MANAGED BY:
KAMIS
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Rabu, 07 Agustus 2019 10:18
ALAMAK..!! Karena Gaji Tidak Dibayar, Guru di Mamberamo Raya Mogok Mengajar, Siswanya Protes
Siswa di Memberamo Raya berdemo di Kantor Bupati karena sejak awal ajaran baru tak bisa bersekolah karena guru mogok mengajar.

PROKAL.CO, SENTANI - Seluruh guru yang mengabdi di Kabupaten Mamberamo Raya mulai dari tingkat TK hingga SMA melakukan mogok mengajar sejak awal tahun ajaran baru 2019. Akibatnya seluruh sekolah yang tersebar di 8 distrik tidak bisa menjalankan kegiatan belajar mengajar (KBM) lantaran tidak ada guru.

"Dua minggu lalu anak-anak di Mamberamo Raya mendatangi kantor bupati dan menyampaikan kepada pemerintah terkait mandeknya layanan pendidikan di Mamberamo Raya," ungkap salah seorang tokoh agama di Kabupaten Mamberamo Raya, Pdt. Yulianus Waw Abaruda kepada Cenderawasih Pos di Sentani, Selasa (6/8).

Dikatakan, mandeknya layanan pendidikan di daerah itu lantaran para guru belum menerima gaji sejak Juli 2019 khususnya gaji ke-13 dan 14. "Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mamberamo Raya harus bertanggung jawab atas kondisi ini. Sebagian besar dana itu tidak diberikan kepada para guru. Padahal itu hak mereka,” tuturnya.

Dia mengatakan, hingga saat ini tidak ada satupun pihak yang berkompeten di Membramo Raya, baik guru yang menjadi korban maupun anggota dewan yang mewakili masyarakat untuk mengusut persoalan ini.

Untuk itu, masyarakat berharap pihak pihak berwenang seperti DPRP, MRP dan pihak kepolisian bahkan KPK untuk melakukan investigasi mengenai persoalan ini. "Masyarakat di sana kecewa sekali dengan DPR di sana, mereka tidak mau buka suara soal ini. Padahal ini bagian dari tanggung jawab mereka. Kami akan terus berjuang supaya layanan pendidikan di sana harus kembali normal,” pungkasnya.

Sementara itu, Staf Hukum Bupati Memberamo Raya, Wili Marselino kepada Cenderawasih pos melalui sambungan teleponnya menjelaskan, hal ikhwal mengenai kasus yang terjadi di Memberamo Raya.

Menurutnya, tiga bulan yang lalu kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mamberamo Raya mengambil kebijakan mengenai pembayaran gaji tidak lagi dilakukan melalui transfer via bank atau melalui online tapi diterima langsung di dinas. Hal ini disebabkan karena banyaknya guru yang hanya menerima gaji buta dan tidak menjalankan tugasnya di tempat.

Oleh karena itu Kadis Pendidikan atas persetujuan Bupati Mamberamo Raya mulai memberlakukan aturan baru, dimana setiap guru wajib menerima gaji di ibukota kabupaten Mamberamo Raya. "Akhirnya banyak guru yang tidak bisa mengambil gajinya karena ada yang harus datang dari Jayapura ke Memberamo Raya," jelasnya.

Kemudian dampak negatifnya bendahara atau juru bayar justru tidak melaksanakan tugasnya dengan baik. Karena guru-guru itu terbagi menjadi 3 wilayah sesuai dengan wilayah kerja mereka sehingga juru bayar juga dibagi sesuai dengan wilayah kerja mereka.

"Mungkin dari tiga wilayah ini hanya dua atau satu yang berjalan bagus (pembayarannya)," bebernya.

Setelah itu menurut Marselino, Bupati Maberamo Raya mencabut kebijakan Kadis Pendidikan sehingga pembayaran sudah kembali normal.

Untuk guru yang belum menerima gaji ke-13 dan 14, Marselino menyebutkan bahwa guru-guru yang belum menerima gaji ke-13 dan 14 karena yang bersangkutan tidak berada di tempat saat pembayaran. “Yang belum menerima ini yang sedang dilakukan klarifikasi dokumen oleh Sekda dan Kadis Pendidikan,” ujarnya.

"Untuk honorer, pembayaran gaji mereka dari dana Otsus, tapi sampai sekarang dananya belum turun.

Jadi kalau dibilang bupati tidak fair saya pikir tidak. Buktinya bupati langsung perintahkan bank untuk lakukan pembayaran," sambungnya,

Marselino mengakui, sampai saat ini para guru masih melakukan aksi mogok mengajar. (roy/nat)


BACA JUGA

Kamis, 19 September 2019 00:32

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Imam Nahrawi Bantah Terima Duit Suap Sebesar Rp26,5 M

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga…

Rabu, 18 September 2019 12:13

PBB Akui Papua Bagian dari Indonesia

JAKARTA- Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menegaskan tidak ada lagi pembahasan…

Selasa, 17 September 2019 16:30

RUU MD3 Disahkan, Pimpinan MPR Resmi Bertambah

JAKARTA– DPR akhirnya mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga…

Selasa, 17 September 2019 16:17

Minta Tak Serahkan Mandat di Tengah Jalan

JAKARTA– Lima pimpinan KPK hasil pemilihan Komisi III DPR hadir…

Selasa, 17 September 2019 15:11

Kado Hari Anak Nasional, Revisi UU Perkawinan Sah

JAKARTA– Wajah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise…

Senin, 16 September 2019 12:12

Merasa Ditipu Dosennya Sendiri, Dijanjikan PNS Bayar Rp 100 Juta

SLEMAN, - “Malu!”. Itulah yang berulang kali dikatakan Akbar, bukan…

Minggu, 15 September 2019 10:53

Veronica Jawab Tuduhan Polisi Soal Papua dan Rekening Gendut

Veronica Koman akhirnya angkat bicara terkait penetapan dirinya sebagai tersangka…

Jumat, 13 September 2019 09:47

Potensi Akhiri Musim Lebih Cepat

MISANO– Di tujuh seri terakhir MotoGP musim ini berarti hanya…

Jumat, 13 September 2019 09:35

Residivis Kasus Makar Ditangkap Terkait Kerusuhan

JAKARTA—Polri terus berupaya mengungkap kasus kerusuhan yang tidak murni hanya…

Kamis, 12 September 2019 23:10

Atal Depari Lantik PWI Peduli

Bengkulu - Ketua PWI melantik pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*