MANAGED BY:
RABU
11 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Jumat, 09 Agustus 2019 10:35
Bekal Keterampilan setelah Bebas
MERDEKA DALAM BERKARYA: Rosmia (baju merah) menunjukkan kemampuannya kepada pengunjung pameran di Lapas Narkotika Klas III Samarinda. Nofiyatul Chalimah

PROKAL.CO, Rosmia pelan-pelan menarik rangkaian benang hitam dan merah. “Jangan sampai putus,” gumamnya. Jika putus, bakal pusing menjalin lagi benang yang kecil dan tipis tersebut. Dia sedang membuat sarung tenun khas Samarinda dengan alat tenun bukan mesin.

 

NOFIYATUL CHALIMAH, Samarinda

 

SUDAH tiga tahun, Rosmia menekuni tenun. Dia adalah satu dari dua warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Samarinda yang mampu menenun tradisional. Setelah mendapat pelatihan khusus pada 2016.

“Ada beberapa teman yang sebenarnya ikut pelatihan. Tetapi, kan harus sabar kalau menenun ini. Kini tinggal dua orang yang bisa,” kisah Rosmia, saat pameran di Lapas Narkotika Klas III Samarinda.

Sarung tenun produksi WBP jumlahnya masih terbatas. Sebulan hanya bisa memproduksi satu atau dua buah. Meski begitu, diakui Sri Wardaningsih, staf bimbingan kerja Lapas Klas IIA Samarinda yang membina Rosmia, sarung tenun ini kerap dibeli pejabat yang berkunjung. Jadi, kualitasnya tidak kalah. “Juga kami pajang di galeri kami, di depan lapas,” imbuh Sri.

Pengembangan kemampuan WBP ini disokong oleh Dirjen Pemasyarakatan RI Sri Puguh Budi Utami. Perempuan berjilbab itu menjelaskan, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan sudah mengadakan beberapa kerja sama dengan pihak ketiga. Diharapkan, dengan beragam pelatihan bisa membentuk WBP dengan skill mumpuni untuk persiapan mereka keluar dari lapas atau rutan.

“Sejauh ini, saya sudah mengimbau agar kalangan internal pemasyarakatan bisa menggunakan jasa dan produk yang disediakan WBP. Misal ada acara, pesannya produk WBP,” kata perempuan yang akrab disapa Utami itu.

Meski begitu, Utami mengatakan agar produk WBP bisa diterima di pasar luas, produk harus memenuhi kualitas, selera pasar, dan sustainable produk. Dengan begitu, pemasaran produk akan lebih mudah dan tidak kalah dengan produk luar. 

Saat ini, ada 4.204 orang yang mendekam di balik jeruji penjara lapas dan rumah tahanan di Samarinda. Berada di balik penjara, bukan berarti masa depan mereka suram. Mereka tetap punya kesempatan kedua untuk lebih baik. “Dengan melatih WBP membuat kerajinan dan makanan, bisa jadi opsi bagi mereka untuk mencari nafkah setelah bebas nanti,” tutupnya. (*/dns/k8)

 


BACA JUGA

Selasa, 10 Desember 2019 12:42

Temukan Dua Sertifikat Akses SMP 38, Tak Ingin Ambil Risiko

Persoalan lahan untuk jalan menuju SMP 38 Loa Bakung rupanya…

Selasa, 10 Desember 2019 12:41

Hibah RT 28 Menunggu SK

SAMARINDA–Sinkronisasi data tim appraisal dengan data kelurahan dan RT 28…

Selasa, 10 Desember 2019 12:40

Pecah Kaca, Barang Berharga Digasak

SAMARINDA–Sujarwo (25) dan Roni Rahman (36) tak bisa berkutik saat…

Selasa, 10 Desember 2019 12:38

Guru Ngaji Cabul Palaran Menuju Meja Hijau

SAMARINDA–Masih ingat dengan Muhtadi (29)? Pelaku pencabulan terhadap santrinya di…

Selasa, 10 Desember 2019 10:54

Sayang Jika Aset Kaltim Tak Termanfaatkan

Mengelola Perusahaan Daerah menjadi tangan kanan yang mampu dijadikan mesin…

Selasa, 10 Desember 2019 10:53

Jangan Fokus Dana Perimbangan, Kuatkan Ketahanan Ekonomi Kaltim

SAMARINDA. Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono berharap…

Selasa, 10 Desember 2019 10:50

Kaltim Belum Punya Arah yang Jelas Soal Industri Unggulan

SAMARINDA- Anggota Komisi II DPRD Kaltim HM Syahrun berharap Kalimantan…

Senin, 09 Desember 2019 14:51
Samarinda Dalam Riset Hari Antikorupsi Sedunia 9 Desember 2019

Tagih Komitmen Pemerintah

Komitmen pemerintah dalam pemberantasan korupsi di Indonesia masih diragukan sebagaian…

Senin, 09 Desember 2019 14:49

Tak Sesuai Janji, SMP 38 Kembali Diportal Pemilik Lahan

Jalan masuk menuju SMP 38 diportal lagi. Pemilik tanah kecewa…

Senin, 09 Desember 2019 14:48

Dishub Tekan Jukir Liar, Masyarakat Harus Berani Menagih Karcis

SAMARINDA–Masalah parkir liar di Kota Tepian harus cepat diselesaikan. Dinas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.