MANAGED BY:
SENIN
14 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Senin, 05 Agustus 2019 10:48
Jaga Kebersihan Mulut dan Gigi
Jangan Langsung Sikat Gigit setelah Makan
JAGA KEBERSIHAN: Dari sekian banyak masalah pada gigi dan mulut, pasti berawal dari gigi yang tidak bersih. Sebagai contoh, jangan langsung menyikat gigi setelah makan. Beri jeda 30 menit dan minum air putih untuk membilas sisa makanan. (THEDAILY.CASE.EDU)

PROKAL.CO, Kebersihan gigi dan mulut penting dijaga. Pernah mengalami gusi bengkak? Hingga mungkin terdapat kantung berisi nanah. Dokter gigi menyebut, hal tersebut lazim ditemui. Lalu, apa penyebab dan cara mencegahnya?

DALAM bahasa medis, kantung nanah yang terdapat pada gusi merupakan abses periodental. Penyebabnya datang karena infeksi bakteri di ruang antara gusi dan gigi. Pada dasarnya, warna nanah beragam. Ada putih kekuningan dan kecokelatan. Mengandung bakteri, protein, sel darah putih, dan jaringan mati. Nanah tersebut tidak serta-merta langsung menghampiri gusi. Ada beberapa kondisi yang meningkatkan risiko tersebut. Biasanya diawali dengan gusi membengkak. Menurut drg Rika Novalita, penyebab masalah gusi bermacam-macam.

Pada ibu hamil, gusi bisa membengkak kemerahan karena proses hormon. Biasa disebut epulis gravidarum. Disebabkan ibu mengandung cenderung mengalami mual. Walhasil, banyak sisa makanan yang menempel atau plak setelah muntah. Mulut dan gigi yang tidak dibersihkan membuat gusi membengkak. Namun, kondisi itu akan hilang setelah melahirkan dan perlu diingat, tidak semua ibu hamil mengalami hal sama. Tak hanya itu, adanya karang gigi dan gigi berlubang berpotensi membuat gusi bengkak.

“Gusi bengkak itu bisa karena sisa akar gigi, gigi impaksi, gigi berlubang atau gigi yang sudah masuk dalam perawatan saluran akar. Bisa juga dari setelah perawatan saluran akar, pasiennya alergi terhadap obat. Selain itu, ada yang gusinya seperti tumbuh daging atau pulpa polip. Biasanya terjadi kalau ada gigi berlubang tapi tidak segera ditambal,” jelasnya.

Semua gusi yang bengkak, giginya sudah tidak sakit. Berbeda jika Anda merasa nyeri pada gigi, berarti gigi tersebut masih vital. Warna bengkak pada gusi berbeda bergantung kondisi. Untuk ibu hamil, biasanya berwarna pink dan untuk gusi yang bengkak karena penyakit berwarna kemerahan. Ada pula keluhan lain, seperti pasien yang sudah pernah menambal gigi tapi ditambal dalam keadaan tidak bersih. Walhasil, gusi bengkak bernanah. Jika seperti itu, dokter gigi harus membongkar tambalan tersebut dan mengedukasi pasien mengurangi rasa sakit dengan antiseptik.

“Bengkak berisi kantung nanah. Bahkan, sampai ada yang bengkaknya ke pelupuk mata dan keluar pipi. Salah satu faktornya ya dari sisa akar. Pasti giginya bermasalah. Enggak mungkin gigi yang bagus, tiba-tiba gusinya bengkak,” tegas Rika.

Dari penyebab gusi bengkak, ada berbagai perawatan. Contoh, untuk penyebab sisa akar, dokter akan mencabutnya. Sebelum memberi penanganan lebih lanjut, dokter harus melihat kondisi pasien dulu apakah pipinya ikut bengkak. Sementara itu, akan diberi obat dan diminta datang lagi beberapa hari kemudian untuk dilakukan pencabutan. Justru selama pipinya tidak bengkak, langsung dicabut. Atau ketika gusinya bengkak tapi tidak sampai ke pipi, tetap dicabut pula karena bengkak atau bagian nanahnya mengempis. Dilihat kondisi giginya. Apabila masih memungkinkan untuk dipertahankan, maka ditambal.

“Keluhan gusi sering ditemukan dan hampir dialami segala usia. Kadang, anak kecil yang masih berusia empat atau lima tahun gusinya bengkak karena gigi berlubang. Rerata usia yang biasa mengalami itu sekitar 10–30 tahun,” imbuhnya.

Kesadaran menjaga kebersihan mulut dan gigi yang termasuk rendah menjadi faktor utama. Seperti halnya ketika setelah makan, tapi tidak menyikat gigi. Rika menyarankan untuk sering minum air putih karena berfungsi membilas makanan. Langsung menyikat gigi setelah makan juga tidak baik karena mulut dalam keadaan asam. Sehingga ketika disikat, akan mudah terkikis di permukaan dekat akar gigi. Jadi, perlu diberi jeda sekitar 30 menit sebelum menyikat gigi.

“Cara berkumur juga banyak yang salah. Sebelum sikat gigi memang harus berkumur sekali. Cara menyikat gigi juga masih banyak keliru. Nah, kalau sudah selesai menyikat, jangan berkumur terlalu banyak. Cukup sekali saja karena kandungan flouride untuk mempertahankan gigi bisa hilang,” pungkas Rika. (*/ysm*/rdm/k8)

 


BACA JUGA

Senin, 07 Oktober 2019 09:53

Sajian Tempura dan Ayam Buah Naga

Inovasi makanan harus terus diperbarui demi menemukan rasa terbaru nan…

Senin, 07 Oktober 2019 09:51

Sambal Bawang Rambut

Oleh: Novia Irma Susanti, warga Samarinda   BAHAN: - 1…

Senin, 07 Oktober 2019 09:47

Mini Tart Labu dan Es Timun Segar

NAMANYA happy pumpkin. Mini tart dengan pastry cream yang dihiasi…

Senin, 07 Oktober 2019 09:34

Hiperhidrosis, Keringat Berlebihan, Jadi Tanda Penyakit

Mengeluarkan keringat adalah hal wajar. Selain itu, mengonsumsi makanan panas…

Senin, 07 Oktober 2019 09:33

Jangan Sepelekan jika Jarang Berkeringat

JIKA sebelumnya membahas produksi keringat berlebihan atau hiperhidrosis, kali ini…

Senin, 07 Oktober 2019 09:30

Bangkit dari Kegagalan, Tumbuh Jadi Panutan

JIWA berbisnis Wahyu Hernaningsih tumbuh sejak masih remaja. Dia merasa…

Senin, 07 Oktober 2019 09:29

Bisnis Modal Nekat dan Tekad

Takut memulai bisnis karena terhalang modal? Sebenarnya, itu bukan hal…

Senin, 30 September 2019 17:14

Sudden Infant Death Syndrome, Merenggut Nyawa Tanpa Gejala

Sistem kekebalan tubuh bayi yang masih berkembang, membuat mereka rentan penyakit. Pada…

Senin, 30 September 2019 17:12

Jadi Orangtua Waspada, Malam Masih Ceria, Paginya Tak Bernapas

BALITA rentan terhadap segala kemungkinan terserang penyakit. Oleh sebab itu,…

Senin, 30 September 2019 16:50

Bijak Bermedia Sosial, Sering Update Berujung Gangguan Mental

Keberadaan media sosial (medsos) dalam genggaman membuat interaksi antara satu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*