MANAGED BY:
SABTU
23 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Senin, 29 Juli 2019 11:39
Kisah Irang Pemusik Sekaligus Pembuat Alat Musik Khas Kalimantan

Dari Sampek, Budaya Dayak Dikenal Dunia

LESTARIKAN BUDAYA: Irang Away saat menampilkan kepiawaiannya di hadapan Pemerintah Kutim.

PROKAL.CO, Dari kecil bermusik merupakan hobi sekaligus penenang jiwa bagi Irang Away. 

 

LELA RATU SIMI, Sangatta

 

DENTING tali senar mengalun dan menyatu menjadi irama musik bersamaan dalam ritme serta tempo teratur, kemudian terdengar lamban mendayu kadang pula cepat mengentak silih berganti. Perlahan dalam durasi tertentu musik itu hilang dari pendengaran, terhenti dari petikan jari jemari tangan Irang Away. Bagi dia, bermain sampek, alat musik khas Kalimantan, adalah keseharian yang tidak bisa ditinggalkan. Saking cintanya, pria kelahiran Apokayan 11 Agustus 1955 itu juga bisa membuat alat musik tersebut.

Alasannya sederhana, dia ingin menjaga warisan leluhurnya tetap lestari. Terlebih, saat ini sampek sukar dicari, sebab bahan baku kayu arau jarang tersedia. Untuk dapatkan kayu itu, pria paruh baya itu kerap mencarinya hingga menembus hutan belantara. Dia keukeuh karena kayu terbaik pastilah menghasilkan kualitas terbaik pula.

Kadang dia butuhkan waktu seharian untuk menemukan kayu itu, namun lain waktu Irang belum tentu dapatkan. Apalagi saat ini hutan Kutim dikuasai oleh pengeruk batu bara atau hutan sawit.

"Saya masuk hutan sendirian tanpa teman, untuk cari kayu ini. Kadang-kadang membayar orang untuk membawa kayunya keluar dari hutan," katanya.

Berkat pesona musik sampek dengan nuansa keindahannya, dia mampu sambangi berbagai negara. Bahkan, Irang juga kunjungi sejumlah daerah hanya untuk unjuk gigi bermain sampek. Mulai Ibu Kota Negara, yakni Jakarta, disusul ke Negeri Paman Sam, Amerika Serikat, Jepang, pernah juga ke Tiongkok, lalu ke Singapura, hingga Thailand.

"Dari kecil saya belajar autodidak, mulai kelas 3 SR (sekolah rakyat) meminjam sampek orang. Hingga saya pindah ke Miau Baru, dan pada 1972 saya mencoba membuat sendiri sampek. Sampai akhirnya saya bisa mengenalkan kepada dunia," jelasnya.

Ditinggal mangkat oleh sang ayah sejak dalam kandungan, Irang kecil dididik seorang diri oleh ibunya. Dari didikan tersebut, dia tumbuh menjadi sosok yang mandiri dan punya tekad kuat.

Mengenai pembeli, dia selalu selektif dan bertanya terlebih dahulu, jika hanya untuk pajangan dia akan berat hati membuat. Namun jika akan digunakan untuk belajar, dia bersedia mengukir di atas kayu keras itu. "Saya lebih senang membuat untuk pembeli yang ingin belajar memainkan sampek, bahkan saya siap jika diminta melatih," pungkasnya. (ypl/k8)

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 16 November 2019 12:57

Ananda Badudu yang Ingin Kembali Teruskan Karir Bermusik

Menjadi jurnalis dan musisi sudah dilakoni Ananda Badudu. Namun, begitu…

Jumat, 15 November 2019 09:43
Amanda Putri Witdarmono, Dirikan We The Teachers untuk Guru di Indonesia

Ibarat Helikopter, Ajak Guru Kembangkan Anak lewat Potensi di Sekitar

GURU memiliki peran penting dalam pendidikan karakter anak sejak usia…

Kamis, 14 November 2019 10:44
Ningrum, Juru Ketik Rental Komputer di Zaman Kiwari

Pelanggannya Didominasi Mahasiswa Pemalas

Kemajuan teknologi tak membuat juru ketik di rental komputer kehilangan…

Selasa, 12 November 2019 13:06
Isu Dunia Kesehatan di Pulau-Pulau Terpencil Indonesia (2-Habis)

Dua Anak Sepiyana Terdiagnosis Stunting

Namanya Coralina. Di usia 6 tahun ini, berat badannya hanya…

Kamis, 07 November 2019 11:54
Achmad Zulkarnaen, Kekurangan Fisik yang Jadi Fotografer

Berguru ke Darwis Triadi, Pegang Kalimat Ali bin Abi Thalib

Achmad Zulkarnaen, pria ini patut menjadi panutan. Memiliki kekurangan fisik…

Sabtu, 02 November 2019 21:28

Selamat Jalan Alfin Lestaluhu, Pemain Timnas U-16 Bersuara Merdu

Kesehatan Alfin Lestaluhu menurun saat berada di pengungsian akibat jarang…

Kamis, 31 Oktober 2019 11:48

Cara Felix K. Nesi Melahirkan Orang-Orang Oetimu

Orang-Orang Oetimu lahir lewat kertas folio, lalu dipindah ke laptop…

Jumat, 25 Oktober 2019 12:03
Komunitas Bocah Pelawak Ngapak Polapike

Mau Jadi Tuntunan, Tak Sekedar Tontonan

Para bocah berbahasa Ngapak ini sekarang sudah jadi selebriti. Mereka…

Jumat, 11 Oktober 2019 11:43

Menghafalkan Alquran Hanya Setahun di Pesantren Asy-Syahadah Surabaya

Menghafalkan Alquran sering terasa berat. Namun, itu tidak berlaku bagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*