MANAGED BY:
KAMIS
17 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

BALIKPAPAN

Selasa, 30 Juli 2019 12:08
Progres Kilang Balikpapan 5,2 Persen, 49 Bulan ke Depan Rampung
-

PROKAL.CO, BALIKPAPAN–Berbeda dengan pembangunan Grass Root Refinery (GRR) Bontang, proyek strategis nasional (PSN) upgrading kilang-kilang eksisting (refinery development master plan/RDMP) di Balikpapan terus berprogres.

Sejak penandatanganan kontrak engineering, procurement, and construction (EPC) Outside Battery Limit (OSBL) dan Inside Battery Limit (ISBL) pada 2018, proyek RDMP di Balikpapan hingga pekan kedua Juli ada pada angka 5,2 persen.

Advisor to Project Coordinator RDMP Eddy Suryamadi menjelaskan, sesuai jadwal, sejak 27 Februari 2019 EPC telah memasuki proses reengineering hingga Oktober 2019. Secara umum, proyek ini masih tahap persiapan. “Untuk persiapan lahan dalam kilang sudah 100 persen. Persiapan sarana pendukung seperti kantor tengah dikerjakan,” ungkap Eddy, kemarin (29/7).

Terkait lahan, Eddy menyebut tidak memiliki kendala. Karena yang digunakan adalah aset milik Pertamina sendiri. Dia juga belum menerima adanya laporan masalah mengenai perizinan. Termasuk di Kariangau, Balikpapan Barat. Lokasi penyediaan lahan penyimpanan material dan fabrikasi untuk proyek RDMP. “Laporan terakhir masih dalam proses mengurus perizinan. Dan dari timeline kami, masih on the track,” ujar Eddy.

Itu berkaitan dengan tahapan setelah Oktober. Selama delapan bulan berjalan atau hingga pertengahan 2020 akan dilaksanakan procurement. Disusul dengan pekerjaan konstruksi (construction). Dipastikannya, segala sesuatu masih sesuai jadwal. Secara total, RDMP direncanakan rampung dalam 53 bulan. “Terhitung dari 27 Februari 2019,” katanya. Dengan begitu tersisa 49 bulan lagi megaproyek tersebut rampung.

Dia menyebut, semua stakeholder mendukung proyek RDMP. Terkait tenaga kerja pun pihaknya sangat mengakomodasi tenaga kerja lokal. Keperluan tenaga kerja ini akan efektif pada pelaksanaan konstruksi nanti. “EPC bekerja sama dengan pihak Disnaker (Dinas Ketenagakerjaan) Balikpapan mengenai rekrutmen,” ujarnya.

Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia PT Pertamina (Persero) Ignatius Tallulembang saat kunjungannya di Balikpapan pekan lalu menyebut rampungnya RDMP akan meningkatkan kapasitas kilang di Balikpapan sekitar 38 persen. Jika saat ini kapasitas kilang Balikpapan hanya sebesar 260 barel per hari (MBSPD), maka bakal ditingkatkan menjadi 360 MBSPD.

Bukan hanya penambahan kapasitas, namun, produk yang dihasilkan juga akan memiliki standar Euro V. Artinya lebih ramah lingkungan. Dengan investasi sekitar USD 6,5 miliar, Pertamina mengklaim kilang Balikpapan akan menyerap tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang diprediksi mencapai lebih 30 persen. “Tentunya akan menambah ketahanan dalam mencukupi kebutuhan energi nasional,” kata Ignatius.

Perlu diketahui, pemenang tender EPC terdiri atas SK Engineering & Construction Co Ltd, Hyundai Engineering Co Ltd, PT Rekayasa Industri, dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk senilai USD 4 miliar atau sekitar Rp 57,8 triliun. Pertamina menargetkan revitalisasi Kilang Balikpapan tahap pertama selesai pada 2023.

Adapun, megaproyek Grass Root Refinery (GRR) Bontang masih terhambat. Masalahnya klasik; ketersediaan lahan. Kenyataan itu membuat proyek strategis nasional (PSN) berjalan stagnan.

