MANAGED BY:
SELASA
19 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 30 Juli 2019 12:18
Kursi Sekprov Masih Panas, Sani Balik Kanan, Sabani Tetap Plt

Sani Sebut Tiada Masalah, Wagub Klaim Ada Sesuatu---SUB

Gubernur Kaltim Isran Noor

PROKAL.CO, SAMARINDA–Drama di Kegubernuran Kaltim seputar kursi sekretaris provinsi (sekprov) belum berakhir. Abdullah Sani harus kembali ke ruangannya sebagai kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim.

Sebelumnya, Sani dilantik sebagai sekprov terpilih oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo pada Selasa (16/7) di Jakarta. Namun, pelantikan itu belum cukup bagi Isran untuk menyerahkan kursi sekprov kepada Sani. Hingga Senin (29/7), posisi sekprov tetap dijalankan M Sabani yang menjabat pelaksana tugas (Plt).

Padahal, sejak Kamis (25/7), Sani telah mengangkat semua barang dan alat kerjanya di DPMPTSP, Jalan Basuki Rahmat, untuk pindah ke Kegubernuran di Jalan Gajah Mada. Untuk diketahui, setelah cukup lama dinantikan, Sani akhirnya menghadap Isran di ruang kerja gubernur kemarin. Pertemuan yang dilakukan sekira pukul 09.20 Wita itu berlangsung tertutup.

Abdullah Sani yang ditemui awak media seusai menghadap Isran mengakui memang menemui gubernur untuk melaporkan hasil pelantikannya oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Abdullah Sani usai bertemu dengan Gubernur Isran Noor.

"Saya datang melaporkan pelantikan yang di Jakarta. Beliau (Isran) bilang, bekerja saja dulu di DPMPTSP. Nanti ada waktunya (bekerja sebagai sekprov). Sudah enggak ada masalah," ungkap dia. Kepada awak media, Sani tidak berani mengatakan, apakah pelantikan dirinya oleh Kemendagri telah direstui Isran atau tidak.

Termasuk memastikan kapan dirinya akan bekerja sebagai sekprov Kaltim. "Saya enggak tahu. Saya tetap diminta bekerja di DPMPTSP dulu. Semua (dokumen dan hasil pelantikan) sudah saya serahkan sama beliau. Nanti tunggu Pak Gubernur saja lagi," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Muhammad Sabani diketahui juga ikut dipanggil Isran untuk menghadap ke ruang kerjanya. Ditanya apakah pemanggilan itu terkait jabatan sekprov, Sabani menepisnya. "(Pemanggilan itu) terkait beberapa hal. Seperti isu pemindahan ibu kota. Menteri Bappenas ada menghubungi beliau (Isran) meminta saran. Beliau akan mempersiapkan syaratnya (Ibu Kota Negara)," kata Sabani.

Dia menegaskan, pemanggilan dirinya oleh gubernur tak membahas jabatan sekprov. Melainkan sebatas membahas rencana pemindahan Ibu Kota Negara. "Enggak ada membahas itu (jabatan sekprov). Tadi (kemarin) hanya bicara kesiapan anggaran (pemindahan ibu kota negara) saja," ungkapnya.

 

SEKPROV DI TANGAN GUBERNUR

Belum adanya sekprov definitif hingga saat ini dinilai tidak begitu menjadi kendala bagi Pemprov Kaltim. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Hadi Mulyadi yang juga ikut menyikapi polemik jabatan sekprov Kaltim. "Apa yang masalah di masyarakat. Yang penting pembangunan jalan. Kan enggak ada masalah. Kalau soal tanda tangan sekprov, kan bisa ditunjuk. Gubernur bisa menunjuk ke atas, bisa menunjuk ke bawah," kata Hadi.

Jika ada dokumen yang harus ditandatangani sekprov, begitu juga dengan acara atau kegiatan, maka tugas dan fungsi itu bisa dialihkan ke wakil gubernur. Bisa juga ke para asisten. "Kalau sekprov tidak berwenang, bisa dialihkan ke wakil gubernur. Bisa juga dialihkan ke asisten. Jadi enggak ada masalah," tegasnya.

Ditanya sampai kapan jabatan plt sekprov Kaltim akan dipertahankan? Hadi menuturkan, kebijakan itu bergantung gubernur. Karena keputusan itu sepenuhnya menjadi kewenangan gubernur. "Terserah gubernur maunya sampai kapan. Jangan tanya ke saya," ucapnya.

Menurut dia, ketika ada seorang ASN yang dilantik menjadi sekprov oleh Kemendagri, tidak mesti langsung harus dipakai gubernur. Kata dia, ada banyak kasus serupa terjadi di sejumlah daerah di Indonesia dan tidak menjadi masalah. "Di tempat lain ada yang bahkan diganti. Di Kalbar (Kalimantan Barat) misalnya ada yang langsung dipecat. Kemudian di Lampung mengundurkan diri. Enggak masalah," imbuhnya.

Sementara itu, untuk Abdullah Sani yang telah dilantik Kemendagri, Hadi menilai, jika itu juga bukan sesuatu yang salah. Pada dasarnya, sah-sah saja. Namun, pemanfaatan atas pejabat yang telah dilantik tersebut tetap ada di tangan gubernur.

