MANAGED BY:
SELASA
18 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Rabu, 07 Agustus 2019 11:23
Pedasnya Harga Cabai Mereda
Harga cabai yang sempat melambung sepekan terakhir mulai mereda menjadi Rp 85 ribu per kilogram dari yang semula Rp 120 ribu per kilogram. Penurunan harga terjadi seiring mulai stabilnya stok dari daerah penghasil.

PROKAL.CO, Harga cabai yang sempat melambung sepekan terakhir mulai mereda menjadi Rp 85 ribu per kilogram dari yang semula Rp 120 ribu per kilogram. Penurunan harga terjadi seiring mulai stabilnya stok dari daerah penghasil.

 

===

 

SAMARINDA–Penurunan harga cabai ini diakui sejumlah pedagang yang ditemui media ini kemarin. Sumadi, pedagang cabai di Pasar Loa Janan, mengatakan kenaikan memang sempat meresahkan para pembeli. Sebab, harga meroket menjadi Rp 100–120 ribu per kilogramnya. Menurut dia, penurunan stok dari daerah penghasil menjadi penyebab naiknya harga cabai. Penurunan produksi terjadi karena banyak petani di Sulawesi dan Jawa yang gagal panen.  

“Tapi anehnya, saat harga cabai naik, komoditas lain malah turun jelang Iduladha,” ungkapnya, Selasa (6/8). Senada, pedagang di Pasar Segiri Samarinda, Min, mengatakan harga cabai saat ini memang sudah turun tapi belum stabil. Kalau cabai keriting normalnya Rp 30 ribu tapi sekarang Rp 60 ribu per kilogram.

Kemudian, cabai tiung yang biasanya Rp 20 ribu sekarang Rp 85 ribu per kilogram. Lalu cabai merah besar normalnya Rp 30 ribu sekarang Rp 68 ribu per kilogram.  “Sebelumnya, kami memang menerima stok cabai sangat sedikit. Biasanya sekali datang bisa 20 kilogram, ini paling banyak hanya 15 kilogram. Bahkan sebelumnya lebih sedikit, karena dari distributor memang sudah membatasi pengambilan stok pengecer cabai,” tuturnya. 

Ditemui terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kaltim Heni Purwaningsih juga membenarkan harga yang sempat tinggi disebabkan penurunan stok ke Kaltim sehingga sedikit demi sedikit harga meningkat. Namun, kenaikan harga saat ini tidak ada hubungannya dengan momen Iduladha. Itu murni berkurangnya pasokan dari daerah penghasil. “Karena jika dilihat dari awal rantai distribusi sampai ke konsumen harga sudah naik,” jelasnya, kemarin (6/8).

Dia juga menjelaskan tidak ada indikasi pedagang memainkan harga jelang Iduladha dan mengambil untung lebih banyak. Menurut dia, fluktuatifnya harga cabai seperti ini merupakan hal biasa untuk daerah yang belum swasembada pangan. Di Kaltim sering mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi karena stok yang menipis dari daerah penghasil. Apalagi jika sudah lewat musim panen atau memasuki masa kegagalan panen saat musim hujan atau kemarau di daerah pemasok, pastinya stok di Kaltim berkurang.

 “Agar terlepas dari fluktuatif harga, Kaltim harus swasembada pangan,” ujarnya. Masih kata Heni, saat ini harga sudah mulai mereda seiring mulai normalnya stok. Walaupun belum terlalu signifikan, karena normalnya harga cabai di Kaltim Rp 20–30 ribu. Namun, dipastikan pasokan akan ditambah agar harga terus menurun.

“Kami targetkan harga akan normal secepatnya. Upaya peningkatan stok, dan pengecekan harga terus dilakukan,” pungkasnya. (*/ag/*/wna/ctr/tom/k8)


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:47

Tambah Satu Crane, PT Pelindo IV Matangkan Rencana Pengembangan Semayang

PT Pelindo IV Balikpapan optimistis kinerja sepanjang tahun ini lebih…

Kamis, 30 Januari 2020 15:04

Jadi Favorit, Permintaan Kopi Terus Naik

SURABAYA– Permintaan kopi dalam negeri terus meningkat. Itu tidak terlepas…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

RUU Omnibus Law Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kebijakan omnibus law bisa mendorong kinerja…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

Kunjungan Bisnis Terganggu Corona

SAMARINDA – Penyebaran wabah virus corona berpotensi menghambat pengusaha dalam…

Rabu, 29 Januari 2020 13:09

Krakatau Steel Restrukturisasi Utang

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk berhasil merestrukturisasi utang senilai…

Rabu, 29 Januari 2020 12:07

Target Integrasikan Pelabuhan di Kaltim

BALIKPAPAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV siap mendukung berjalannya…

Selasa, 28 Januari 2020 13:40

Garap Mobil Listrik Hyundai Inves USD 750 Juta

JAKARTA– Grab Indonesia bekerja sama dengan PT Hyundai Motor Indonesia…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Bantu UMKM Perluas Pasar

SAMARINDA- Tak hanya mempermudah pelaku usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 28 Januari 2020 10:42

Pertahankan Resep Warisan Mertua, Terbantu Marketplace

Menjaga konsistensi rasa masakan dan memuaskan pelanggan menjadi kunci sukses…

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat

Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis

Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers