MANAGED BY:
SENIN
19 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 10 Agustus 2019 12:29
Harga Emas Capai Rp 752 Ribu

Jual Beli Justru Alami Penurunan

BISA NAIK LAGI: Sepekan terakhir harga emas batangan mengalami kenaikan yang signifikan. Namun tidak semua masyarakat langsung melakukan aksi untung dari tren ini.

PROKAL.CO, Harga emas batangan produksi Antam di Samarinda terbilang masih tinggi. Tren ini diperkirakan terus terjadi, sehingga banyak pemilik yang menahan untuk menjual emas mereka.

 

==

SAMARINDA—Pada Jumat (9/8), harga 1 gram emas sebesar Rp 752 ribu. Jumlah itu menurun Rp 1.000 setelah terus menguat pada empat hari terakhir mencapai Rp 753 ribu. Sementara jika dibandingkan pada 9 Agustus 2018, harga emas berada pada Rp 596.000.

Deputi Bisnis PT Pegadaian (Persero) Area Samarinda Ahmad Zaenuddin mengatakan, faktor yang menentukan harga emas cukup banyak. Ketika harga dolar tinggi, harga emas akan turun. Begitu juga sebaliknya. Hal itu disebabkan sebagian masyarakat beralih menjadi bisnis dolar, karena itu menjadi salah satu bisnis yang termasuk aman. “Namun bukan hanya dolar saja yang mentukan harga emas,” katanya, Jumat (9/8).

Menurutnya, harga bisa meningkat ketika permintaan untuk emas juga banyak walaupun harga dolar sedang tinggi. Harga emas diprediksi masih terus meningkat meskipun sebenarnya Pegadaian tidak punya data yang jelas untuk memprediksi harga emas. Tapi jika melihat data, masih akan ada peningkatan.

“Tapi memang setiap hari harga emas berubah. Namun memang trennya secara menyeluruh sangat baik,” tuturnya.

Di Samarinda, tambahnya, tabungan emas sangat baik. Saat ini terdapat sekitar 125 ribu nasabah tabungan emas. Menurutnya, investasi emas bisa menjaga nilai aset masyarakat untuk jangka panjang ketimbang menyimpannya dalam bentuk uang. Karena itu wajar jika peminatnya pun banyak. Harga emas yang relatif stabil, cenderung naik dan bebas dari inflasi menjadi pertimbangan penting ketika memilih emas sebagai pilihan investasi.

“Kami terus fokus untuk mengoptimalkan nasabah yang aktif maupun nonaktif untuk membuka tabungan karena masih banyak nasabah yang belum punya tabungan emas,” ujarnya.

Harapannya, jika semua nasabah menggunakan tabungan emas nantinya gadai cukup menggunakan tabungan emasnya. Sehingga tidak perlu repot ke pegadaian karena bisa lewat aplikasi pegadaian digital.

“Emas memiliki nilai yang stabil secara investasi sehingga saat ini sangat penting untuk investasi emas,” pungkasnya.

Terpisah, pemilik Toko Mas Sinar Logam di Pasar Pagi Samarinda, Yuni mengatakan, jika harga emas sedang tinggi maka pembelian emas akan sepi. Sebab, pelanggan kebanyakan akan menjual emasnya. Begitu sebaliknya. Namun, pihaknya tidak sembarangan membeli emas dari pelanggan, karena akan kesulitan menjual kembali. “Akibatnya, proses jual beli emas saat ini menurun sekitar 50 persen, jika dibandingkan tiga bulan lalu,” ujarnya kepada Kaltim Post,  (9/8).

Dia menjelaskan, harga yang tinggi juga membuat konsumen banyak yang menahan untuk tidak menjual atau membeli sampai harga lebih stabil dan murah. Saat ini, setiap hari pembelian paling banyak hanya 10 gram.  “Paling sedikit penjualan kami lima gram per hari. Padahal biasanya dua kali lipat dari penjualan sekarang,” tutupnya.

Senada, pemilik Toko Emas Sejati Baru di Pasar Pagi Sulinda mengatakan, harga jual emas Antam ke toko kisaran Rp 680 –700 ribu per gram, tergantung kualitasnya. Kemudian dijual lagi seharga Rp 752 ribu per gram, atau sesuai harga emas Antam saat itu.

“Rata-rata per harinya kami membeli 20-40 gram, dan menjual kembali sekitar 10-25 gram,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan terhadap penjualan ataupun pembelian emas tergantung pada eksistensi toko terhadap masyarakat. Di Kota Tepian, banyak toko emas yang telah lama berdiri dan masing-masing telah memiliki pelanggan tetap. Sehingga meskipun harga naik atau turun, toko emas sudah memiliki pelanggannya sendiri.  “Tapi saat emas naik seperti ini i memang kebanyakan orang menjual emas daripada membeli. Rata-rata pelanggan langsung menjual 5 gram per orang,” pungkasnya. (*/amf/LJKP/ctr/tom)

 


BACA JUGA

Minggu, 18 Agustus 2019 15:16

Bogasari Siap Kembangkan Pasar UKM di Kalimantan

PROKAL.CO, SAMARINDA - Potensi pasar UKM makanan berbasis tepung terigu…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:56

B30 Jadi Harapan Baru, Bantu Perbaikan Harga CPO

Berhasilnya rangkaian road test penggunaan B30 memberikan harapan baru bagi…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:55

Industri Pengolahan Punya Andil Terbesar

BALIKPAPAN - Industri pengolahan minyak menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:54

Buktikan Ketangguhan New Triton

JAKARTA – Tak ingin berpuas diri. Setelah menguasai pasar pick-up…

Jumat, 16 Agustus 2019 09:52

ADUH..!! Neraca Dagang Defisit Lagi

JAKARTA– Neraca perdagangan kembali defisit. Pada Juli lalu, defisit neraca…

Kamis, 15 Agustus 2019 11:31

Presiden Hilangkan PPN Kertas Media Cetak

JAKARTA– Desakan untuk penghapusan pajak pertambahan nilai (PPN) atas pembelian…

Kamis, 15 Agustus 2019 10:46

Peredaran Benih Sawit Ilegal, Dua Daerah Ini Paling Banyak

SAMARINDA- Petani kelapa sawit tampaknya harus lebih berhati-hati dalam membeli…

Kamis, 15 Agustus 2019 10:44

Bulan Juni, Kunjungan Wisman ke Kaltim Naik

SAMARINDA – Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kaltim…

Kamis, 15 Agustus 2019 10:43

Dorong Kaltim Masuk Pengembangan Wisata Pusat

BALIKPAPAN – Meski memiliki potensi pariwisata yang besar, pemerintah pusat…

Selasa, 13 Agustus 2019 13:14

Neraca Perdagangan Kaltim Turun, Hilirisasi Tidak Bisa Ditunda

SAMARINDA- Meski masih menunjukkan tren positif, kinerja neraca perdagangan Kaltim…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*