MANAGED BY:
JUMAT
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Selasa, 06 Agustus 2019 11:47
Sahabat Tak Pulang sebelum Jenazah Ditemukan

Sahabat Murhum Menunggu di Tepi Sungai

PROKAL.CO, PALARAN. Rosul masih trauma. Di benaknya selalu terbayang rekannya, Murhum. Rosul seperti merasa bersalah. Dia gagal mencegah rekannya itu untuk melakukan aksi bunuh diri dari Jembatan Mahkota II.

Bahkan pemuda 20 tahun itu mengaku tak bisa tidur. Dia tak berhenti memikirkan alasan rekannya itu mengakhiri hidup dengan bunuh diri. Ironisya, Murhum yang biasa disapa Rizky, justru bunuh diri hanya lantaran diputus cinta oleh kekasihnya bernama Hikmah alias Ria.

Sebelum terjun ke Sungai Mahakam, Murhum terlibat cekcok dengan Hikmah. Rosul tak tahu pasti apa yang dibicarakan Murhum dan Hikmah. Meski begitu, Rosul mengaku dapat merasakan bagaimana sakitnya hati Murhum karena diputus cinta.

"Dia (Murhum, Red) setelah pulang dari rumah pacarnya bersama Dimas menangis. Dia sempat minum dengan kami. Lalu mengambil baju yang pernah dikasih pacarnya," tutur Rosul.

Rosul menyaksikan Murhum menangis sembari menenggak miras oplosan. Saat itu Rosul juga ikut menikmati miras. Rosul pun sangat merasakan apa yang dirasakan sahabatnya itu. Terlihat jelas jika Murhum tidak ingin diputus oleh Hikma.

"Saya sudah nasihati. Tapi dia malah mengembalikan pakaian pemberian itu," ujar Rosul.

Sehari setelah kejadian, kemarin (5/8) Rosul masih memilih menunggu di tepi Sungai Mahakam tepat di bawah Jembatan Mahkota II. Dia tak beranjak hingga jasad sahabatnya itu ditemukan.

"Saya sudah anggap dia seperti saudara. Kami sering makan bersama. Kalau ada cuma sebungkus, ya kami makan berdua," ucap Rosul.

Sementara itu, Jhoni (50), paman Murhum mengaku tak begitu tahu dengan kehidupan sehari-hari keponakannya. Karena anak pertama dari dua bersaudara itu memiliki kepribadian tertutup.

"Dia jarang sekali pulang. Di Samarinda dia tinggal dengan tantenya. Kami tidak pernah tahu dia punya pacar," tutur Jhoni, yang mengetahui Murhum sudah 4 tahun tinggal menetap di Samarinda.

Pencarian tubuh Murhum yang ditelan Sungai Mahakam usai melompat dari jembatan, Minggu (4/8) itu pun terus dilakukan. Proses pencarian dikomandoi Tim SAR Gabungan dan Basarnas Kaltimra.

Tim melakukan penyisiran dari titik tenggelamnya Murhum dengan menggunakan ruberboat. Tak ada penyelaman maupun membuat gelombang buatan. Karena hal itu dinilai kurang efektif.

"Pencarian kami juga terkendala padatnya lalu lintas pelayaram kapal. Sehingga kami dan tim lainnya pun harus lebih berhati-hati," kata Dede Hariana, Kepala Unit Siaga SAR Samarinda.

Penyisiran akan terus diperluas tim pencarian setiap harinya, hingga jenazah Murhum ditemukan.

"Radiusnya akan terus kami tambah 1 nautical mile," pungkasnya.

Sebelumnya, aksi bunuh Murhum kontan membuat sejumlah temannya terkejut pasalnya Murhum melompat dari motor yang dikendarai temannya dan langsung terjun bebas ke Sungai Mahakam dari ketinggian 30 meter.

Bunuh diri Murhum itu dilakukannya seusai pulang dari rumah kekasihnya. Ketika itu Murhum mengembalikan pakaian pemberian kekasihnya itu.

Mayat Pria Diduga ODGJ Terapung di Mahakam

Sehari setelah Murhum yang putus cinta terjun ke Mahakam, warga dikagetkan dengan penemuan mayat Senin pagi kemarin. Mayat itu terapung di perairan Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Dari pemeriksaan dilakukan petugas Polsek Loa Kulu, tidak ditemukan satu pun surat identitas korban. Namun belakangan diketahui, korban diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang beberapa hari sebelumnya berkeliaran di kawasan Desa Jongkang, Loa Kulu.

