MANAGED BY:
MINGGU
12 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Selasa, 06 Agustus 2019 11:57
Kompensasi Blackout Capai Rp 840 M

Untuk 21,9 Juta Pelanggan Terdampak

Direksi PT PLN (Persero) menjelaskan kondisi listrik di Jawa yang mengalami pemadaman kepada Presiden Jokowi. Terjadi pemadaman di Jabodetabek dan sebagian Banten, Jabar, dan Jateng. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

PROKAL.CO,

JAKARTA, – Padamnya listrik alias blackout di sebagian Pulau Jawa seharusnya membuat para petinggi PLN malu. Sebab, insiden itu terjadi di tengah gencarnya program pemerataan listrik hingga pelosok. Kendati suplai listrik kemarin berangsur-angsur normal, imbasnya kepada pelanggan masih terasa hingga kini.

Plt Direktur Utama (Dirut) PLN Sripeni Inten Cahyani menyatakan, pihaknya akan memberikan kompensasi kepada para pelanggan yang terdampak. Kompensasi tersebut sesuai dengan deklarasi tingkat mutu pelayanan (TMP). ”Kompensasi akan diberikan sebesar 35 persen dari biaya beban atau rekening minimum untuk konsumen golongan tarif adjustment,” ungkap dia kemarin (5/8). Untuk konsumen golongan non-adjustment, kompensasinya 20 persen dari biaya beban atau rekening minimum.

Kompensasi tersebut diberlakukan untuk pembayaran rekening bulan berikutnya. Khusus untuk pelanggan prabayar (token), pengurangan tagihan disetarakan dengan pengurangan pada tagihan listrik reguler. Pemberian kompensasi diberikan saat pelanggan membeli token berikutnya. Saat ini PLN sedang menghitung secara pasti besaran kompensasi itu. ”Besaran kompensasi yang diterima dapat dilihat pada tagihan rekening atau bukti pembelian token untuk konsumen prabayar,” ujarnya. Khusus untuk pelanggan premium, PLN akan memberikan kompensasi sesuai service level agreement (SLA) yang telah ditandatangani bersama.

Berdasar penghitungan sementara, estimasi kompensasinya mencapai Rp 840 miliar. Dana itu dihitung dari 21,9 juta pelanggan terdampak pemadaman listrik. Perinciannya, 4,47 juta pelanggan berada di DKI Jakarta, 14,2 juta pelanggan di Jawa Barat, dan 3,2 juta pelanggan di Banten. Nilai kompensasi tersebut setara dengan pemberian listrik gratis selama 2–4 hari dengan pemakaian bervariasi. Namun, PLN menegaskan bahwa hitungan kompensasi itu masih menunggu verifikasi dari pemerintah.

Pemberian kompensasi diatur dalam Permen ESDM No 27 Tahun 2017. Tetapi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kini sedang merevisi aturan tersebut. Rencananya revisi rampung dan ditandatangani Menteri ESDM Ignasius Jonan pada Rabu (7/8). Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, kompensasi untuk pelanggan terdampak pemadaman listrik terbilang kecil. Dia mengilustrasikan, selama ini nilai kompensasi dihitung berdasar penggunaan minimum listrik, yakni 40 jam. Jika kompensasi berupa diskon 35 persen, pelanggan 1.300 VA mendapat potongan Rp 26.699. Perhitungannya, 35 persen dikalikan 52 kWh (daya pemakaian minimum selama 40 jam), lalu dikalikan tarif Rp 1.467.

Tetapi, saat ini sedang tidak diberlakukan tarif adjustment sehingga nilai kompensasi hanya 20 persen seperti disebutkan dalam Permen ESDM 27/2017. Jika dinominalkan, besarnya sekitar Rp 15.256. ”Jumlahnya kecil. Besok 35 persen akan diterapkan bukan ke penggunaan minimum, melainkan ke tagihan pada saat kejadian, dikurangi 35 persen dan akan disusun secara berjenjang,” urainya. Jadi, jika dalam waktu batas sekian jam terjadi gangguan, tagihannya akan dipotong langsung 35 persen.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 11 Oktober 2012 13:00

Edisi Ketiga UKW Luluskan 23 Wartawan KPG

<div> <div> <strong>BALIKPAPAN</strong> &ndash; Uji Kompetensi Wartawan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers