak, sampai semester I 2019, produksi minyak siap jual (lifting) baru mencapai 752 ribu bph.

Deputi Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Fatar Yani Abdurrahman menyatakan, kenaikan produksi minyak menjadi hal yang penting lantaran konsumsinya terus meningkat. ’’Faktanya, sampai hari ini produksi likuid BBM separo dari produksi minyak. Lalu, pertanyaannya, bisa tidak kurangi konsumsi? Pada 2025, saya khawatir konsumsi (minyak) bisa lebih dari 2 juta barel per hari,’’ katanya.

Produksi minyak pada 2017 hanya tinggal 949 ribu barel per hari, sedangkan konsumsi meningkat menjadi 1,65 juta barel per hari. Artinya, terjadi defisit 702 ribu barel per hari. Memang itulah tantangan bagi KKKS (kontraktor kontrak kerja sama) di Indonesia untuk meningkatkan produksi migas. ’’Filling the gap. Caranya, percepat onstream (operasi) produksi, EOR (enhanced oil recovery), dan work over sumur,’’ tuturnya.

EOR adalah metode yang digunakan untuk meningkatkan cadangan minyak pada suatu sumur dengan cara mengangkat volume minyak yang sebelumnya tidak dapat diproduksi. Menurut dia, jika EOR bisa diterapkan di beberapa sumur migas, pada 2032 atau 2033 produksi minyak bumi bisa tembus 1 juta barel. Dengan kondisi lapangan yang sudah tua, pada 2025 produksi minyak bumi akan menurun sehingga mencapai 508 ribu barel per hari. Produksi blok migas existing hanya 400 ribu barel per hari. Karena itulah, eksplorasi untuk penemuan cadangan minyak bumi juga perlu dilakukan guna mengejar laju produksi.

Selain itu, pola konsumsi energi masyarakat harus diubah agar tidak terjadi pemborosan pemakaian minyak. Misalnya, peralihan penggunaan kendaraan berbahan bakar bensin menjadi kendaraan listrik dan kendaraan pribadi ke transportasi masal. Menurut Fatar, jika upaya itu dilakukan, defisit neraca migas akan berkurang drastis. ’’Di hulu setengah mati carinya (migas). Makanya, kalau lihat jalanan macet, miris juga di jalanan gampang aja dibakar, disubsidi lagi,’’ ujarnya.

Salah satu yang menjadi faktor utama minat investor bertahan adalah kepastian regulasi. ’’Investor selama 30 tahun ingin dapatkan kepastian karena mengeluarkan dana yang luar biasa besar. Dalam jangka waktu itu (investasinya) bisa kembali, bahkan bisa profit. Regulatory certainty sesuatu yang sangat ditunggu,’’ ungkap Direktur Pertamina EP Nanang Abdul Manaf. Pertamina EP telah mempunyai lima proyek EOR di lapangan migas perseroan guna meningkatkan produksi. (vir/ken/rin/c14/oki/jpg/tom)


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:47

Tambah Satu Crane, PT Pelindo IV Matangkan Rencana Pengembangan Semayang

PT Pelindo IV Balikpapan optimistis kinerja sepanjang tahun ini lebih…

Kamis, 30 Januari 2020 15:04

Jadi Favorit, Permintaan Kopi Terus Naik

SURABAYA– Permintaan kopi dalam negeri terus meningkat. Itu tidak terlepas…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

RUU Omnibus Law Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kebijakan omnibus law bisa mendorong kinerja…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

Kunjungan Bisnis Terganggu Corona

SAMARINDA – Penyebaran wabah virus corona berpotensi menghambat pengusaha dalam…

Rabu, 29 Januari 2020 13:09

Krakatau Steel Restrukturisasi Utang

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk berhasil merestrukturisasi utang senilai…

Rabu, 29 Januari 2020 12:07

Target Integrasikan Pelabuhan di Kaltim

BALIKPAPAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV siap mendukung berjalannya…

Selasa, 28 Januari 2020 13:40

Garap Mobil Listrik Hyundai Inves USD 750 Juta

JAKARTA– Grab Indonesia bekerja sama dengan PT Hyundai Motor Indonesia…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Bantu UMKM Perluas Pasar

SAMARINDA- Tak hanya mempermudah pelaku usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 28 Januari 2020 10:42

Pertahankan Resep Warisan Mertua, Terbantu Marketplace

Menjaga konsistensi rasa masakan dan memuaskan pelanggan menjadi kunci sukses…

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat

Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis

Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers