MANAGED BY:
SABTU
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Selasa, 06 Agustus 2019 10:03
Mengambil Hikmah dari Peristiwa Ikan Asin dan Garuda

PROKAL.CO, Oleh: Danang Agung

Wakil Ketua KAHMI Balikpapan

 

Ada yang sama dan berbeda dari peristiwa ikan asin dan Garuda atau perusahaan penerbangan pelat merah. Mengenai kasus ikan asin akhirnya Galih Ginanjar, Rey Utami dan suaminya, Pablo Benua, ditetapkan tersangka dugaan pelanggaran UU ITE atas kasus ikan asin. Galih dinilai menghina Fairuz, mantan istrinya dalam video yang diunggah di akun YouTube Rey dan Pablo. Ketiganya akhirnya mendekam di penjara.

Hinaan "ikan asin" perumpamaan yang dilontarkan Galih membawa ketiga orang tersebut dijerat dengan Pasal 27 Ayat 1, Ayat 3 jo Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 310, Pasal 311 KUHP. Walau Galih mengakui kesalahan dan meminta maaf, perempuan yang sudah kadung terhina, tersakiti dan dirugikan nama baiknya seolah menutup pintu damai bagi sang pelaku.

Apa yang dilakukan Fairuz untuk membawa kasus ini ke ranah hukum bukan hanya didasarkan emosional. Dia cukup rasional bahwa tindakan hinaan “ikan asin” layak untuk membuat pelaku sadar bahwa tidak cukup dengan kata maaf ujaran tersebut diselesaikan. Mungkin hukum bisa menyadarkan, candaan yang membuat luka bagi pihak yang tidak terima, pantas tetap didukung untuk dituntaskan melalui jalur hukum bukan perdamaian.

Cerita lain yakni PT Garuda Indonesia yang melaporkan dugaan pencemaran nama baik oleh YouTuber Rius Vernandes dan rekannya Elwiyana Monica setelah pihak Garuda melapor secara resmi, Sabtu 13 Juli 2019. Kasus ini berawal ketika Rius dan Elwiyana terbang menggunakan Garuda Indonesia dalam perjalanan Sydney–Denpasar–Jakarta beberapa waktu lalu. Pada 13 Juli 2019, Rius mengunggah foto selembar kertas dengan tulisan tangan berisi daftar menu makanan bagi penumpang kelas bisnis. Dalam unggahan berbeda, Rius merekam salah satu awak kabin yang menjelaskan bahwa kertas menu resmi belum dicetak.

Setelah kejadian ini, Garuda juga membuat surat edaran yang melarang penumpang mengambil foto atau video selama penerbangan. Belakangan, Garuda mengubah larangan itu menjadi imbauan. Garuda berdalih surat larangan itu sebenarnya belum final dan masih bersifat internal namun kadung bocor ke publik.

Bukan hanya itu, Serikat Pekerja Garuda melaporkan Rius, dengan dugaan pencemaran nama baik dan merugikan pihak Garuda sehingga perlu dibawa ke ranah hukum untuk menjerat sang pelaku. Sayangnya, langkah Garuda membawa kasus ini ke ranah hukum, hanya didasarkan rasa emosional. Banyak pihak menyayangkan jalur hukum yang ditempuh garuda dalam peristiwa menu tulis tangan ini.

Namun, menurut penulis, kedua peristiwa ini sama-sama ada peran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea. Pada peristiwa ikan asin, pengacara nyentrik ini membela habis-habisan Fairuz untuk menempuh jalur hukum untuk memberi pelajaran bagi sang pelaku yang nyata secara hukum perlu diteruskan. Sementara untuk Garuda , mungkin arahan Bang Hotman, jalan perdamaian lebih elok ditempuh.

Perseteruan antara Serikat Karyawan Garuda Indonesia atau Sekarga dengan YouTuber Rius Vernandes berakhir damai. Perdamaian Garuda Vs YouTuber disaksikan pengacara Hotman Paris Hutapea itu ditandai dengan pencabut laporan sekarang terhadap Rius yang memuat buku menu Garuda yang ditulis tangan pada 19 Juli 2019.

Jadi penulis ingin menyampaikan kepada kita semua. Dalam kasus ikan asin dan Garuda sama-sama ada langkah hukum bagi pihak yang merasa dirugikan atas tindakan pelanggaran UU ITE terkait dugaan pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan. Namun ending kedua peristiwa ini jauh berbeda.

Pada kasus ikan asin, pelapor yang merasa dirugikan nama baiknya yakni Fairuz, keukeh meneruskan masalah ini hingga putusan hukum menjawabnya. Pelaku harus mendapat ganjaran setimpal atas perbuatan isengnya. Namun, pada kasus Garuda, pihak pelapor akhirnya membuka pintu perdamaian dan diterima secara bijak oleh sang terlapor.

Penulis ingin mengajak pembaca untuk bijak menilai kedua kasus tersebut. Sehingga kita harus pandai-pandai melihat peristiwa hukum yang akan ditempuh jika kita merasa dicemarkan nama baiknya oleh ulah seseorang. Apakah itu benar-benar hinaan yang mencederai martabat kita sebagai manusia atau sekadar kritik perbaikan agar kita atau institusi bisa berbenah diri.

Mari kita mengambil hikmah pelajaran berharga dari peristiwa ini. Jika dengan jalan perdamaian membawa Garuda tetap elegan terbang menembus udara. Mungkin ketegasan Fairuz pada tiga pelaku yang telah mencederai nama baiknya, tetap ingin membiarkan ikan asin berada dalam penjara. Ah, biarkan proses hukum yang berbicara. (ypl/k16)


BACA JUGA

Jumat, 20 September 2019 12:10

Asap dan Insaf

Oleh: Bambang Iswanto Dosen IAIN Samarinda Jadwal penerbangan ke beberapa…

Senin, 16 September 2019 14:15

Kelasnya Kota Keretek

Oleh : M Chairil Anwar Warga Samarinda yang bekerja di…

Senin, 16 September 2019 14:12

KPK di Ambang Kehancuran

Oleh : Adam Setiawan, SH Mahasiswa Program Magister Ilmu Hukum…

Senin, 16 September 2019 14:10

Balikpapan Siap Menjadi Penopang Ibu Kota Negara

Oleh : Noviana Rejeki Statistisi BPS Balikpapan   Presiden Joko…

Senin, 16 September 2019 14:09

Rakyat Menjerit Kenaikan Iuran BPJS

Oleh: Andi Putri Marissa SE Guru Sekolah Swasta di Balikpapan…

Senin, 16 September 2019 14:06

Untung Rugi Kaltim Jadi Ibukota RI

Oleh : Ahmad Syarif Dosen Ekonomi Syariah IAIN Samarinda  …

Jumat, 13 September 2019 22:26

Jenius Ahli Ibadah Itu Telah Pergi

Oleh: Bambang Iswanto Dosen IAIN Samarinda “Saya diberikan kenikmatan oleh…

Senin, 09 September 2019 14:12

Haornas dan Mimpi ke Piala Dunia

INDONESIA sukses menyelenggarakan Asian Games dan Asian Para Games 2018.…

Sabtu, 07 September 2019 10:28

Muharam dan Nikah

Oleh: Bambang Iswanto Dosen IAIN Samarinda Bulan Muharam datang setelah…

Kamis, 05 September 2019 10:38

MTQ dan Hijrah Menuju Perbaikan Tilawatil Quran

Ismail Guru Fikih MAN Insan Cendekia Kabupaten Paser   Musabaqah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*