"Kan user-nya Pak Gubernur. Terserah gubernur (mau memberdayakannya atau tidak). Pelantikan itu sah saja. Kemudian gubernur belum mau menggunakan atau tidak, (ya terserah gubernur lagi)," katanya. Disinggung apa yang menjadi alasan Isran sehingga belum mau memberdayakan Sani sebagai sekprov Kaltim, Hadi berujar, dirinya tidak mengetahui hal itu.

Namun yang pasti, kata dia, gubernur memiliki alasan tersendiri atas hal tersebut. "Tanya gubernur saja. Tapi yang pasti Pak Gubernur bilang ada sesuatu. Nah, sesuatunya itu apa, saya juga enggak tahu," imbuhnya. Jabatan plt sendiri diakuinya bisa diperpanjang sesuai kebutuhan gubernur. Namun, jabatan plt tidak memiliki kewenangan menandatangani dokumen-dokumen resmi.

"(Kalau hanya tanda tangan) kan bisa ditunjuk ke atas (wagub) dan ke bawah (asisten). Kalau TAPD (tim anggaran pemerintah daerah), saya bisa mengambil alihnya. Tapi bisa juga asisten," pungkasnya.

 Sebelumnya, Kamis (25/7), Kaltim Post menelusuri aktivitas Sani di DPMPTSP. Hasilnya, Sani diketahui sudah tidak lagi berkantor di instansi tersebut. Beberapa staf yang bekerja di tempat itu pun senada menjawab kalau Abdullah Sani sudah tidak mengabdikan diri di DPMPTSP Kaltim.

Sejak hari itu, Sani disebut telah mengangkat semua barang dan alat kerjanya tempat itu.

"Bapak (Abdullah Sani) sudah tidak berkantor di sini lagi, Mas. Pagi tadi (25/7) semua barang di ruang kerjanya bapak sudah diangkat dan dipindahkan," kata seorang staf DPMPTSP Kaltim yang enggan dikorankan namanya.

Demi untuk meyakinkan media ini, staf tersebut kemudian menunjukkan langsung kondisi ruang kerja Abdullah Sani. Benar saja, ruang kerja Sani yang terletak di lantai II, memang sudah kosong. Dokumen-dokumen kerja hampir tidak ada lagi yang tersusun di atas meja kerja. "Lihat sendiri, semuanya memang sudah kosong. Alat kerja bapak (Abdullah Sani) sudah diangkat semua," jelas staf perempuan di DPMPTSP Kaltim kepada wartawan Kaltim Post.

Pada Jumat (26/7), media ini kembali mencoba memantau keberadaan Abdullah Sani di Kantor DPMPTSP Kaltim. Hasilnya sama, sejak pagi hingga siang, Abdullah Sani tidak menampakkan diri di tempat tersebut. Masih di hari yang sama, Kaltim Post kemudian mendatangi Muhammad Sabani yang ditunjuk sebagai plt sekprov Kaltim. Menurut beberapa staf yang berjaga di depan ruang kerja Sekprov Kaltim, Sabani saat itu sedang dinas luar.

"Bapak (Sabani) sedang dinas luar," kata seorang staf. "Bapak memang masih menempati ruangan ini ya (Sekprov Kaltim)," tanya wartawan Kaltim Post. “Iya, bapak masih di sini," jawab staf tersebut. Senin (29/7), Sabani terlihat memimpin upacara pagi di halaman Kantor Pemprov Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda. (*/drh/riz/k8)


BACA JUGA

Senin, 18 November 2019 12:09

Wisata ”Plus” di Puncak, Langganan Pria Timur Tengah

Prostitusi spesialis pelancong asal Timur Tengah (Timteng) di kawasan Puncak…

Senin, 18 November 2019 11:41

Jadi Calo Vila dan PSK gara-gara Lapak Digusur

SOLUSI kasus perdagangan orang spesialis wisatawan Timur Tengah (Timteng) tak…

Senin, 18 November 2019 09:58

Kasus Minyak Ilegal, Cium Aroma Kongkalikong dengan Aparat

Polisi masih kesulitan dalam mengusut kasus penyulingan minyak ilegal di…

Senin, 18 November 2019 09:56

Peluang ASN Tertutup..!! Badan Otorita Pemindahan IKN Bukan Birokrat

JAKARTA-- Peluang aparatur sipil negara (ASN) menempati posisi Kepala Badan…

Senin, 18 November 2019 09:29

Ibu Kota Pindah, Kriminalitas di Kaltim Naik

PEMINDAHAN pusat pemerintahan baru ke Kaltim, pertimbangan di antaranya aspek…

Senin, 18 November 2019 09:21

Sopir Mabuk Ugal-Ugalan, Tabrak Suami Istri Hingga Tewas

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Lambung Mangkurat, (16/11). Insiden itu…

Minggu, 17 November 2019 20:47

Ini Dia Rupanya Si Maling Helm, Sebulan Bisa Curi 52 Helm

TENGGARONG. Pembawaannya slow alias santai. Sehari-hari mengendarai sepeda motor metik…

Minggu, 17 November 2019 14:59

MAAF AJA..!! Yang LGBT Tidak Boleh Melamar CPNS Kejaksaan

Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 yang sedang berlangsung…

Minggu, 17 November 2019 14:58

MAAF AJA..!! Yang LGBT Tidak Boleh Melamar CPNS Kejaksaan

Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 yang sedang berlangsung…

Minggu, 17 November 2019 14:56

Nikah Makin Ribet, Bimbingan Pranikah Libatkan Sejumlah Kementerian

Pembicaraan pembinaan pranikah dan sertifikasi masih bergulir. Menteri Koordinator Bidang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*