MANAGED BY:
SENIN
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Senin, 05 Agustus 2019 10:48
Jaga Kebersihan Mulut dan Gigi
Jangan Langsung Sikat Gigit setelah Makan
JAGA KEBERSIHAN: Dari sekian banyak masalah pada gigi dan mulut, pasti berawal dari gigi yang tidak bersih. Sebagai contoh, jangan langsung menyikat gigi setelah makan. Beri jeda 30 menit dan minum air putih untuk membilas sisa makanan. (THEDAILY.CASE.EDU)

PROKAL.CO, Kebersihan gigi dan mulut penting dijaga. Pernah mengalami gusi bengkak? Hingga mungkin terdapat kantung berisi nanah. Dokter gigi menyebut, hal tersebut lazim ditemui. Lalu, apa penyebab dan cara mencegahnya?

DALAM bahasa medis, kantung nanah yang terdapat pada gusi merupakan abses periodental. Penyebabnya datang karena infeksi bakteri di ruang antara gusi dan gigi. Pada dasarnya, warna nanah beragam. Ada putih kekuningan dan kecokelatan. Mengandung bakteri, protein, sel darah putih, dan jaringan mati. Nanah tersebut tidak serta-merta langsung menghampiri gusi. Ada beberapa kondisi yang meningkatkan risiko tersebut. Biasanya diawali dengan gusi membengkak. Menurut drg Rika Novalita, penyebab masalah gusi bermacam-macam.

Pada ibu hamil, gusi bisa membengkak kemerahan karena proses hormon. Biasa disebut epulis gravidarum. Disebabkan ibu mengandung cenderung mengalami mual. Walhasil, banyak sisa makanan yang menempel atau plak setelah muntah. Mulut dan gigi yang tidak dibersihkan membuat gusi membengkak. Namun, kondisi itu akan hilang setelah melahirkan dan perlu diingat, tidak semua ibu hamil mengalami hal sama. Tak hanya itu, adanya karang gigi dan gigi berlubang berpotensi membuat gusi bengkak.

“Gusi bengkak itu bisa karena sisa akar gigi, gigi impaksi, gigi berlubang atau gigi yang sudah masuk dalam perawatan saluran akar. Bisa juga dari setelah perawatan saluran akar, pasiennya alergi terhadap obat. Selain itu, ada yang gusinya seperti tumbuh daging atau pulpa polip. Biasanya terjadi kalau ada gigi berlubang tapi tidak segera ditambal,” jelasnya.

Semua gusi yang bengkak, giginya sudah tidak sakit. Berbeda jika Anda merasa nyeri pada gigi, berarti gigi tersebut masih vital. Warna bengkak pada gusi berbeda bergantung kondisi. Untuk ibu hamil, biasanya berwarna pink dan untuk gusi yang bengkak karena penyakit berwarna kemerahan. Ada pula keluhan lain, seperti pasien yang sudah pernah menambal gigi tapi ditambal dalam keadaan tidak bersih. Walhasil, gusi bengkak bernanah. Jika seperti itu, dokter gigi harus membongkar tambalan tersebut dan mengedukasi pasien mengurangi rasa sakit dengan antiseptik.

“Bengkak berisi kantung nanah. Bahkan, sampai ada yang bengkaknya ke pelupuk mata dan keluar pipi. Salah satu faktornya ya dari sisa akar. Pasti giginya bermasalah. Enggak mungkin gigi yang bagus, tiba-tiba gusinya bengkak,” tegas Rika.

Dari penyebab gusi bengkak, ada berbagai perawatan. Contoh, untuk penyebab sisa akar, dokter akan mencabutnya. Sebelum memberi penanganan lebih lanjut, dokter harus melihat kondisi pasien dulu apakah pipinya ikut bengkak. Sementara itu, akan diberi obat dan diminta datang lagi beberapa hari kemudian untuk dilakukan pencabutan. Justru selama pipinya tidak bengkak, langsung dicabut. Atau ketika gusinya bengkak tapi tidak sampai ke pipi, tetap dicabut pula karena bengkak atau bagian nanahnya mengempis. Dilihat kondisi giginya. Apabila masih memungkinkan untuk dipertahankan, maka ditambal.

“Keluhan gusi sering ditemukan dan hampir dialami segala usia. Kadang, anak kecil yang masih berusia empat atau lima tahun gusinya bengkak karena gigi berlubang. Rerata usia yang biasa mengalami itu sekitar 10–30 tahun,” imbuhnya.

Kesadaran menjaga kebersihan mulut dan gigi yang termasuk rendah menjadi faktor utama. Seperti halnya ketika setelah makan, tapi tidak menyikat gigi. Rika menyarankan untuk sering minum air putih karena berfungsi membilas makanan. Langsung menyikat gigi setelah makan juga tidak baik karena mulut dalam keadaan asam. Sehingga ketika disikat, akan mudah terkikis di permukaan dekat akar gigi. Jadi, perlu diberi jeda sekitar 30 menit sebelum menyikat gigi.

“Cara berkumur juga banyak yang salah. Sebelum sikat gigi memang harus berkumur sekali. Cara menyikat gigi juga masih banyak keliru. Nah, kalau sudah selesai menyikat, jangan berkumur terlalu banyak. Cukup sekali saja karena kandungan flouride untuk mempertahankan gigi bisa hilang,” pungkas Rika. (*/ysm*/rdm/k8)

 


BACA JUGA

Jumat, 06 Desember 2019 09:43

Ini Dia Trend Kecantikan 2020

Akhir tahun akan segera tiba. Seiring bergantinya tahun, maka tren…

Rabu, 04 Desember 2019 12:43

Candu Pelihara Kucing, Hilangkan Sepi, Kendalikan Amarah

Anton dan Rachmawaty adalah pasangan yang jatuh cinta dengan kucing.…

Rabu, 04 Desember 2019 12:42

Nilai Adopsi Kucing Hingga Rp 200 Juta

Jamin Kualitas dengan Sertifikat Pedigree TIDAK hanya sebatas mengadopsi, Anda…

Rabu, 04 Desember 2019 12:40

Darurat Kesehatan Mental, Bunuh Diri Bukan Solusi

Tak hanya fisik, kesehatan mental juga bisa membuat seseorang meregang…

Rabu, 04 Desember 2019 12:39

Jangan Kucilkan Penderita Gangguan Mental, Rangkul Korban

PANDANGAN yang buruk terhadap gangguan mental membuat banyak orang berusaha…

Senin, 25 November 2019 10:52

Jantung Bocor, Hampir Tanpa Gejala, Siap Renggut Nyawa

Permasalahan jantung kerap menyerang usia dewasa. Namun, kini penyakit tersebut…

Senin, 25 November 2019 10:43

Rekomendasi Menu Musim Hujan, Gurih Segar hingga Asam Pedas

Waktu luang di suasana dingin memang paling enak jika sambil…

Senin, 25 November 2019 10:42

Lembut Tahu dari Kudapan Garing

ANDA penggemar tahu? Mungkin Anda akan jatuh cinta dengan tahu…

Senin, 25 November 2019 10:37

Bubur Candil Kampung

Oleh: Rezky Robiatul Aisyah, warga Samarinda   Bahan Bola Ketan:…

Senin, 25 November 2019 10:32

Iseng Koleksi Hot Wheels, Habis Rp 80 Juta dalam Setahun

Setiap pria punya hobi. Melakukan aktivitas tertentu hingga berburu, mengoleksi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.