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) Bontang Amiruddin Syam mengatakan, lahan yang hendak dibangun kilang Bontang itu belum semua masuk kawasan industri. Untuk mengubah status tersebut telah dibentuk Panitia Khusus (Pansus) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Dikatakan, regulasi itu bakal diselesaikan secepatnya. Sebelum masa jabatan Pansus RTRW berakhir. “Ini lagi dibahas penyelesaian RTRW. Kami melakukan percepatan. Targetnya 31 Juli telah selesai,” kata Amiruddin, kemarin (3/7).

Sebelumnya, pembahasan telah dilakukan antara Tim Asistensi Raperda Bontang dan Pansus RTRW. Bahkan, persetujuan substansi dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang telah dikantongi. “Maka harus dibahas lagi dengan pansus,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, wacana pembangunan kilang digaungkan sejak 2016. Ditandai dengan keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3/2016 tentang Proyek Strategis Nasional (PSN). Namun, dua tahun perjalanan proyek kilang itu hingga kini masih mentok. Belum ada progres terbaru.

Meski begitu, kata Amiruddin, penunjukan investor baru dilakukan tahun lalu. Pertamina menggandeng investor dari Oman.

Sementara itu, Asisten II Sekkot Bontang Zulkifli menambahkan, terjadi perubahan lokasi pembangunan dari titik semula. Hal tersebut seiring rencana Pertamina menambah industri turunan lainnya yaitu pabrik Petrokimia.

Sebelumnya, yang disiapkan ialah lahan PT Badak LNG seluas 468 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 300 hektare peruntukannya kawasan industri. Sementara sisanya masih berupa kawasan non-industri. Salah satunya berbentuk ruang terbuka hijau (RTH). Kini Pemkot Bontang mengusulkan agar kilang didirikan di lahan bekas lapangan terbang di Kelurahan Bontang Lestari. Dengan luas lahan mencapai 823 hektare.

“Karena kalau di lahan milik Kementerian Keuangan itu harus ditarik biaya sewa, tiap dua tahun sekali. Tapi kalau di lahan bekas lapangan terbang, setelah dibebaskan akan menjadi hak sepenuhnya perusahaan,” beber Zulkifli. (rdh/rom/k8)


BACA JUGA

Rabu, 16 Oktober 2019 14:51

Setelah Terbakar, Muncul Alat Berat

PENAJAM–Ulah spekulan tanah di Penajam Paser Utara (PPU) kian nyata…

Rabu, 16 Oktober 2019 14:42

MoU Pemkot Balikpapan dengan PT PJB

BALIKPAPAN – Pemkot Balikpapan telah menjalin kerja sama dengan PT…

Rabu, 16 Oktober 2019 14:42

Pembunuhan Bayi Segera Direka Ulang

BALIKPAPAN – Penyidik terus merampungkan berkas pembunuhan bayi oleh pasangan…

Rabu, 16 Oktober 2019 14:42

Ruang Belajar SD dan SMP Ditambah

Agar Daya Tampung Siswa Sekolah Negeri Bisa Capai 75 Persen…

Selasa, 15 Oktober 2019 13:23

Glamor, Layanan Disdukcapil Makin Mudah

Layanan administrasi kependudukan makin mudah. Mobil keliling siap mendatangi warga…

Selasa, 15 Oktober 2019 11:14

Anomali Politik Dinasti Pilkada 2020

BALIKPAPAN-Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020 berpotensi memunculkan dinasti politik…

Selasa, 15 Oktober 2019 10:57

DKK Dapat Tiga Ambulans

BALIKPAPAN--Guna peningkatan dan pemenuhan kebutuhan, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan…

Selasa, 15 Oktober 2019 10:55

ALASAN TU MASUK AKAL DIKIT NAPA..!! Pria Ini Ngaku Saat Menjambret Lagi Kesurupan..!!

BALIKPAPAN – Seorang pria terduga pelaku pencurian dengan kekerasan diamankan…

Selasa, 15 Oktober 2019 10:52

Mahakarya Disabilitas, Kelebihan di Balik Keterbatasan

Bernyanyi, menari serta mendongeng adalah hal biasa. Namun luar biasa…

Selasa, 15 Oktober 2019 10:51

Kebut Tiga Proyek Gorong-Gorong, Ditarget Rampung Selambatnya Akhir Tahun

BALIKPAPAN – Menjelang akhir tahun, Dinas Pekerjaan Umum (PU) mengerjakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*