MANAGED BY:
SABTU
19 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

OLAHRAGA

Senin, 29 Juli 2019 10:14
Catat Hattrick di Jepang
DOMINAN: Pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo kembali meraih gelar di ajang Japan Open.

PROKAL.CO, TOKYO–Skuat bulu tangkis Indonesia kembali hanya mampu mempersembahkan satu gelar dalam keikutsertaannya di super series. Lagi-lagi gelar itu dari sektor ganda putra. All Indonesian Final di Japan Open 2019 antara Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo versus Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, kemarin, memunculkan Minions sebagai pemenang. Laga berkesudahan straight game, 21-18, 23-21.

Kemenangan itu menegaskan, dominasi Marcus/Kevin atas The Daddies. Sebab, itu jadi kemenangan kedua mereka beruntun, setelah pertemuan terakhir di Indonesia Open, pekan lalu. "Tetap disyukuri, kami runner-up lagi. Sebenarnya tadi punya peluang rubber game dulu. Main kami enak, bisa mengimbangi permainan mereka. Kami juga sudah memimpin poin duluan, tapi di akhir mereka lebih inisiatif," jelas Ahsan, dilansir dari laman resmi PBSI.

Kalah berturut-turut dari juniornya, Ahsan pun bersemangat untuk bisa kembali bertemu di ajang lainnya. “Kami berharap bisa tembus juara, bisa revans dari Kevin/Marcus. Kami berharap bisa tampil lebih stabil," tambah Ahsan. "Kami akan tetap cari solusi bagaimana bisa mengalahkan mereka. Mereka unggul dari segi kecepatan," timpal Hendra.

Kemenangan itu sekaligus membuat Marcus/Kevin hattrick gelar di Japan Open. Pada 2017 dan 2018, Kevin/Marcus juga menjadi jawara di turnamen ini. "Kami senang bisa hattrick di turnamen ini. Meski di pertandingan kami bikin banyak kesalahan, tapi tetap bisa menguasai, secara keseluruhan, hari ini (kemarin) kami bisa menunjukkan penampilan terbaik," ujar Kevin.

"Minggu lalu kami ketemu Hendra/Ahsan juga, tapi sekarang lebih berat karena mereka tidak mudah dimatikan, tidak mudah menembus mereka," sebut Marcus.

Sementara itu, dari sektor tunggal putra, Jonatan Christie harus puas dengan posisi runner-up setelah takluk dari wakil tuan rumah yang berstatus nomor wahid dunia saat ini, Kento Momota. Laga berakhir straight game 16-21, 13-21. Ini merupakan kemenangan ketiga Momota atas Jonatan. Sekaligus membalas kekalahan Momota di Malaysia Open 2019 lalu dengan skor 20-22, 15-21.

"Di awal saya sudah siap main siap capek. Tapi pertandingan ini sangat membuat dia emosional, tadi dia memberi pernyataan setelah bertanding sambil menangis, mungkin dia benar-benar mempersiapkan diri lebih baik dari saya," kata Jonatan.

"Saya cukup puas dengan penampilan saya di turnamen ini, hanya hari ini saja yang saya enggak puas, karena tidak bisa mengontrol permainan. Saya banyak kesalahan sendiri dan kurang sabar meladeni Momota," sebutnya.

Meski begitu, capaian Jojo di ajang ini patut diapresiasi. Itu bila berkaca dari penampilannya di pentas serupa, tahun lalu. Dia berhasil menunjukkan perkembangan signifikan. Termasuk di ajang-ajang lain yang sudah dia ikut tahun in (lihat infografis).

Adapun potensi gelar lainnya dari ganda campuran melalui Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti juga antiklimaks. Mereka takluk dari Wang Yilyu/Huang Dongping dari Tiongkok. Dalam lima pertemuan sebelumnya, Praveen/Melati belum bisa memetik kemenangan, bertambah panjang dengan kekalahan kemarin. Praveen/Melati dikalahkan dengan skor 17-21, 16-21.

"Pasangan Tiongkok ini sangat solid dan tidak mudah dikalahkan, saya sama Mely (Melati) sudah mencoba semaksimal mungkin menembus mereka, memberikan perlawanan. Kami sudah reli-reli tapi tetap terbawa pola main mereka, ini yang mesti diwaspadai saat melawan mereka," kata Praveen.

"Tadi sudah coba ubah main setelah kalah di game pertama, tapi perbedaan angkanya masih tetap jauh. Kalau melawan mereka, dari start tidak boleh tertinggal. Kalau skornya mepet-mepet terus, masih bisa mengejar, apalagi mereka lebih matang," tambah Melati.

Final Japan Open 2019 adalah final turnamen level super 750 pertama bagi Praveen/Melati. Mereka pun cukup puas dengan permainan mereka menuju final. Capaian ini menjadikan rasa percaya diri Praveen/Melati meningkat, sebagai modal mereka di turnamen-turnamen selanjutnya.

"Evaluasinya, kami polanya harus matang, di individunya juga. Kalau kalah di game pertama tidak boleh down, walaupun kepikiran tapi harus cepat dibuang pikiran seperti itu. Kalau mau masuk lapangan pun harus lebih percaya diri lagi," ujar Praveen. (ndy2/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:34
(6) Borneo FC vs Bali United (0)

Revans yang Sempurna

Kekalahan 1-2 Borneo FC di putaran pertama kontra Bali United…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:32

Rachman dan Conti Masih Menepi

SAMARINDA—Dua andalan Borneo FC, Abdul Rachman dan Matias Conti absen…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:02

El Clasico Resmi Diundur

BARCELONA- Kecemasan pendukung FC Barcelona dan Real Madrid terkait digesernya…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:00

Pintu Yamaha Sudah Tertutup

MOTEGI-Johann Zarco telah menerima pinangan LCR Honda untuk menjadi pembalap…

Jumat, 18 Oktober 2019 13:47

Bermainlah dengan Hati

Persiba Balikpapan sudah pasti bertahan di Liga 2 musim depan.…

Jumat, 18 Oktober 2019 13:46

Bakal Absen Panjang

BALIKPAPAN–Penggawa Persiba Balikpapan Sahrul Kurniawan bakal menjalani operasi penyembuhan cedera…

Jumat, 18 Oktober 2019 13:46

Matangkan Pola Kombinasi

BALIKPAPAN–Skuat Persiba Balikpapan terus mematangkan persiapan jelang jumpa Mitra Kukar…

Jumat, 18 Oktober 2019 13:35

Bersabar Menanti Kabar

WAKTU hingga laga pemungkas putaran kedua Liga 2 2019 antara…

Jumat, 18 Oktober 2019 13:34

Reuni Sambal Mengamati

KOTA MALANG–Arema FC sepertinya harus melipatgandakan kewaspadaannya saat menghadapi Persipura…

Jumat, 18 Oktober 2019 13:33

Maksimalkan Waktu dengan Keluarga

TAK kunjung mendapat kepastian kumpul tim, kiper Mitra Kukar Geri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*