“Dari keterangan sejumlah saksi, termasuk Kades Jongkang, dipastikan korban adalah orang gila. Sebab beberapa hari sebelum ditemukan tewas tenggelam, para saksi sempat melihat korban di Desa Jongkang yang terletak berseberangan dengan Desa Loa Kulu Kota,” jelas Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Kapolsek Loa Kulu, Iptu Darwis Yusuf kepada harian ini.

Ya, penemuan mayat pria setengah baya itu langsung membuat geger warga. Bahkan masyarakat setempat, melalui akun media sosial masing-masing langsung menyiarkan kejadian itu. Semula, menurut warga yang pertama menemukan mayat korban, disangka bau busuk di sekitar TKP, yakni berdekatan pelabuhan penyeberangan intake PDAM Loa Kulu Kota ke Jongkang, merupakan bangkai binatang.

“Karena penasaran, saksi mencari-cari asal bau busuk tersebut. Ternyata setelah ditemukan, bukannya bangkai binatang, tapi mayat manusia dengan posisi telungkup, terapung di permukaan Mahakam,” kata Darwis --begitu Kapolsek Loa Kulu ini akrab disapa.

Penemuan mayat itu langsung dilaporkan ke petugas Polsek Loa Kulu. Sedangkan warga sekitar juga berbondong-bondong datang ke TKP. Meskipun semula tidak diketahui identitasnya, belakangan sejumlah warga mengaku mengenali korban dengan ciri-ciri berjenggot, menggunakan baju hitam dan celana pendek, juga warna hitam.

“Korban juga membawa tas selempang kecil warna hitam berisi banyak tasbih. Memakai gelang tasbih. Menurut informasi sejumlah saksi, korban berasal dari Palopo, Sulsel (Sulawesi Selatan),” katanya.

Selanjutnya petugas gabungan BPBD Kukar, Satpol PP dan Polsek Loa Kulu mengevakuasi mayat korban ke RSUD AM Parikesit, Tenggarong Seberang. Proses evakuasi tersebut disaksikan Kapolsek Loa Kulu, Iptu Darwis beserta Kasat Reskrim Polres Kukar, AKP Damus Asa. Rencananya polisi menunggu kehadiran pihak keluarga korban.

“Sementara dipastikan kematian korban, murni lantaran tenggelam di sungai. Jika setelah 3 hari nanti masih belum ada juga kerabat korban datang ke rumah sakit, maka mau tidak mau jasadnya dimakamkan,” ucap Darwis. (oke/idn/nha)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 04 Februari 2020 12:04

Kritik Kota lewat Lirik Rap, Wajah Samarinda dari Lagu “Samar Indah"

Hanya di Samarinda kita bisa hidup sama rendah Nikmati tepian…

Selasa, 04 Februari 2020 12:03

Berkas Pasar Baqa Dilimpah, Rabu, Sidang Perdana

SAMARINDA-Berkas dugaan korupsi tiga tersangka Pasar Baqa sudah digulirkan Korps…

Selasa, 04 Februari 2020 12:01

Terima Paket Ganja 2,5 Kilo, Mahasiswi Ini Mengaku Cuma Diupah Rp 300 Ribu

SAMARINDA - Tersangka inisial IT yang menerima paket 2,5 kilogram…

Selasa, 04 Februari 2020 12:00

Merasa Dipalak Ketika Berkendara di Samarinda? Dua Pria Ini Mungkin Pelakunya

SAMARINDA - Tim Macan Borneo Satreskrim Polres Samarinda akhirnya meringkus…

Selasa, 04 Februari 2020 11:59

Hanya Sakit Demam, RS AWS Bantah Merawat 1 Pasien Terkena Corona Virus

SAMARINDA - Rumah Sakit AW Sjahranie (RS AWS) Samarinda membantah…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:48

Pengedar Sabu Berbahan Tawas Ditangkap

SAMARINDA-Banyaknya pemakai narkoba jenis sabu rupanya menjadi peluang bagi Kene…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:10

Begini Kondisi Terakhir Sopir Truk yang Sebabkan 4 Nyawa Melayang di Gunung Manggah Itu...

SAMARINDA- Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Polresta Samarinda, pada Kamis…

Sabtu, 01 Februari 2020 09:05

Jalin Kerjasama dengan Rumah Sakit, Poltekkes “Nyebrang” ke Malaysia

SAMARINDA-Terus melebarkan sayap, kini Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes)…

Jumat, 31 Januari 2020 23:46

Samarinda Masih Kekurangan Pengajar

Di Samarinda, ada sekitar 2 ribu guru honorer. Mereka tengah…

Jumat, 31 Januari 2020 23:45

Perlu Waktu Realisasikan DOB Samarinda Seberang

SAMARINDA–Usul menjadikan Samarinda Seberang, Palaran, dan Loa Janan Ilir sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers