MANAGED BY:
SELASA
17 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 08 Agustus 2019 10:53
Siapkan Lima Strategi
RESMI: Destry Damayanti setelah pengambilan sumpah jabatan Deputi Gubernur Senior BI di Gedung Mahkamah Agung RI, Jakarta, Rabu (7/8). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

PROKAL.CO, Destry Damayanti resmi menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) periode 2019-2024 pada Rabu (7/8). Destry dilantik oleh Ketua Mahkamah Agung (MA) Muhammad Hatta Ali untuk menggantikan Mirza Adityaswara yang telah memasuki masa pensiun.

“Saya bersumpah bahwa saya akan melaksakan tugas dan kewajiban dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab. Saya akan setia terhadap negara, konstitusi, dan haluan negara,” tegas Destry yang dilantik di Gedung Mahkamah Agung (MA), Jakarta, kemarin.

ebelum pelantikan, Destry telah melalui rangkaian panjang untuk menduduki orang nomor dua di Bank Indonesia tersebut. Dia telah melalui tahapan fit and proper tes (uji kepatutan dan kelayakan) hingga akhirnya terpilih secara aklamasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Informasi saja, Destry merupakan sosok yang tak asing di dunia ekonomi moneter. Kemampuan dan sosoknya yang senior di dunia ekonomi membawanya sebagai anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak 24 September 2015 lalu.

Namanya pertama kali dikenal di masyarakat setelah menjabat sebagai senior economic adviser Duta Besar Inggris untuk Indonesia pada 2000-2003. Destry juga pernah menjadi peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2005-2006.

Tak lama menjadi dosen, karier Destry semakin melejit saat menjadi Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas pada 2005-2011. Berkat kinerjanya, ia pun langsung menjadi Kepala Ekonom Bank Mandiri pada 2011-2015.

Setelah itu, Destry pun menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN sebelum akhirnya bergabung menjadi Komisioner LPS. Selain di kancah perekonomian, nama Destry pernah menjadi sorotan setelah menjadi Ketua Panitia Seleksi Pimpinan KPK. Dia ditunjuk oleh Presiden Jokowi untuk menguji kompetensi dan menyeleksi para calon pimpinan KPK pada periode tersebut.

Saat menjalankan fit and proper test, Destry menyatakan ada lima strategi yang akan dijalankan selama lima tahun ke depan. Strategi pertama adalah mengoptimalkan bauran kebijakan yang bersifat akomodatif.

Bauran kebijakan moneter makroprudensial dan kebijakan lainnya dibutuhkan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. Sedangkan pada saat yang sama juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan memperhatikan dan menyesuaikan terhadap dinamika siklus bisnis dan keuangan.

Misalnya dalam situasi mencegah tekanan inflasi yang tinggi atau merespons kenaikan suku bunga global. Destry berkomitmen akan meningkatkan suku bunga domestik atau BI 7 Day Rate Repo. Namun kebijakan tersebut bersamaan dengan penjagaan stabilisasi likuidtas pada sektor perbankan. “Untuk mendorong perbankan tetap menjalankan fungsi intermediasinya,” kata Destry.

Strategi kedua adalah pendalaman sektor keuangan. Destry menjelaskan, pendalaman sektor keuangan menjadi sangat penting bukan hanya untuk mendorong stabilitas ekonomi, namun juga untuk mendukung pembiayaan pembangunan ekonomi.

Menurut dia, terbatasnya sumber dana pemerintah dan domestik menyebabkan penggunaan sumber dana dari sektor swasta dan luar negeri sangat menjadi penting. Sementara faktanya, kata Destry, sektor keuangan masih relatif dangkal bila dibandingkan peer group. Hal ini juga menyebabkan tingginya volatilitas sektor keuangan Indonesia.

“Sebagai gambaran di periode akhir 2018 rasio kredit terhadap PDB Indonesia hanya mencapai 37% sementara di Thailand dan Malaysia 80 persen dan 100 peren,” kata dia.

Sedangkan rasio pasar modal dalam segi kapitalisasi pasar saham terhadap PDB di Indonesia sebesar 46 persen. Angka tersebut jauh tertinggal dari Thailand yang mencapai 96 persen dan Malaysia 110 persen.

Atas dasar itu, diperlukan strategi melalui ekosistem keuangan yakni penyedia dana dari segi damand, pengguna dana dari sisi supply, lembaga intermedia sebagai penunjang, asuransi, sekuritas, pengayaan instrumen keuangan, pengayaan infrastruktur dan pendukung lembaga rating.

Strategis ketiga adalah pengembangan sistem pembayaran yang lancar aman efisien dan inklusif. Dia menjelaskan, perkembangan ekonomi digital diikuti dengan perkembangan teknologi finansial berkembang pesat.

Ini menjadi tantangan untuk perbankan Indonesia makin nyata karena sudah merambah ke berbagai layanan yang selama ini dilayani oleh perbankan dari sisi Bank Indonesia.

Menurut dia, hal tersebut menjadi tantangan besar karena mulai adanya pergeseran pola transaksi menuju transaksi non tunai. Pelakunya pun tidak hanya bank, namun juga melibatkan sektor non perbankan.

Sebagai contoh, transaksi digital payment periode Maret 2018 sampai Februari 2019 tumbuh 73 persen. Sementara volume e-money tumbuh 40 persen sepanjang 2018. Total nilai transaksi e-money Rp 47 triliun, volume 2,9 miliar dan total e-money intrumen secara kumulatif mencapai 167 juta.

“Hal ini akan mendorong terjadinya inovasi sistem pembayaran di mana Bank Indonesia dituntut untuk bisa mengembangkan sistem pembayaran yang lancar aman, efisien dan inklusif,” ujar dia.

Strategi keempat adalah perkembangan ekonomi dan keuangan syariah. Sebab sebagai negara dengan jumlah populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia belum dapat berperan banyak dalam bidang ekonomi dan keuangan syariah.

Selain itu, di sektor keuangan pangsa pasar industri syariah juga masih sangat rendah. Pada April 2019, ekonomi dan keuangan syariah hanya mencatat 5,9 persen untuk industri perbankan dan 4,2 persen untuk industri keuangan non bank dan 16 persen di pasar modal. “Secara total hanya mencapai 8,7 persen dari total industri keuangan di Indonesia,” ucapnya.

Strategi terakhir adalah meningkatkan sinergi dengan pemerintah dan lembaga lainnya dalam upaya pembangunan kepada masyarakat ekonomi rendah untuk mengatasi kesenjangan sosial. Misalnya OJK untuk Sinergi kebijakan makroprudensial dan dengan kementerian keuangan terkait dengan harmonisasi kebijakan moneter dan fiskal dan dengan pemerintah

Menurut Destry, BI membutuhkan sinergi antar lembaga terkait untuk menghadapi tantangan Indonesia yang banyak di depan mata. Sebaliknya, berbagai tantangan tersebut tidak dapat dilakukan dengan satu kebijakan yang terintegrasi.(jpg/tom)


BACA JUGA

Senin, 16 September 2019 11:38

Kenaikan Harga Jual Eceran Rokok 35 Persen Diminta Dievaluasi

JAKARTA - Keputusan pemerintah menaikkan tarif cukai rokok sebesar 23…

Senin, 16 September 2019 11:37

Jumlah Penduduk Miskin Naik, Tapi Kesejahteraan Masyarakat Membaik

SAMARINDA – Kesejahteraan petani Kaltim mulai menunjukkan perbaikan pada 2019,…

Sabtu, 14 September 2019 23:50

Peluang Besar..!! Baru Ada 25 Start Up di Samarinda

SAMARINDA  – Peluang ekonomi di bidang industri kreatif sangatlah besar.…

Sabtu, 14 September 2019 14:05

500-an Anak Muda Hadiri Bekraf Developer Day, Diharapkan 10 Persennya Jadi Pengusaha

SAMARINDA – Guna mewadahi potensi generasi muda di Kaltim khususnya…

Kamis, 12 September 2019 21:35

IHLC dan BI Bawa Pengusaha Indonesia Gelar Investment Forum di Dubai dan Jeddah

JAKARTA—Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) bekerja sama dengan DinarStandard (Dubai…

Kamis, 12 September 2019 14:14

Bangun Infrastruktur Lima Kawasan Pariwisata Super Prioritas

JAKARTA,– Pemerintah menetapkan lima destinasi super priorotas. Tahun depan rencananya…

Kamis, 12 September 2019 14:06

Properti Bergairah Lagi

 SURABAYA– Suku bunga acuan dan inflasi yang terkendali berdampak positif…

Rabu, 11 September 2019 15:29

Serapan Industri Bisa Stabilkan Harga Bawang Merah

SURABAYA– Harga bawang merah di pasar tradisional terus menurun. Saat…

Rabu, 11 September 2019 15:14

Jargas Lebih Murah daripada Elpiji

JAKARTA– Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas)…

Rabu, 11 September 2019 11:56

Poles Tampilan, Incar Pasar MPV

SURABAYA– Pasar mobil sport utility vehicle (SUV) tidak kalah menjanjikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*