MANAGED BY:
SENIN
10 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Senin, 29 Juli 2019 09:40
Asuransi, Mempersiapkan demi Kebaikan Masa Depan
PENTING: Dalam satu keluarga inti, setidaknya disarankan ada anggota keluarga yang membeli asuransi seperti kepala keluarga atau ayah. Lebih bagus jika seluruh anggota keluarga membeli demi mengatasi kemungkinan terburuk nanti. (ERIEFAMILYCENTER.ORG)

PROKAL.CO,

DIANGGAP belum menjadi kebutuhan utama dan tidak terdesak, banyak orang enggan berasuransi. Padahal, asuransi menjadi pelimpahan risiko ketika suatu saat seseorang mengalami perubahan pada hidupnya. Entah itu masa tua, kesehatan, kematian, bahkan pendidikan. Padahal, mempersiapkan segalanya sejak jauh hari justru membawa kebaikan ke depannya.

Hal itu disadari Admadi Prio. Dia membeli asuransi pada 2009. Awalnya mendapat informasi dari seorang teman sampai akhirnya ikut bergabung. Tak sembarangan, Prio memiliki pertimbangan tertentu sebelum memilih perusahaan. Di antaranya, melihat aset perusahaan dan risk based capital (RBC), rasio solvabilitas untuk mengukur tingkat keamanan finansial atau kesehatan suatu perusahanan asuransi.

Makin besar rasionya, makin sehat perusahaan itu. Terakhir, seberapa besar kemampuannya membayar klaim nasabah. Menilai perusahaan itu berkualitas atau tidak, bisa diketahui dari RBC. Apakah setiap tahun selalu memublikasikan laporan keuangan?

“Awalnya sempat ragu karena banyak cerita orang tentang keburukan asuransi. Contoh, klaimnya susah. Ternyata setelah ditelaah, dibayar atau tidaknya suatu klaim ada sebab yang kebanyakan nasabah tidak tahu atau tidak mau tahu,” jelasnya.

Dia memilih asuransi jiwa, kesehatan, pensiun, dan bebas premi. Dia memiliki harapan untuk jangka panjang dengan asuransi. Selain dia bisa mendapat proteksi, juga mendapat nilai tunai untuk masa pensiun. Baginya, asuransi penting untuk mem-backup dari rekening utama jikalau terjadi risiko yang tidak diinginkan. Prio berkomitmen saat berasuransi sehingga sama sekali tak merasa diberatkan. Bagi dia, itu sudah menjadi kewajiban yang harus dimiliki demi melindungi aset dan keluarganya.

“Selama ini kewajiban membayar premi selalu rutin saya lakukan. Sekalipun ada kendala, saya memilih cuti premi dulu saja. Pastinya, saya juga banyak bertanya dengan agen seperti cara klaim, hal-hal apa yang dibayar, ditanggung atau tidak, dan sistem kerjanya,” imbuh pria 41 tahun itu.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 30 Juni 2020 11:45

Pembahasan Perppu Pilkada Mandeg

JAKARTA - Rapat pengambilan keputusan tingkat pertama terkait Rancangan UU…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers