MANAGED BY:
JUMAT
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Kamis, 08 Agustus 2019 10:53
Siapkan Lima Strategi
RESMI: Destry Damayanti setelah pengambilan sumpah jabatan Deputi Gubernur Senior BI di Gedung Mahkamah Agung RI, Jakarta, Rabu (7/8). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

PROKAL.CO, Destry Damayanti resmi menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) periode 2019-2024 pada Rabu (7/8). Destry dilantik oleh Ketua Mahkamah Agung (MA) Muhammad Hatta Ali untuk menggantikan Mirza Adityaswara yang telah memasuki masa pensiun.

“Saya bersumpah bahwa saya akan melaksakan tugas dan kewajiban dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab. Saya akan setia terhadap negara, konstitusi, dan haluan negara,” tegas Destry yang dilantik di Gedung Mahkamah Agung (MA), Jakarta, kemarin.

ebelum pelantikan, Destry telah melalui rangkaian panjang untuk menduduki orang nomor dua di Bank Indonesia tersebut. Dia telah melalui tahapan fit and proper tes (uji kepatutan dan kelayakan) hingga akhirnya terpilih secara aklamasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Informasi saja, Destry merupakan sosok yang tak asing di dunia ekonomi moneter. Kemampuan dan sosoknya yang senior di dunia ekonomi membawanya sebagai anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak 24 September 2015 lalu.

Namanya pertama kali dikenal di masyarakat setelah menjabat sebagai senior economic adviser Duta Besar Inggris untuk Indonesia pada 2000-2003. Destry juga pernah menjadi peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2005-2006.

Tak lama menjadi dosen, karier Destry semakin melejit saat menjadi Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas pada 2005-2011. Berkat kinerjanya, ia pun langsung menjadi Kepala Ekonom Bank Mandiri pada 2011-2015.

Setelah itu, Destry pun menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN sebelum akhirnya bergabung menjadi Komisioner LPS. Selain di kancah perekonomian, nama Destry pernah menjadi sorotan setelah menjadi Ketua Panitia Seleksi Pimpinan KPK. Dia ditunjuk oleh Presiden Jokowi untuk menguji kompetensi dan menyeleksi para calon pimpinan KPK pada periode tersebut.

Saat menjalankan fit and proper test, Destry menyatakan ada lima strategi yang akan dijalankan selama lima tahun ke depan. Strategi pertama adalah mengoptimalkan bauran kebijakan yang bersifat akomodatif.

Bauran kebijakan moneter makroprudensial dan kebijakan lainnya dibutuhkan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. Sedangkan pada saat yang sama juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan memperhatikan dan menyesuaikan terhadap dinamika siklus bisnis dan keuangan.

Misalnya dalam situasi mencegah tekanan inflasi yang tinggi atau merespons kenaikan suku bunga global. Destry berkomitmen akan meningkatkan suku bunga domestik atau BI 7 Day Rate Repo. Namun kebijakan tersebut bersamaan dengan penjagaan stabilisasi likuidtas pada sektor perbankan. “Untuk mendorong perbankan tetap menjalankan fungsi intermediasinya,” kata Destry.

Strategi kedua adalah pendalaman sektor keuangan. Destry menjelaskan, pendalaman sektor keuangan menjadi sangat penting bukan hanya untuk mendorong stabilitas ekonomi, namun juga untuk mendukung pembiayaan pembangunan ekonomi.

Menurut dia, terbatasnya sumber dana pemerintah dan domestik menyebabkan penggunaan sumber dana dari sektor swasta dan luar negeri sangat menjadi penting. Sementara faktanya, kata Destry, sektor keuangan masih relatif dangkal bila dibandingkan peer group. Hal ini juga menyebabkan tingginya volatilitas sektor keuangan Indonesia.

“Sebagai gambaran di periode akhir 2018 rasio kredit terhadap PDB Indonesia hanya mencapai 37% sementara di Thailand dan Malaysia 80 persen dan 100 peren,” kata dia.

Sedangkan rasio pasar modal dalam segi kapitalisasi pasar saham terhadap PDB di Indonesia sebesar 46 persen. Angka tersebut jauh tertinggal dari Thailand yang mencapai 96 persen dan Malaysia 110 persen.

Atas dasar itu, diperlukan strategi melalui ekosistem keuangan yakni penyedia dana dari segi damand, pengguna dana dari sisi supply, lembaga intermedia sebagai penunjang, asuransi, sekuritas, pengayaan instrumen keuangan, pengayaan infrastruktur dan pendukung lembaga rating.

Strategis ketiga adalah pengembangan sistem pembayaran yang lancar aman efisien dan inklusif. Dia menjelaskan, perkembangan ekonomi digital diikuti dengan perkembangan teknologi finansial berkembang pesat.

Ini menjadi tantangan untuk perbankan Indonesia makin nyata karena sudah merambah ke berbagai layanan yang selama ini dilayani oleh perbankan dari sisi Bank Indonesia.

Menurut dia, hal tersebut menjadi tantangan besar karena mulai adanya pergeseran pola transaksi menuju transaksi non tunai. Pelakunya pun tidak hanya bank, namun juga melibatkan sektor non perbankan.

Sebagai contoh, transaksi digital payment periode Maret 2018 sampai Februari 2019 tumbuh 73 persen. Sementara volume e-money tumbuh 40 persen sepanjang 2018. Total nilai transaksi e-money Rp 47 triliun, volume 2,9 miliar dan total e-money intrumen secara kumulatif mencapai 167 juta.

“Hal ini akan mendorong terjadinya inovasi sistem pembayaran di mana Bank Indonesia dituntut untuk bisa mengembangkan sistem pembayaran yang lancar aman, efisien dan inklusif,” ujar dia.

Strategi keempat adalah perkembangan ekonomi dan keuangan syariah. Sebab sebagai negara dengan jumlah populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia belum dapat berperan banyak dalam bidang ekonomi dan keuangan syariah.

Selain itu, di sektor keuangan pangsa pasar industri syariah juga masih sangat rendah. Pada April 2019, ekonomi dan keuangan syariah hanya mencatat 5,9 persen untuk industri perbankan dan 4,2 persen untuk industri keuangan non bank dan 16 persen di pasar modal. “Secara total hanya mencapai 8,7 persen dari total industri keuangan di Indonesia,” ucapnya.

Strategi terakhir adalah meningkatkan sinergi dengan pemerintah dan lembaga lainnya dalam upaya pembangunan kepada masyarakat ekonomi rendah untuk mengatasi kesenjangan sosial. Misalnya OJK untuk Sinergi kebijakan makroprudensial dan dengan kementerian keuangan terkait dengan harmonisasi kebijakan moneter dan fiskal dan dengan pemerintah

Menurut Destry, BI membutuhkan sinergi antar lembaga terkait untuk menghadapi tantangan Indonesia yang banyak di depan mata. Sebaliknya, berbagai tantangan tersebut tidak dapat dilakukan dengan satu kebijakan yang terintegrasi.(jpg/tom)


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:47

Tambah Satu Crane, PT Pelindo IV Matangkan Rencana Pengembangan Semayang

PT Pelindo IV Balikpapan optimistis kinerja sepanjang tahun ini lebih…

Kamis, 30 Januari 2020 15:04

Jadi Favorit, Permintaan Kopi Terus Naik

SURABAYA– Permintaan kopi dalam negeri terus meningkat. Itu tidak terlepas…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

RUU Omnibus Law Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kebijakan omnibus law bisa mendorong kinerja…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

Kunjungan Bisnis Terganggu Corona

SAMARINDA – Penyebaran wabah virus corona berpotensi menghambat pengusaha dalam…

Rabu, 29 Januari 2020 13:09

Krakatau Steel Restrukturisasi Utang

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk berhasil merestrukturisasi utang senilai…

Rabu, 29 Januari 2020 12:07

Target Integrasikan Pelabuhan di Kaltim

BALIKPAPAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV siap mendukung berjalannya…

Selasa, 28 Januari 2020 13:40

Garap Mobil Listrik Hyundai Inves USD 750 Juta

JAKARTA– Grab Indonesia bekerja sama dengan PT Hyundai Motor Indonesia…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Bantu UMKM Perluas Pasar

SAMARINDA- Tak hanya mempermudah pelaku usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 28 Januari 2020 10:42

Pertahankan Resep Warisan Mertua, Terbantu Marketplace

Menjaga konsistensi rasa masakan dan memuaskan pelanggan menjadi kunci sukses…

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat

Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis

Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers